
keyla yang melihat jeny pun menghela nafas nya
" kak jeny kenapa kau selalu bersama kak dimitri...?"gerutu keyla
" tentu saja aku akan selalu bersama kekasih ku...! ujar jeny.
" ishhh, aku lupa kak jeny adalah kekasih kak dimitri..! aku kira asisten pribadi kak dimitri..." ujar keyla tertawa, membuat dimitri pun ikut tertawa. melihat dimitri tertawa membuat jeny merasa kesal.
" kau itu masih kecil key, aku harap kau tidak sakit hati jika berharap lebih pada dimitri...!" ujar jeny tersenyum sinis
" aku bukan anak kecil, umurku sudah 20 tahun....!" jawab keyla dengan polos nya membuat dimitri tersenyum.
" ah ya aku lupa...! kau itu sudah dewasa tapi karena keluarga mu sangat memanjakan mu jadi kau bertingkah seperti anak kecil dasar gadis manja...!" ujar jeny tertawa kecil.
" aku...!!" ujar keyla wajah keyla pun terlihat sangat kesal atas perkataan jeny.
" apa kalian sudah selesai berdebat...!" ujar dimitri memandang ke arah jeny dan juga keyla. dimitri lalu mengambil pena yang berada di saku jas nya, mengambil kertas yang ada di meja lalu menyerah kan nya pada keyla.
" kau tadi bertanya pada ku bagaimana cara nya..? jadi datang lah malam ini bisik dimitri pada keyla. keyla yang tidak pernah di perlakukan seperti itu oleh seorang pria pun jantung nya seperti ingin meledak ledak. wajah nya pun langsung memerah.
jeny yang melihat dimitri memberikan kertas bertuliskan sesuatu pun mengeraskan muka nya karena menahan amarah nya. saat akan mendekati keyla untuk tahu apa yang tadi di berikan dimitri pada keyla. tetapi lengan nya di tarik oleh dimitri berjalan keluar dari salon.
keyla yang masih terbengong pun dengan susah payah mengatur pernafasan nya. lalu membuka kertas yang tadi di berikan oleh dimitri, tulisan itu ternyata alamat dari sebuah hotel. keyla pun binggung kenapa dimitri memberikan nya alamat hotel pada nya.
" key...!" teriak nyonya besar kepada keyla. keyla pun langsung menatap ke arah ibu nya. menaruh kertas yang tadi di berikan oleh dimitri pada saku celana nya.
" kau itu ibu sudah selesai kau baru datang..." guman nyonya besar. keyla pun hanya tersenyum dan merangkul manja pada nyonya besar.
sementara di luar salon dimitri masih menarik lengan jeny dan menyuruh nya masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
" masuklah..." ujar dimitri membuka pintu mobil nya
" aku tidak mau masuk sebelum kau beritahu pada ku, apa yang kau berikan pada keyla...?" ujar jeny dengan wajah cemberut nya.
" kau itu kenapa...? kau harus ingat, kau itu bukan siapa siapa bagiku jadi tidak berhak tau segala urusan ku...!" ujar dimitri yang mulai kesal dengan sikap jeny
" tentu saja aku harus tau, walupun aku bukan siapa siapa mu tapi aku mencintai mu dimitri..." ujar jeny. dimitri pun menghela nafas nya tidak ingin berdebat dengan jeny
" masuk lah cepat...!" ujar dimitri lagi pada jeny
" aku bilang aku tidak mau sebelum kau beritahu apa yang kau berikan pada keyla..?" ujar jeny melipatkan kedua tangan nya di dada nya.
" baiklah jika itu mau mu...!" ujar dimitri menutup pintu mobil nya dan berjalan ke arah pintu mobil yang satu nya membuka nya dan masuk ke dalam mobil melajukan mobil nya meninggal kan jeny.
" dimitri...! dimitri...!" teriak jeny dengan kesal karena di tinggal kan oleh dimitri
" shitttt....!" umpat jeny. " kenapa dia sama sekali tidak peduli pada ku..." ujar jeny dengan sangat kesal. lalu ia teringat akan keyla, jeny pun ingin masuk ke dalam salon kembali. namun saat ingin masuk, jeny melihat nyonya besar sudah berada di samping keyla.
" kalau saja keluarga ku itu tidak berhutang pada ibu mu, sudah ku remas remas kau bagaikan kertas..." ujar jeny sambil terus menatap ke arah nyonya besar dan keyla yang sudah masuk ke dalam mobil meninggal kan tempat salon.
jeny pun mengambil ponsel nya menghubungi dimitri, namun ponsel nya tidak diangkat angkat oleh dimitri.
" sial...! aku pulang naik apa...?" ujar jeny dengan kesal menghentak hentakan kaki nya.
dimitri yang mengendarai mobil nya masih merasa kesal dengan sikap jeny. lalu dimitri pun mengingat kembali sikap keyla yang dianggap nya sangat tidak masuk akal, seorang gadis yang berusia 20 tahun namun terlihat begitu polos dan apa ada nya.
" kita lihat malam ini, apa dia memang benar sangat polos atau hanya berpura pura karena ingin menipu ku..." ujar dimitri, ada seringai licik di wajah dimitri.
....................
__ADS_1
setelah selesai dari salon nyonya besar pun mengajak keyla berkunjung ke rumah teman nya yang memilki seorang putra yang sangat tampan. nyonya besar sengaja ingin mengenal kan keyla dengan anak teman nya.
mengingat perkataan keyla kemarin yang berkata sedang patah hati. membuat nyonya besar menyadari bahwa sudah saat nya ia mengenal kan seorang pria untuk keyla.
nyonya besar tidak ingin kecolongan lagi seperti yang terjadi dengan putra nya kenzo yang memilih wanita kampung untuk di jadikan istri nya. nyonya besar ingin keyla mendapat kan pria yang sangat mapan dan jelas asal usul nya. setelah sampai nyonya besar dan keyla pun memasuki sebuah mansion yang besar.
" nyonya aberto apa kabar mu...?" tanya seorang wanita yang menyambut kedatangan nyonya besar dan keyla. lalu membawa nyonya besar dan keyla untuk duduk di ruang tamu.
" kabar ku sangat baik nyonya gonzales..." ujar nyonya besar. teman nyonya besar langsung menatap pada keyla
" apakah ini keyla putri yang kau ceritakan pada ku...?" ujar nyonya gonzales
" iya, kenal kan ini putri keyla..." ujar nyonya besar
" kau sangat cantik..." ujar nyonya gonzales pada keyla. yang di jawab senyuman oleh keyla.
" dimana putra mu...?" tanya nyonya besar
" ah sayang sekali putraku sudah berangkat bekerja..! kenapa kau tidak menelpon ku dulu ketika datang kemari..?"
" aku tadi mendadak mengingat mu lalu datang kemari jadi tidak sempat menghubungi mu.." ujar nyonya besar.
" nanti kita bisa atur kembali pertemuan nya..." ujar nyonya gonzales menatap pada keyla.
keyla hanya diam saja mendengarkan ibunya mengobrol karena saat ini hati nya masih berbunga bunga atas perlakuan dimitri pada nya tadi saat di salon.
setelah puas mengobrol dengan teman nya, nyonya besar dan keyla pun pulang kembali ke hotel. keyla langsung masuk ke dalam kamar nya membuka kembali kertas yang di berikan dimitri pada nya. " kenapa kak dimitri menyuruh ku untuk datang ke alamat ini..." guman keyla dalam hati.
" apa aku harus menanyakan pada kakak ipar...?" guman keyla
__ADS_1
" ah tidak tidak nanti kak kenzo menguping lagi..." lirih keyla.
.