
Kenzo pun sudah menyiapkan kamar bayi nya dengan segala perlengkapan nya. kamar nya di dekorasi warna netral karena mereka tidak tahu jenis kelamin anak yang sedang di kandung Nayra. Kenzo begitu bahagia menunggu kelahiran buah cinta nya itu sampai setiap saat selalu menghubungi Nayra di mana pun dia berada hanya untuk menanyakan kabar Nayra dan buah hati nya.
" Sayang kau sedang apa?" Tanya Kenzo di sela sela kesibukan nya di kantor.
" Aku sedang menemani Key mencari perlengkapan kamar tidur dan lain lain nya" ujar Nayra melihat ke arah Keyla yang masih sibuk memilih milih barang.
" Kenapa kau ikut? seharus nya kau di rumah saja istirahat...!" ujar Kenzo menghentikan kegiatan nya saat tahu Nayra keluar dari mansion nya.
" Kau jangan khawatir ada ibu juga di sini yang menjaga ku" ujar Nayra tersenyum melihat ke arah ibu nya yang sedang kesal pada Keyla.
" Ok, be careful dear. kalau sudah selesai cepat lah pulang" ujar Kenzo yang di jawab iya oleh Nayra dan mematikan ponsel nya. Nayra kembali melihat ke arah ibu mertua dan adik ipar nya itu yang belum selesai juga memilih barang barang nya.
" key cepatlah kau pilih yang mana? ujar nyonya besar yang sudah kelelahan menemani putri nya itu.
" Bu aku binggung , semua nya bagus bagus. apa aku beli semua nya saja..?" ujar Keyla dengan wajah yang sedang berfikir.
__ADS_1
" Kalau kau beli semua nya, siapa yang akan memakainya? cepat lah, kau tidak kasihan pada kakak ipar mu itu?" nyonya besar menatap pada Nayra yang duduk di atas sofa dengan perut nya yang sudah besar dengan sesekali menarik nafas nya.
" Iya bu sebentar..." Keyla masih bingung dengan pilihan nya.
" Key kau sudah berjalan dan berdiri hampir tiga jam, ibu takut kau kenapa kenapa? kakak ipar mu memang di harus kan banyak berjalan agar cepat melahirkan tapi ini sudah tiga jam" ujar nyonya besar pada Keyla namun tidak di dengar oleh Keyla sama sekali.
Sementara Nayra yang sedang duduk mulai merasakan sakit diperut nya. dengan tenang Nayra mengambil nafas nya dan membuang nya secara teratur. Nayra tahu dirinya sedang mengalami kontraksi karena selama ini Nayra ikut kelas ibu hamil maka ia dengan penuh ketenangan menahan rasa sakit di perut nya.
" Menantu ku kau kenapa...?" tanya nyonya besar karena melihat wajah Nayra yang penuh dengan keringat yang bercucuran sambil menarik dan mengeluarkan nafas nya.
" Ha, kau serius ingin melahirkan. bagaimana ini...?" ujar nyonya besar dengan wajah yang panik. " kau tidak boleh panik tarik nafas keluar nafas....terus apa ya?" ujar nyonya besar dengan bingung melihat Nayra.
" Bu, ada apa?" tanya Keyla yang melihat ibu nya terlihat panik.
" Kakak ipar mu akan melahirkan, ibu harus bagaimana ini" ujar nyonya besar dengan binggung.
__ADS_1
" Bu aku harus ke rumah sakit..." ujar Nayra berusaha untuk tidak panik.
" Ya kau benar, kerumah sakit " ujar nyonya besar." kenapa aku jadi binggung begini" gumam nyonya besar dalam hati." Max Jo cepat angkat menantu ku...!kita bawa ke rumah sakit" perintah nyonya besar.
" Kami tidak berani menyentuh nyonya Nayra " ujar Max dan Jo bebarengan karena takut di marahi oleh tuan Kenzo. memegang tangan nyonya besar saja ia sudah di pukul apalagi menggendong Nyonya Nayra bisa mati berdiri.
" Kalian itu cepat angkat menantu ku, atau ku pecat kalian....!" teriak nyonya besar yang sudah terlihat panik.
Dengan semua kepanikan yang ada di tempat itu. akhir nya max menggendong nyonya Nayra di ikuti oleh nyonya besar dan juga Keyla yang ikut berlari kecil menyusul ibu dan juga yang lain nya.
Dengan nafas tersengal sengal Keyla akhir nya sampai juga di mobil nya.
" Key cepat...!" ujar nyonya besar yang masih dalam keadaan binggung. Keyla pun langsung masuk ke dalam mobil.
Di lihat nya kakak ipar nya itu sedang merasakan sakit karena terlihat jelas di wajah nya. " melahirkan apakah se sakit itu" gumam Keyla yang bergidik ngeri sendiri membayangkan jika dirinya nanti melahirkan.
__ADS_1