
David yang tidak mengerti hanya mengerutkan dahinya.
Dafa menatap sepupunya itu dengan tatapan kesal, karena sudah dijelaskan pun David masih tidak mengerti. Kemampuan cara berfikir David itu memang lemot seperti Mommy nya, tapi jika berhadapan dalam hal merayu wanita David lah jagonya.
Dafa mengambil ponselnya dan mengirim video tersebut pada Ayahnya, dengan isi pesan meminta Ayahnya mengeluarkan ke empat murid yang sudah mengganggu Dila dan juga memukul David.
Dan tanpa menunggu lama, dan masih di jam sekolah. Dafa melihat ke empat murid tersebut berjalan keluar gedung sekolah dengan di dampingi kedua orang tua mereka masing - masing, Dafa tahu Ayah Kenzo pasti sudah membereskan masalah tersebut.
Dan setelah sampai di mansion utama, Three D sudah di cegat oleh kedua orang tua mereka masing masing.
"Apa yang sudah kalian lakukan di sekolah?" tanya Ibu Nayra menatap tajam kepada ketiganya.
"Kami tidak melakukan apa pun," jawab Dafa.
"Tidak melakukan apa pun?" tanya Nayra.
"David lihat wajahmu Nak," ujar Keyla yang hendak menghampiri David namun di cegah oleh Nayra.
Sementar Kenzo dan Dimitri hanya diam saja menatap ketiga bocah yang berdiri berdampingan.
"Ibu sudah bilang pada kalian jangan membuat masalah, tapi lihatlah? baru tiga hari sekolah kalian sudah membuat keonaran," ujar Nayra.
__ADS_1
"Ibu Nayra, Dafa dan David tidak bersalah. Mereka hanya ingin menolongku," lirih Dila membuat Nayra menghela nafasnya dengan panjang.
"Iya kami tidak bersalah, yang salah itu Dila. Kenapa dia berpenampilan seperti itu sehingga mereka mengejeknya," ujar Dafa dengan sengit.
"Dafa Junior Arbeto," bentak Ibu Nayra membuat ketiganya ketakutan.
Nayra yang melihat Dila dengan wajah yang hampir menangis, menjadi tidak tega. "Dila kemarilah Nak," ujar Nayra dengan lembut.
Dila pun langsung berlari memeluk Ibu Nayra, dan bergantian memeluk Mommynya.
"Kalian hukum putra kalian," ujar Nayra dan berlalu pergi membawa Dila kedalam kamarnya.
Kini Kenzo dan Dimitri menatap tajam pada kedua anak laki laki yang ada di hadapanya, sementara Keyla merasa sangat takut jika Dimitri memukul David.
"David Mateo.... !" bentak Dimitri, yang juga membuat David ketakutan.
"Kau itu pintar sekali," ujar Kenzo dengan suara pelan memeluk Dafa.
"Dan kau itu jagoan ku," ucap Dimitri memeluk David.
"Kalian berdua hebat," seru Kenzo dan Dimitri bersamaan.
__ADS_1
Dafa dan David yang awalnya ketakutan, kini bisa tersenyum bahagia karena Ayah dan Daddy mereka tidak marah.
"David kemarilah," ujar Keyla mengusap wajah David dengan tangannya.
"Sakit tidak?" tanya Keyla yang melihat wajah anaknya babak belur.
"Tidak Mom," jawab David.
"Kau itu tidak boleh berkelahi lagi, jagalah wajahmu yang tampan ini." ujar Keyla dengan wajah yang cemberut.
"Key, anak laki laki itu wajar jika berkelahi dan terluka." ujar Dimitri mengusap rambut David.
"Tidak boleh, David tidak boleh lagi berkelahi. aku tidak suka wajah David menjadi jelek !" seru Keyla.
Dan perdebatan antara mereka kembali terjadi, Kenzo yang tidak ingin pusing langsung membawa Dafa dan David masuk ke ruang tengah.
Seperti itulah setiap hari yang terjadi di mansion utama, hingga akhirnya Dafa, Dila, dan David pindah sekolah keluar negeri karena selalu membuat keonaran, terutama David yang selalu membuat murid wanita menangis karena patah hati.
Delapan tahun kemudian.
1Stanford University, Amerika.
__ADS_1
"Siapa dia?" tanya Dafa menatap pada dua orang yang berada di sebelah Ayahnya.
"Apa kau lupa? dia Leo anak Om Jimy yang akan kuliah bersama kalian." ucap Kenzo. " Dan ini Gemini, anak kedua Om Jimy yang akan berlibur di sini selama dua minggu," ujar Kenzo pada Dafa.