
David yang baru keluar dari kamarnya berjalan dengan sangat malas, dirinya yang tidak terbiasa bangun pagi untuk berangkat sekolah. Berjalan dengan mata yang setengah tertutup.
"David," sapa Dila begitu melihat adiknya itu berjalan kearahnya.
"Ah.... boneka Annabelle" teriak David dengan sangat keras berlari kembali kedalam kamarnya.
"Daddy," lirih Dila dengan wajah yang sedih.
"Dila sayang, kau tidak boleh bersedih. Di sekolah nanti akan jauh lebih banyak orang yang mengejek, tapi percayalah pada Daddy ini semua demi kebaikan mu," ujar Dimitri membelai rambut putrinya itu.
Dila pun menganggukkan kepalanya, Dila sangat percaya pada Daddy nya dan tidak ingin membuat Daddy nya bersedih.
"David... !" teriak Dimitri dengan sangat keras memanggil putranya itu.
"Bisa tidak kau itu tidak berteriak," ujar Kenzo yang sudah berjalan bersama dengan Dafa dan juga Nayra. Dimitri yang mendengar ucapan Kakak Ipar
nya hanya diam saja dan tidak memperdulikan sama sekali.
"Dila kenapa pakai kacamata? dan kenapa rambutmu di kepang jadi dua?" tanya Nayra yang melihat penampilan Dila yang sangat jadul.
"Dila, kau itu jadi terlihat jelek!" cibir Dafa dengan senyum sinisnya.
"Dafa... !"seru Nayra menatap tajam pada putranya.
"Mom, kau itu selalu membela Dila." ujar Dafa dengan kesal.
__ADS_1
"Ibu bukan Mom, dan Ibu tidak suka kalau kau selalu menghina orang. apalagi yang kau hina adalah sepupumu," ujar Nayra dengan tegas.
"Ayah," ujar Dafa mencari pembelaan Ayah Kenzo.
"Sayang," ucap Kenzo dengan suara yang halus namun terdengar berat.
"Tapi sayang, ----" ucapan Nayra terpotong saat Keyla mengajak David keluar kamar dengan paksa.
"Di mana boneka Annabelle nya?" tanya Keyla menarik paksa tangan David.
"I... itu," ujar David dengan tidak yakin menunjuk ke arah Dila.
"Dia itu Kakak mu Dila, bukan boneka Anabel" ujar Dimitri dengan tegas menjewer telinga putranya itu.
"Ini semua salahmu, karena mendandani putri cantik kita seperti boneka hantu," gerutu Keyla menarik David dari jeweran suaminya.
Dan perdebatan pun semakin memanas di antara Keyla dan Dimitri, sementara Nayra langsung membawa Three D ke ruang tamu.
"Kalian harus ingat, jangan nakal dan jaga Dila!" ujar Nayra.
"Ibu Nayra aku tidak ingin ke sekolah aku sangat mengantuk," ucap David dengan menguap.
Mata Nayra langsung melihat ke arah David, penampilan David sangatlah acak acakan. Pakaian seragam yang tidak di masukan kedalam celana dan rambut yang belum di sisir, tapi semua itu justru membuat David semakin tampan.
Lalu Nayra menatap kearah Putranya, Nayra melihat penampilan Dafa yang sangat rapih. Rambut yang sudah tersisir dengan klimis seperti para eksekutif muda, dengan wajah dinginnya Dafa terlihat tampan dan sangat berwibawa walaupun baru berumur sepuluh tahun.
__ADS_1
"Ibu Nayra," ujar David membuat Nayra tersadar dari lamunannya.
"Iya David," ucap Nayra.
"Aku tidak mau berangkat sekolah," rajuk David dengan wajah yang terlihat sangat tidak bersemangat.
"David apa kau yakin tidak mau berangkat ke sekolah? karena dari yang aku dengar banyak sekali anak-anak perempuan yang cantik disana," ujar Dila.
"Maksudmu?" tanya David tidak mengerti.
"Di sekolah kita itu banyak murid yang cantik," jawab Dila dengan tersenyum, karena sudah berhasil memancing David.
"Baiklah aku akan berangkat sekolah," ujar David yang langsung merapihkan pakaiannya dan juga rambutnya. "Ayo kita berangkat !" seru David dengan bersemangat.
Nayra yang melihat tingkah David dan Dila langsung tertawa kecil, Nayra merasa salut pada kepintaran Dila yang membujuk Adiknya itu. Dan Nayra merasa lucu dengan sikap David yang seperti seorang casanova kecil, kedua keponakannya itu sangatlah unik.
"Mom," ujar Dafa dengan wajah yang cemberut.
"Junior pasti kau cemburu?" ujar Nayra mengacak acak rambut Anaknya.
"Aku Dafa," sungut Dafa lalu merapihkan rambutnya dan berjalan menyusul sepupunya yang sudah keluar dari ruang tamu.
Dan Dafa adalah copy an Kenzo yang selalu cemburu jika Nayra memperhatikan Dila Dan David.
"Putraku yang Posesif," ujar Nayra tersenyum menatap punggung putranya itu.
__ADS_1