
"Selamat ya Nov!" seru Nayra langsung mencium pipi Novi.
"Terima kasih Nay," ujar Novi dengan tersenyum bahagia.
"Selamat Kak Novi," ujar Keyla yang juga mencium pipi Novi.
"Terima kasih Key," ujar Novi
Novi merasa sangat bahagia karena sahabat yang ditunggunya sudah datang menjenguknya.
"Baby mu lucu sekali," ujar Nayra menggendong Baby Leo.
"Siapa Namanya?" tanya Keyla menatap Baby Leo.
"Leo Richard," jawab Novi.
"Baby Leo, nama yang bagus." ucap Nayra.
"Hai Baby Leo, ini aunty Keyla." ujar Keyla menatap Baby Leo dengan gemas.
"Kak Dimitri lihatlah Baby nya sangat lucu dan tampan," ujar Keyla pada suaminya.
"Iya," jawab Dimitri dengan singkat.
"Bagaimana kalau kita jodohkan saja dengan dila?" tanya Keyla.
__ADS_1
"What?" pekik Dimitri.
"Aku rasa akan lucu kalau kita bisa menjadi mertua dari anak Kak Jimy dan juga Kak Novi." ujar Keyla dengan antusias.
"Aku tidak mau anakku mempunyai mertua seorang mantan casanova," ujar Jimy tiba-tiba yang terdengar oleh Dimitri.
"Kau kira aku mau mempunyai menantu dari seorang tangan kanan yang selalu menuruti semua perkataan Tuannya yang gila." ujar Dimitri dengan sengit.
"Tadi kau bilang apa?" tanya Kenzo dengan tatapan tajamnya.
Dimitri yang baru sadar jika dirinya sudah keceplosan berbicara, hanya bisa menatap Kenzo dengan diam.
"Dia Bilang Tuan gila," ucap Jimy, membuat Dimitri langsung menatap Jimy dengan tajam.
Mereka bertiga pun saling menatap dengan tajam, sementara para istri mereka hanya bisa menghela nafasnya dengan berat.
Ricardo yang tidak mendapatkan sapaan balik, merasa heran karena melihat ketiga sahabatnya itu saling menatap tajam dengan aura dingin di sekitarnya.
"Kalian bertiga jangan membuat kacau di Rumah Sakit ku!" seru Ricardo pada ketiga sahabatnya.
"Kau bilang apa? Rumah Sakitmu?" tanya Kenzo yang kini menatap pada Ricardo.
"Hahaha.... telinga Tuan kenzo sangat bagus. dengan keadaan marah saja masih bisa mendengar dengan baik," ujar Ricardo menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kau pikir aku tuli?" ujar Kenzo dengan tatapan dinginnya.
__ADS_1
"Aku tahu aku salah," ujar Ricardo.
"Bagus," ucap Kenzo dengan singkat. kemudian kembali menatap Dimitri dengan tatapan tajamnya.
"Brother aku bawa sesuatu yang sangat lucu," ujar Ricardo tidak memperdulikan ketiga sahabatnya itu yang masih bersitegang.
Dengan setengah memaksa Ricardo pun menunjukan
pada ketiga sahabatnya, sebuah Video saat Jimy menemani Novi yang melahirkan.
"Apanya yang Lucu?" tanya Kenzo dengan mengerutkan keninganya dengan tangan memegang dagunya.
"Iya tidak ada yang lucu," ujar Dimitri menaikan kedua alis matanya.
Sementara Jimy hanya diam saja melihat Video dirinya yang diperlihatkan oleh Dr Ricardo.
"Disitulah letak kelucuannya, karena di video itu memang tidak ada yang lucu." ujar Ricardo dengan tertawa membuat Kenzo, Dimitri, dan Jimy saling menatap dengan wajah bingung.
"Kau gila ya!" seru Kenzo yang menatap Ricardo dengan tatapan aneh.
"Kalian masih tidak mengerti?" tanya Ricardo pada ketiga sahabatnya itu. yang dijawab gelengan kepala oleh ketiganya.
"Di video itu memang tidak ada yang lucu sama sekali, hanya ada gambar Jimy yang sedang menahan rasa sakit seperti sedang menahan Buang air besar, tapi yang membuat video itu lucu karena bisa membuat ketiga kawan ku ini menjadi orang bodoh karena mau saja ditipu olehku," ujar Ricardo tertawa dengan sangat keras, tanpa menyadari dirinya sudah di tatap tajam oleh ketiga orang yang ada di depannya.
Setelah puas tertawa sampai mengeluarkan air matanya, kini Ricardo menatap tiga sahabatnya yang sedang menatapnya dengan tatapan dingin. Ricardo yang mengerti arti tatapan dingin menelan salivanya dengan berat dan langsung mengeluarkan jurus pamungkasnya yaitu lari seribu langkah.
__ADS_1
"Ricardo.... !" teriak Kenzo, Dimitri, dan Jimy secara bersamaan.
Sementara Ricardo yang sudah melarikan diri kembali tertawa dengan puas, karena sudah berhasil membuat ketiga sahabatnya kena tipu dan bisa melarikan diri dari ketiganya.