
"sekarang pijat lah kepala ku..." perintah kenzo
nayra pun memindah kan pijatan nya ke kepala kenzo.
" kurang keras!!! kau ini sudah makan blm?tidak ada tenaga sama sekali..." gerutu kenzo
nayra pun memijat kepala kenzo dengan keras
" stop..kau ingin membunuh ku ya...!!!" pekik kenzo
" ken mau mu apa..?pelan salah keras juga salah??guman nayra
" kau itu memijat saja tidak bisa....!!!!"guman kenzo
nayra yg sedari tadi kesal melayangkan tinju nya keudara tepat diatas kepala kenzo
" apa yg kau lakukan...!!!!"
" upssss...kok dia tau ya!!! " guman nayra dalam hati
"aku tidak melakukan apa pun..." nayra sedikit berbohong.
" ahhh..sudahlah sekarang pijat wajah ku..."perintah kenzo
" wajah mu??" pekik nayra
" ya wajah ku..!!!krn akhir akhir ini kau selalu membuat ku emosi membuat wajah ku ini kaku..." guman kenzo menatap nayra
" ishhhhh bukan nya memang wajah mu itu sudah kaku dari saat pertama kali kita bertemu ya ken...." canda nayra dengan terkekeh kecil
__ADS_1
" kau mau ku hukum....!!!"pekik kenzo
"hahahhaha!! maaf ken..." jawab nayra masih dengan terkekeh
"lagi pula bagaimana cara ku memijat wajah mu??aku tidak bisa...!!"
"duduk lah di sini..."ujar kenzo sambil menepuk di kedua paha nya
"ihhhhhh apaan!!! gak mau ah..."pekik nayra
" kau itu jangan berfikiran mesum...!!!aku menyuruh mu duduk agar kau bisa memijat wajah ku..."seringai licik terlihat diwajah kenzo
"aku berfikiran mesum...?? ishhhhh bukan nya kebalik ya!!!" guman nayra mengerucutkan bibir nya
kenzo yg melihat nayra bertingkah kesal.tertawa geli dalam hati nya
" kau ini berisik sekali..." menarik lengan nayra dengan kencang hingga nayra berada dipangkuan kenzo.mata biru kenzo menatap dekat dengan mata hitam nayra.
" jantung ku ini kenapa...?pekik kenzo dalam hati.yg masih menatap mata nayra
" tok..tok...tok...permisi tuan.."jimy memasuki ruangan kenzo.melihat adegan romatis tuan nya bersama nyonya nayra.jimy hanya bisa menelan air ludah nya dan tersenyum simpul..
nayra yg mendengar suara jimy langsung berdiri dari pangkuan kenzo melangkah menuju sofa" haduhhhhh jatung ku rasanya kok mau loncat ya...!!!mudah mudah tuan kenzo tidak mendengar suara jantungku tadi yg berdegub kencang..."guman nayra dalam hati sambil berpura pura memain kan ponsel nya
" ada apa jim..." pekik kenzo dengan kesal.
"jim kau ini menggangu saja..."guman kenzo dalam hati.sambil menatap ke arah nayra yg terlihat sibuk dengan ponsel nya
"tuan kita ada pertemuan dengan tuan dimitri" ujar jimy
__ADS_1
" ohhh iya aku sampe lupa..." guman kenzo.
" kau siap kan semua berkas nya jim.." perintah kenzo
"baik tuan...aku permisi..." jimy melangkah keluar ruangan kenzo sambil terus tersenyum mengingat kelakuan tuan dan nyonya nya tadi
" aku akan ada tamu..kau pergi lah dulu berkeliling kantor ini..sebelum aku menelpon mu kau jangan kembali dulu..." kenzo berkata datar
" apa boleh aku pergi dr kantor ini..?" tanya nayra
" aku menyuruh mu berkeliling bukan pergi dari kantor ini...!!" guman kenzo menatap tajam nayra
"hufffffftttt ....baiklah..." jawab nayra sambil menghela nafas nya dengan berat
"apa enak nya coba berkeliling kantor...kalo berkeliling mall mah aku pasti senang"gerutu nayra dalam hati
" ingat jangan jauh jauh...nanti kau kesasar..." guman kenzo
" memang nya aku anak kecil apa kesasar..." sungut nayra
" apa kau ingat ruangan ku dilantai berapa...?"" tanya kenzo
" tentu saja lantai...!!!!" nayra berhenti berbicara.krn nayra tadi tidak tahu di lantai berapa ia berhenti.krn yg memecet tombol lift jimy.
" dasar anak kecil...." gerutu kenzo menggelengkan kepala nya
" memang lantai berapa ini...."tanya nayra dengan wajah kesal nya.
" 30..." jawab kenzo singkat
__ADS_1
tanpa banyak bicara nayra langsung melangkah keluar ruangan tuan kenzo.." kenapa nasib ku begini amat ya...!!! aku di usir ketika dia ada tamu.kenzo pun tidak pernah mengenal kan ku pada orang orang disekitar nya.bahkan pernikahan ku pun tersembunyi.walaupun pernikahan ini hanya pernikahan kontrak tapi kok ya gini amat!!! keluh nayra dalam hati
" huffffftttt....." nayra menghela nafas dengan panjang.melangkah menuju lift kelantai dasar