
"Novi, senang bertemu denganmu" ujar Ana mengulurkan tangannya.
"Aku pun senang berkenalan denganmu" Novi menerima uluran tangan Ana.
"Apakah Jimy sekarang sudah menikah?" tanya Ana dengan suara yang terdengar lirih ditelinga Novi
"Ana, maukah kau menemui Jimy? sudah lama sekali Jimy ingin bertemu denganmu" ujar Novi tidak menjawab pertanyaan Ana dan mengalihkan pembicaraannya.
"Aku.... !" Ana menundukan kepalanya. "Aku malu menemuinya dengan keadaanku yang seperti ini."
"Aku mohon Ana, kasihan Jimy yang sudah lama mencarimu kemana mana" ujar Novi masih berusaha menyakinkan Ana.
"Dengarlah Ana, besok aku akan membawa Jimy kemari. temuilah dia walau hanya sebentar" pinta Novi kembali.
Ana pun menganggukan kepalanya menyetujui permintaan Novi, setelah mengobrol selama lima belas menit. Novi pun pergi meninggalkan Ana untuk kembali menjemput ibu mertuanya.
Disepanjang perjalanan pulang, Novi sudah tidak sabar untuk memberitahukan keberadaan Ana pada Jimy. dengan berlari Novi memasuki kamarnya mencari Jimy, namun yang dicarinya sudah tidak ada di dalam kamar.
__ADS_1
"Pasti dia sudah kembali ke kantor" gumam Novi dalam hati melepaskan tas dan berbaring diatas tempat tidur.
"Kalau aku memberitahukan pada Jimy tentang keberadaan Ana, apa Jimy akan kembali pada Ana" tanya Novi pada dirinya sendiri.
"Tapi kalau aku tidak memberitahunya, itu tidak adil bagi Jimy" Novi yang berbaring di atas tempat tidur tanpa sadar langsung terlelap dalam tidurnya.
Baru saja tertidur selama lima belas menit, Novi merasakan tubuhnya begitu sesak. seperti ada benda berat yang berada diatas tubuhnya.
"Jimy" seru Novi dengan suara yang parau khas orang yang baru bangun tidur. Novi yang masih mengantuk langsung menjerit saat tangan Jimy sudah menyentuh area dadanya.
"Kita lanjutkan yang tadi" bisik Jimy mengigit kecil pada telinga Novi.
"Aku tadi menunggumu diruang kerja" Jimy terus mencium leher jenjang Novi membuat banyak sekali tanda di leher istrinya tersebut.
"Oh" jawab Novi singkat karena dirinya sudah tidak bisa berkata kata lagi. karena perlakuan Jimy sudah membuat tubuhnya semakin memanas.
Saat suasana sudah semakin memanas penuh dengan aroma percintaan Novi yang teringat pada Ana kembali menahan tubuh Jimy.
__ADS_1
"Jim, tadi aku.... " belum sempat berbicara, bibir Novi langsung mendapatkan serangan yang mendadak. hingga Novi tidak bisa berkata kata lagi.
Jimy tak mau melepaskan bibir Novi sebelum hasratnya yang sedari tadi bisa tersalurkan, dengan segera Jimy pun menyalurkan hasratnya tersebut sebelum Novi kembali berulah.
Novi yang terbawa suasana pun akhirnya melupakan apa yang ingin dikatakannya, setelah percintaan panas mereka selesai. Jimy dan Novi pun sama sama kelelahan, Jimy langsung merebahkan tubuhnya disamping istrinya tersebut dengan memejamkan matanya.
"Jim, ada yang ingin ku sampaikan" ucap Novi memeluk tubuh suaminya itu yang masih sama sama polos tidak mengenakan sehelai benang pun.
"Katakanlah" ucap Jimy yang sudah membuka matanya, menatap wajah Novi yang berada tepat diatasnya. "Apa kau mau minta lagi" goda Jimy memeluk tubuh Novi dengan erat.
"Ish, dasar otak mesum" seru Novi membuat Jimy tertawa kecil.
"Lalu apa yang ingin kau katakan?" tanya Jimy.
"Tadi aku bertemu dengan Ana saat mengantar Mom kerumah sakit" ujar Novi menatap pada mata suaminya.
"Benarkah?" tanya Jimy yang langsung duduk dari tidurnya membuat tubuh Novi melorot dan terjatuh tepat diperut bawah Jimy dan menatap milik suaminya dengan mata yang melotot.
__ADS_1
"Jim ih...." pekik Novi, yang langsung bangkit dengan wajah yang memerah.