
Sudah dua hari ini Nayra bersama baby dafa, Keyla dan juga baby Dila sudah pulang ke mansion utama. tadi nya Dimitri berharap Keyla mau diajak pindah
ke mansion nya, namun karena Keyla belum siap untuk mengurus Baby nya walaupun sudah di sediakan Nanny oleh nya. akhirnya Dimitri pun mengalah dan tetap tinggal di mansion utama.
" Bu, kenapa Baby Dila menangis terus " ujar Keyla yang sedang kebingungan karena dari tadi Baby Dila terus menangis. nyonya besar yang memang tidak tahu sama sekali pengetahuan dalam mengurus Baby tentu saja bingung harus menjawab apa.
" Baby Dila ini kenapa tidak setenang baby Dafa?" ujar nyonya besar. " mana suami mu?" tanya nyonya besar.
" Kak Dimitri sedang mandi" ujar Keyla.
" Cepat panggil dia, siapa tahu Dila akan tenang jika di gendong oleh Daddy nya.
Keyla pun dengan berlari kecil memanggil Dimitri, namun setelah di gedong oleh Dimitri Baby Dila tetap saja menangis hingga membuat Nayra keluar dari kamar nya.
" Dila kenapa Key?" tanya Nayra yang melihat Baby Dila menangis kencang.
__ADS_1
" Entahlah sudah ku beri susu tapi tetap menangis" Baby Dila masih di gendong oleh Nanny nya.
" Coba sini aku gendong" Nayra pun mengambil Baby Dila. tapi tetap saja menangis tidak mau berhenti. Nayra pun melihat pada Kenzo yang sedang duduk di ruang makan lalu Nayra teringat akan sesuatu.
" Ken, kemarilah..!" ujar Nayra.
" Tidak mau di sana berisik" ujar Kenzo dengan datar. mau tidak mau Nayra pun mendekati Kenzo.
" Gendong lah ponakan mu" ujar Nayra menyerahkan Baby Dila pada Kenzo.
" Tapi----" Kenzo pun mau tidak mau menggedong Baby Dila karena Nayra sudah menaruh di tangan nya. dan benar saja seperti dugaan Nayra, Baby Dila langsung terdiam ketika di gendong oleh Kenzo.
" Dia itu sebenarnya anak ku bukan..? kenapa dia lebih mau di gendong oleh orang yang --- dari pada Daddy nya sendiri" ujar Dimitri dengan suara pelan.
" Orang yang apa...?" tanya Kenzo dengan ketus yang mendengar perkataan Dimitri.
__ADS_1
"Orang yang sangat baik" ujar Dimitri yang tidak mau menghina Kenzo lagi karena pasti dirinya akan di habisi rame rame oleh orang yang ada di rumah ini.
" Mau sampai kapan ini..? aku harus ke kantor " ujar Kenzo yang masih menggendong Baby Dila walaupun gendongan nya terlihat sangat kaku tapi mampu membuat Baby Dila terdiam.
" Sepertinya Baby Dila sudah tertidur" ujar Nayra menengok ke arah Baby Dila. dan dengan perlahan Nayra mengambil Baby Dila dari tangan Kenzo dan membawa nya masuk ke dalam kamar Keyla.
Saat Nayra kembali ke ruang makan Nayra tidak melihat Kenzo. Nayra mengira Kenzo sudah berangkat tanpa pamit pada nya. namun saat masuk kedalam kamar nya Nayra melihat Kenzo sedang mengganggu Baby Dafa yang sedang tertidur.
" Sayang, jangan mengganggu Baby Dafa" ujar Nayra dengan suara pelan karena tidak ingin mengganggu tidur putra nya.
" Aku tidak mengganggu, aku hanya sedang bermain dengan nya" ujar Kenzo berjalan mendekati Nayra dan memeluk nya dengan sangat erat.
" Bermain bagaimana? anak mu itu sedang tertidur" ujar Nayra melingkar kan tangan nya di pundak Kenzo dengan berjinjit. saat mereka hendak berciuman tiba tiba Baby Dafa menangis membuat Kenzo dan juga Nayra saling berpandangan dan tertawa bersama.
"Putraku ini masih kecil tapi sudah sangat posesif" ujar Kenzo melihat Ke arah Baby Dafa.
__ADS_1
"Putra siapa dulu? Like father like son, bukan?" Nayra menggelengkan kepalanya, sambil tertawa.
Kenzo pun langsung memeluk Nayra, yang sedang mengendong baby Dafa. Lalu mengecup kepala istrinya dengan penuh cinta.