
Setelah mengabarkan pada kedua orang tuanya dan juga kedua orang tua Novi, termasuk Tuan Kenzo dan Nayra. Jimy yang hendak masuk kembali keruangannya dihentikan oleh Dr Ricardo.
"Bagaimana istrimu?" tanya Ricardo.
"Besok akan di jadwalkan operasinya," ujar Jimy.
"Bagus Brother, setidaknya nasibmu itu lebih baik dari Tuan Kenzo dan Dimitri." ucap Ricardo dengan terkekeh.
"Mungkin sudah keberuntungan ku tidak mengalami nasib sial seperti mereka."
Jimy dan Ricardo pun tertawa bersamaan saat mengingat kembali wajah Tuan Kenzo yang berantakan karena rambutnya yang di tarik oleh Nyonya Nayra, dan mengingat wajah Dimitri yang kesakitan saat tangannya di gigit oleh Nona Keyla.
"Jimy.... !" teriak Novi dari dalam ruang rawat membuat Jimy dan Ricardo langsung masuk kedalam ruangan.
"Sayang, kau kenapa?" tanya Jimy yang melihat Novi yang sedang kesakitan.
"Perutku sakit," lirih Novi mencengkram selimut yang menutupi dirinya.
Dokter Ricardo pun langsung memeriksa Novi, dengan sangat teliti.
"Sebentar aku panggil Dr Ryan dulu," ujar Ricardo yang langsung keluar ruangan.
__ADS_1
"Jimy, sakit....! " ujar Novi menarik nafasnya dengan panjang.
"Sabar sayang," ucap Jimy mengelus kening Novi.
Tak menunggu lama Dr Ryan pun langsung masuk kedalam ruangan bersama dengan Ricardo, Dr Ryan pun langsung memeriksa novi.
"Apa dari kemarin anda sudah merasakan sakit di perut? namun tidak beraturan waktunya?" tanya Dr Ryan.
"Iya Dok, aku pikir itu hanya sakit biasa. karena rasanya sebentar sakit sebentar hilang, tapi sekarang rasanya lebih sakit dan lebih cepat jedanya," ujar Novi.
"Itu adalah kontraksi, dan setelah saya lihat Nyonya Novi sudah mengalami pembukaan 3, dengan kata lain Nyonya Novi sebentar lagi akan melahirkan secara normal." ujar Dr Ryan.
Membuat Dr Ricardo dan juga Jimy saling menatap.
"Iya memang sudah di jadwalkan, tetapi Istri Tuan sudah mengalami pembukaan. jadi tidak mungkin untuk melakukan caesar," ujar Dr Ryan.
"Tapi Dok.... " Jimy tidak bisa berkata kata lagi, sementara Ricardo sudah menatap Jimy dengan menahan tawa di wajahnya.
"Sayang, apa kau tidak bisa menahan pembukaannya? kenapa kau tidak bilang kalau sudah terjadi kontraksi sejak kemarin." ujar Jimy dengan wajah binggung.
"Mana aku tahu kalau itu kontraksi," ujar Novi dengan kesal.
__ADS_1
"Kau itu, masa pembukaan mau kau tahan!" seru Ricardo. "Kau terima saja nasib mu itu," bisik Ricardo menepuk pundak Jimy dengan wajah menahan tawa.
"Nyonya Novi, jika kau merasa sakit kau bisa melampiaskannya pada suami mu ini. bisa kau jambak rambutnya, bisa kau gigit tangannya." Ucap Ricardo dengan tertawa kecil.
Ricardo pun mulai mengeluarkan ponselnya untuk mencari momen yang pas untuk merekam detik detik sahabatnya itu menjadi korban kdrt dari istrinya.
"Dasar ********!" seru Jimy menatap tajam pada Ricardo.
Novi yang mendengarkan perkataan Ricardo, mulai mengerti kenapa Jimy sangat ingin dirinya di operasi caesar.
"Jadi kau takut kalau aku akan menjambak dan
menggigit tanganmu?" tanya Novi dengan menahan rasa sakit diperutnya.
"Aku bukan takut, aku hanya,----" Jimy pun tidak bisa meneruskan perkatannya.
Novi yang merasakan sakit itu datang langsung menarik tangan Jimy, Ricardo yang sudah senang langsung merekam momen tersebut. tapi setelah direkam Ricardo menjadi binggung karena Novi hanya memegang tangan Jimy dengan erat tanpa menyiksa Jimy sama sekali.
"Tidak ada tontonan yang menghibur," ucap Ricardo yang langsung mematikan ponselnya.
Namun saat Novi merasakan sakit yang luar biasa, Novi mulai mencengkram tangan Jimy hingga kukunya menancap ditangan suaminya itu membuat Jimy langsung terdiam menahan rasa sakit di tangannya.
__ADS_1
Dr Ricardo yang melihat ekspresi datar Jimy yang aneh langsung mengambil ponselnya kembali untuk merekam wajah Jimy yang terlihat datar namun terlihat jelas bahwa Jimy sedang menahan rasa sakitnya.