
Hari pertama masuk kuliah Dafa, David dan Leo tidak ketinggalan Dila memasuki kampus mereka dengan gaya masing-masing. Dafa yang cool dan rapih, David yang selengehan dengan gaya pakaian yang casual dan Dila yang masih culun dengan kacamata yang tebal dan juga Leo yang terlihat tanpa ekpresi apa pun.
Dila yang mengambil jurusan yang berbeda melangkah masuk ke kelasnya, walaupun tampilan Dila tetap culun tapi dirinya sudah menjadi sosok wanita yang tangguh dan pemberani. Dila sangat pandai ilmu beladiri, dirinya tidak segan-segan melawan para pria yang menghinanya. Dila pun menjadi sosok yang galak bagi David, jika Dila melihat David bertingkah yang kurang ajar. Dila tidak akan segan-segan memukul David.
Sementara Dafa, David dan Leo yang satu jurusan masuk kedalam kelasnya.
"Hey, lihat itu?" ujar David menyenggol tangan Dafa dengan menunjuk kearah wanita yang baru masuk kedalam kelas.
Wanita cantik dengan rambut panjangnya berjalan dengan sangat anggun, tanpa menatap Dafa dan David. Dafa untuk pertama kalinya melihat wanita yang tidak mempedulikan dirinya dan juga David mulai merasa tertarik pada wanita itu.
"Hello Sweety," sapa David dengan rayuan mautnya.
Namun wanita itu hanya diam tidak mempedulikan David sama sekali, hingga membuat Dafa semakin penasaran dengan wanita itu.
"Sepertinya pesonamu itu sudah luntur," ujar Leo dengan mengejek.
"Sial diam kau... !" seru David dengan kesal.
__ADS_1
David pun dibuat penasaran oleh wanita yang tadi di rayu nya, baru kali ini ada wanita yang tidak tertarik pada ketampanannya dan juga tidak klepek-klepek oleh rayuannya .
Setelah jam pelajaran selesai Dafa dan Leo yang berada di halaman kampus duduk dengan menatap kesekelilingnya, sementara David seperti biasanya dia akan mencari mangsa wanita cantik.
"Hallo tampan," ujar Dila dengan tangan yang sudah melingkar di leher David dengan kencang.
"Kak apa yang kaulakukan? lepaskan!" seru David dengan nafas yang tercekat.
"Hey pergilah...!" usir Dila pada wanita cantik yang tadi duduk dipangkuan adiknya.
Setelah melihat wanita itu pergi, Dila pun melepaskan tangannya dari leher David.
"Kak apa yang kaulakukan?" gerutu David dengan sangat kesal.
"Aku yang harusnya bertanya, apa yang sedang kaulakukan? kau sadar tidak disini kampus!"ujar Dila.
"Kau itu sangat kolot sekali, mencium wanita di kampus atau dijalanan sekalipun adalah hal yang wajar. Ini Amerika bukan Indonesia!" ujar David yang sudah berdiri dari duduknya.
__ADS_1
"Tunggu," Dila pun menarik tangan David hingga kembali terduduk.
"David berubahlah, apa kau tidak kasihan pada kakakmu ini yang selalu menjagamu agar tidak berbuat yang macam-macam," lirih Dila.
"Aku tidak memintamu untuk menjagaku," ucap David dengan malas karena kakaknya sudah mulai berceramah lagi.
"Kau memang tidak meminta, tapi aku menjagamu karena aku tidak ingin terkena karma oleh sikapmu," balas Dila.
"Sudahlah Kak, aku pergi dulu." ujar David lalu pergi meninggalkan Dila yang masih terlihat kesal oleh sikap David.
"Hello sweet heart, want to play with us." ujar beberapa mahasiswa laki-laki kepada wanita cantik yang lewat di depan mereka.
Dafa yang tidak sengaja melihat kejadian yang di depannya, terus menatap pada para pria itu yang semakin menggoda wanita itu dengan cara yang semakin keterlaluan.
"Let me go," ujar wanita itu, menarik tangannya dengan keras. Namun para pria itu semakin menarik paksa tangan wanita tersebut.
"Let her go," ujar Dafa yang sudah berdiri di samping wanita itu.
__ADS_1