
David yang sudah lepas dari cengkraman Kak Dila, berjalan dengan gontai kearah Dafa.
"Kau itu sama sekali tidak membantuku," gerutu David ingin menendang sepupunya itu tapi tidak jadi karena sudah mendapatkan tatapan tajam dari Dafa.
David yang masih merasa kesakitan melihat Twins D dan Mini berjalan dihadapanya.
"Twins, tolong ambilkan air es untuk ku." pinta David.
"Kakak ambil sendiri saja, kami ingin bermain." ucap Daisy.
"Kakak Adik sama saja, sama-sama menyebalkan," umpat David yang langsung mendapatkan tendangan dari Dafa.
Secara tiba-tiba, "Ini Kak," ujar Mini menyerahkan air es pada David.
"Wow, terima kasih gadis cantik," ujar David mengambil air es yang diberikan oleh Mini.
__ADS_1
"Kalau Kakak butuh sesuatu panggil aku saja," ujar Mini dengan senyum manisnya.
Dan dari situlah akhirnya David selalu saja menyuruh Mini untuk melakukan ini dan itu, dan Mini dengan lugunya selalu mematuhi keinginan David. Membuat Leo menjadi marah pada David karena sudah berbuat semena mena pada Adik satu-satu nya itu.
Hari berganti hari bulan berganti tahun kedekatan Dafa, David, dan Julie semakin intens, Dafa dan David pun sudah sering membawa Julie ke mansion mereka. Bahkan Dafa berani memberitahukan jati dirinya pada Julie, wanita satu-satunya yang dekat dengannya yang tak lain adalah cinta pertamanya.
Namun setelah seminggu Dafa memberitahukan jati dirinya pada Julie, dengan tiba-tiba Julie pun menghilang tanpa kabar sama sekali. Julie bahkan tidak berpamitan padanya sehingga membuat Dafa kecewa.
Entah apa yang membuat Julie pergi darinya, masih menjadi teka teki di benak Dafa. Cinta pertamanya kini pergi tanpa pamit, membuat Dafa menjadi sosok yang tertutup dan semakin susah untuk di dekati wanita.
"Jangan dengarkan Kakak ku, dia itu hanya iri pada wanita cantik," ujar David yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Dila.
"Sudah kau tidak usah bersedih, karena menurut penelitian ku, cinta pertama itu sembilan puluh persen pasti gagal. Jadi bukan hanya kau yang merasakan kegagalan dalam cinta pertamanya," ujar Dila.
"Tapi cinta pertama ku tidak gagal," protes David.
__ADS_1
"Cinta pertama mu tidak gagal!" sindir Dila. "Aku bahkan sangat yakin kau pun tidak tahu siapa cinta pertama mu, karena terlalu banyak wanita yang sudah di modusin oleh mu," ejek Dila.
"Hahahah..., kakak ku ini memang hebat," ujar David mengacungkan jempolnya.
"Dengarlah Dafa, jika kau nanti bertemu dengan wanita yang tepat. Maka cepatlah ajak dia menikah, karena aku pun akan langsung mengiyakan pada orang yang tepat yang akan mengajak ku menikah." ujar Dila dengan tersenyum senyum membayangkan wajah calon pangeran hatinya kelak.
"Jangan mimpi kejauhan Kak, pacar saja kau tidak punya! Memangnya ada yang mau dengan Kakakku yang jelek dan galak ini." ejek David dengan tertawa keras, tanpa menyadari Dila yang sudah mendekat kearah David dan langsung menarik tangannya hingga David kesakitan.
"Ampun Kak," ucap David dengan meringis kesakitan.
"Mulut mu itu kalau sudah mengejek ku tidak pernah pakai rem, kau selalu saja menghina tampilanku. Aku sumpahi kau akan menikah dengan gadis yang berpenampilan yang sama dengan ku," sumpah serapah Dila pun akhirnya keluar.
"Lebih baik aku menjadi bujang lapuk, dari pada harus menikah dengan wanita jelek sepertimu." ejek David dengan suara yang kesakitan karena Dila belum melepaskan tangannya.
"Kalian itu bisa diam tidak... !" bentak Dafa membuat Dila dan David menatap kearah Dafa.
__ADS_1
Dan tanpa di komandoi oleh siapapun, Dila dan David langsung menyerbu kearah Dafa secara bersamaan. Membuat Dafa semakin kesal bercampur bahagia karena dua sepupunya ini selalu ada disaat dirinya sedih dan juga bahagia.