
"Jim sakit sekali.... "ujar Novi masih mencengkram tangan Jimy. "Aku tidak mau melahirkan lagi, satu anak sudah cukup bagiku," Novi mengatur nafasnya kembali agar tenaganya tidak terbuang dengan percuma. "Kau tahu setelah ini aku harus ikut kb atau kau saja yang ikut kb, karena aku takut kalau ikut kb aku menjadi gemuk. kalau aku gemuk, kau pasti akan selingkuh di belakangku." ujar Novi panjang lebar bicara tidak karuan.
Dan selama proses melahirkan, Novi terus saja mengoceh pada Jimy dari A sampai Z. Membuat kuping Jimy sangat panas, dan juga karena dirinya harus menahan rasa sakit karena kuku Novi menancap dengan sempurna di tangannya.
Dengan cepat Novi mengejan dengan kencang, dirinya sangat berusaha untuk segera melahirkan Baby Leo, sementara Jimy masih setia di samping Novi dengan ekspresi datarnya.
Dengan menarik nafasnya kembali, Novi pun mengejan lebih keras dan akhirnya berhasil melahirkan seorang bayi laki - laki berambut pirang seperti Jimy dengan berat badan 3,5 kg membuat Baby itu terlihat gembul.
Setelah melihat Babynya keluar barulah Jimy tersenyum dengan wajah yang bahagia.
"Terima kasih sayang," ucap Jimy mencium kening Novi dengan lembut. "Welcome to the word Baby Leo, tidak sia sia aku diam mendengarkan ocehan Mom mu itu," ujar Jimy menatap pada Baby Leo yang sudah di letakan di dada Novi.
"Jim," gerutu Novi.
"Aku hanya bercanda," ujar Jimy.
Novi yang saat ini melihat Baby Leo yang berada di dekapannya merasa sangat bahagia, dirinya mengingat kembali perjuangan yang sangat berat saat kehamilan Baby Leo, bahkan dirinya sempat mengalami koma selama dua bulan saat mengandung Baby Leo.
"Kau tahu sayang, saat nanti kau melahirkan lagi. kau harus ingatkan aku untuk membawa headset," bisik Jimy yang langsung mendapatkan pukulan yang keras dari Novi.
__ADS_1
"Tapi setidaknya aku tidak melukaimu," ucap Novi sambil menatap Baby Leo yang masih di dalam dekapannya.
"Siapa bilang anda tidak melukai sahabatku ini, coba saja lihat tangannya ," ujar Ricardo.
Novi pun langsung melihat tangan Jimy, ada bekas garetan darah di tangan Jimy akibat kukunya yang menancap di tangan suaminya itu.
"Sayang maafkan aku, aku tidak sengaja," ucap Novi dengan suara yang pelan.
"Tidak papa sayang, kau mau melukaiku seperti apa pun tidak apa- apa asalkan kau bisa melahirkan baby kita dengan selamat," ujar Jimy mencium bibir Novi dengan lembut.
"So sweet," ucap Novi.
"What? kau saja yang melahirkan. aku baru melahirkan kau sudah menyuruhku untuk punya Baby lagi," ujar Novi yang langsung menggigit tangan Jimy dengan keras. hingga membuat Jimy langsung berteriak dengan kencang.
"Telat Bro! kenapa teriaknya baru sekarang," ujar Ricardo meninggalkan ruang rawat dengan menarik nafasnya dengan berat.
Satu hari kemudian.
Mom Jenita dan Dad James Richard datang untuk melihat cucu mereka, Mom Jenita merasa sangat bahagia karena Baby Leo mirip sekali dengan Jimy dari rambutnya dan juga warna matanya.
__ADS_1
"Bel bambino (bayi yang lucu)" ujar Dad James Richard.
"Bambino apa? bayi ini namanya Leo.... " ujar Ibu Nina.
"Si, lo so (ya aku tahu)," ujar Dad James Richard.
"Bukan Lo so tapi Leo," ucap Ibu Nani lebih kencang karena mertuanya itu tidak mengerti juga bahwa nama cucunya itu Leo.
"Nov, mertua mu ini kok ya ngeyel. sudah diberitahu nama anakmu itu Leo... Leo," ujar Ibu Nani dengan emosi.
Novi yang mendengar ucapan Ibunya hanya diam saja, karena Novi memang tidak mengerti dengan bahasa yang di ucapkan oleh Ayah mertuanya itu. Sementara Jimy dan Mom Jenita tertawa mendengar percakapan lucu antara Ibu Nani dan Dad Richard.
"Kenapa kalian tertawa?" tanya Ibu Nina. "Jim, beritahu Ayahmu kalau nama anakmu itu Leo, L... e ... o. " ucap Ibu Nani.
"Aku bisa mati berdiri mendengar ucapannya," ujar Dad james Richard. membuat Ibu Nani terkejut mengetahui besannya itu bisa berbahasa.
"Wah, bisa bahasa toh Pak?" ujar Ibu Nani dengan wajah yang malu.
"Makanya Bu, kalau tidak mengerti diam saja." ucap Pak Anto membuat mereka yang berada di ruangan itu langsung tertawa dengan kencang.
__ADS_1