Menikahi Jd Yg Ke 2

Menikahi Jd Yg Ke 2
part 42


__ADS_3

Nayra yang baru terbangun dari tidurnya, langsung memeriksa seluruh tubuhnya. Dan melihat tidak ada tuan Kenzo di dalam kamar tersebut


"Syukurlah beruang kutub itu tidak ada."


Nayra lalu berjalan menuju menuju bathroom, dan memandangi pantulan tubuhnya didepan cermin.


"Dasar beruang kutub!" Umpat Nayra, saat melihat bekas gigitan dan kecupan di tubuhnya.


Beberapa saat kemudian, Nayra yang sudah selesai membersihkan tubuhnya. langsung menuju ke bawah ke lantai bawah.


"Selamat pagi, Nyonya Nayra." Sapa Pak Li, dengan penuh hormat.


"Pagi, Pak Li." Nayra menjawab sapaan tersebut, dengan senyum dibibirnya. "Pak Li, di mana tuan Kenzo?" tanya Nayra.


"Tuan, sudah berangkat kerja." Jawab Pak Li.


"Tumben pagi sekali." Gumam Nayra.


Lalu Nayra merdengar suara sepatu, berjalan mendekat kearah ruang makan.


"Honey, I am home." Teriak Angel, sambil terus melangkah ke ruang makan.


Nayra kemudian melihat sosok Angel yang sudah berdiri, dan dibelakangnya ada pelayan yang sedang mendorong koper Nyonya Angel.

__ADS_1


"Oh iya, perasaan sudah lama tidak melihat nenek lampir ini." Nayra bergumam dalam hati.


"Pa Li, dimana tuan Kenzo." Tanya Angel, karena tidak melihat suaminya ada diruang makan.


"Tuan Kenzo sudah berangkat nyonya." Jawab Pak Li.


"Benarkah? Tidak biasanya dia berangkat pagi." Ujar Angel, dengan senyum sinis dibibirnya. Ia lalu duduk di kursi makan.


"Nyonya Angel, anda dari mana? Perasaan beberapa hari ini, aku tidak melihat anda." Sapa Nayra.


"Ish, rupanya ada kau si gadis kampung!" Sindir Angel dengan ketus.


"Ya ampun, Nyonya. Segede gini baru kelihatan." Sahut Nayra, sambil melanjutkan sarapan paginya.


"Ini apa?" Tanya Angel, sambil memegang leher Nayra. "Jangan bilang ini kecupan dari suamiku?" tanya Angel, dengan intonasi yang meninggi.


"Apaan sih, Nyonya." Nayra menepis tangan nyonya Angel dari lehernya.


"Sudah berapa kali kau bercinta dengan Kenzo?" Bentak Angel.


"Uhuk .. uhuk ...." Nayra langsung tersedak, saat mendengar pertanyaan Nyonya Angel.


"Pelan-pelan, Nyonya Nayra." Pak Li mengambil air minum untuk Nyonya nya.

__ADS_1


"Terima kasih Pak Li." Ucap Nayra.


"Hey, gadis kampung. Kau belum menjawab pertanyaanku." Sentak Angel, dengan sorot mata yang tajam. "Sial! Aku pikir Kenzo, tidak akan mau bercinta dengan gadis kampung seperti Nayra." Umpat Angel, dalam hati


"Nyonya, kenapa anda bertanya seperti itu?" Nayra balik bertanya pada Angel.


"Jawab saja pertanyaanku!" Angel yang emosi, mencengkram bahu Nayra.


"Aw, sakit Nyonya." Nayra berusaha melepaskan cengkraman Nyonya Angel.


"Nyonya Angel, tolong lepaskan Nyonya Nayra!" Pinta Pak Li.


"Diam kau pelayan! Jangan ikut campur, dalam urusan majikan." Maki Angel.


"Bukan aku ikut campur, Nyonya. Tapi aku sudah ditugaskan Tuan Kenzo, untuk menjaga Nyonya Nayra. Jadi tolong lepaskan Nyonya Nayra, atau aku akan menghubungi Tuan Kenzo." Ancam Pak Li.


"What?" Angel merasa tidak percaya dengan yang didengarnya. "Kenzo meminta Pak Li, untuk menjaga Nayra? Sebegitu berhargakah gadis kampung ini?" Gumam Angel, dalam hati. Sambil melepaskan cengkraman tangannya.


Nayra yang melihat wajah Angel terkejut, langsung mempunyai ide agar nenek lampir itu semakin emosi.


"Aku sudah berkali-kali bercinta dengan Kenzomu itu. Apa kau puas dengan jawaban aku?" Nayra tersenyum sinis. "Panas-panas deh lo, dengernya. Tuan, anggap ini bonus karena kau sudah melepaskan aku tadi malam." Gumam Nayra dalam hati.


Pak Li yang mendengar perkataan Nyonya Nayra, ikut tersenyum tipis.

__ADS_1


"What the ****!" teriak Angel, sambil berlalu pergi dari ruang makan.


__ADS_2