
tuan kenzo yang sudah berada di dalam mobil bersama jimy pergi menuju perusahaan.
" tuan, jadwal dengan dokter ricardo sudah di atur..!!" ujar jimy
"emmm...!" kenzo hanya berdehem lalu menidurkan kepala nya di kursi mobil
" jim...buka blokiran kartu ibu, ijinkan ibu untuk keluar dari mansion...!" ujar kenzo dengan wajah datar nya
" baik tuan..!" ujar jimy lalu menelpon seseorang.
" bangun kan aku jika sudah sampai..!" ujar kenzo lagi. jimy melihat wajah lelah tuan nya, tau kalo semalaman tuan kenzo tidak tidur untuk menjaga nyonya nayra.
" baik tuan...!" ujar jimy lalu keadaan di mobil pun hening hanya ada suara nafas tuan kenzo yang sudah mulai teratur menandakan sang pemilik nafas itu sudah terlelap tidur.
..................
" oh ya key, bagaimana hubungan mu dengan pria itu..?" tanya nayra yang masih berada di tempat tidur nya.
" hubungan yang mana kak...?" tanya keyla binggung dengan wajah polos nya
" ishhh..kemaren kau cerita pada ku kau menyukai seorang pria...?" tanya nayra lagi.
" ohhh....!!" jawab keyla
" hanya ohhh..." seru nayra
" emmm, aku belum cerita pada mu. kalo kak jeny juga seperti nya mungkin menyukai nya...!" ujar keyla
" jeny...!?" ujar nayra terkaget
"ya...! aku pun mengenal pria itu karena kemaren pergi bersama kak jeny..." ujar keyla
" lalu jika jeny menyukai nya, apa masalah nya key...?" ujar nayra
" bukan itu masalah nya kak..! tapi aku tidak tau no ponsel nya dan aku pun tidak tahu apa apa selain nama nya....!" ujar keyla dengan wajah cemberut. membuat nayra tertawa kecil
" key, ingatlah jika memang pria itu jodoh mu. kalian pasti akan bertemu lagi...!" ujar nayra membuat keyla langsung tersenyum.
" oh ya nama pria itu siapa key...?" tanya nayra
" dia...---" keyla langsung berhenti karena mendapatkan panggilan telpon dari nyonya besar
" ya bu...!" ujar keyla
" sayang, kau di mana..?" tanya nyonya besar
" aku di mansion utama bu...!" ujar keyla
__ADS_1
" ibu akan ke negara j, apa kau mau ikut...?" tanya nyonya besar.
" ke negara j...? bukan kah ibu di larang keluar dari mansion? " tanya keyla menatap heran ke wajah nayra.nayra yang mendapat tatapan dari keyal pun hanya diam mendengar kan pembicaran keyla dengan nyonya besar.
" kakak mu sudah memperboleh kan nya, dan semua kartu ibu sudah di buka.ibu ingin jalan jalan dan belanja di negara j, apa kau mau ikut...?" tanya nyonya besar.
" belanja...! tentu saja aku akan ikut bu..." seru keyla lagi.
" ibu tunggu di mansion oke.." ujar nyonya besar,lalu keyla menutup ponsel nya.
" kakak ipar terima kasih, berkat dirimu kak kenzo sudah mencabut hukuman nya pada ibu..." ujar keyla memeluk nayra.nayra pun membalas pelukan nya pada keyla.nayra pun bahagia kenzo sudah mengabul kan permintaan nya.
" kakak ipar apa kau mau ikut bersama ibu pergi ke negara j...?" tanya keyla
" emmm...." guman nayra melirik ke arah pa li
"maaf nona keyla,, aku rasa tuan kenzo pasti akan melarang nyonya untuk ikut...!" ujar pa li
" kau dengar sendiri key...!" ujar nayra tersenyum
" hufftttt, kak kenzo itu memang menyebal kan...!" sungut keyla.
" tapi kalo aku pergi, kakak ipar tidak apa apa kan...?" tanya keyla
" tidak apa apa key, kau pergilah jalan jalan bersama ibu...!" ujar nayra.
" key, salam untuk ibu..." ujar nayra keyla pun mengagukan kepala nya langsung memeluk nayra .pa li pun mengantar kan nona keyla keluar pintu kamar lalu balik lagi ke kamar tuan kenzo.
" nyonya nayra apa ada yang anda butuh kan...?" tanya pa li
" tidak ada pa li...! ujar nayra lalu bangkit dari kasur nya.
" anda mau ke mana nyonya...?" tanya pa li dengan wajah khawatir.
" pa li aku bukan anak kecil, kau keluar lah nanti jika aku membutuh kan mu aku pasti memanggil mu...!" ujar nayra dengan wajah kesal.karena seharian ini kenzo dan juga pa li seperti sedang merawat orang yang sedang sakit saja.padahal nayra merasa diri nya baik baik saja.
nayra pun berjalan ke arah balkon mengambil ponsel nya dan menelpon novi.
" nov, lo di mana..? tanya nayra
" gua di tempat kerjaan...!" ujar novi.
" kabar lo gimana nay..? tuan jimy kemaren bilang lo ngilang gak ada kabar emang lo kabur ya...?" tanya novi
" kabur dari mana, kmren itu gua ziarah ke makan orang tua gua.kenzo salah paham dia pikir gua kabur..." ujar nayra sambil tertawa kecil.
" ishhh... ada ada aja!!" ujar novi
__ADS_1
" nov gua ketempat kerja lo ya...!" ujar nayra
" tentu aja boleh, kan yang punya cafe ini suami lo...! sapa tau gua boleh di izin kan pulang cepat.." ujar novi terkekeh.
" boleh kok nov lo pulang cepat, tapi nanti gaji lo juga di potong..." ujar nayra tertawa keras
" ishhh,, dasar nenek gayung pelit amat sih lo...!" sungut novi
" biarin aja...wew!! ujar nayra kembali tertawa." gua siap siap dulu ya..!" ujar nayra lalu menutup ponsel nya.
nayra pun bersiap siap untuk pergi ke cafe x.saat keluar dari kamar nayra melihat pa li yang berdiri di samping pintu.
" nyonya mau ke mana...?" tanya pa li
" aku mau pergi sebantar pa li..." ujar nayra.
" tapi tuan melarang anda untuk pergi keluar..!" ujar pa li.nayra pun langsung mengambil ponsel nya.
" ken, apa kau menyuruh pa li untuk melarang ku pergi dari mansion...?" tanya nayra.
" ya sayang, kau harus banyak istirahat dulu...!" ujar kenzo
" tapi aku sudah sehat, boleh kan aku pergi ke cafe x untuk bertemu dengan novi..?" pinta nayra
"tidak boleh..." ujar kenzo dengan tegas
" ken, aku mohon !! " pinta nayra kembali
" no nayra..." ujar kenzo, nayra pun langsung mematikan ponsel nya.lalu menatap pa li
" pa li boleh kan...?" ujar nayra dengan muka memelas nya
" maaf nyonya...!" ujar pa li tangan nya menyuruh nayra untuk masuk ke dalam kamar, dengan wajah kesal nayra pun masuk ke dalam kamar nya.
................
" tut..tut..tut.." suara ponsel yang terputus.kenzo pun langsung menghubungi ponsel keyla
" di mana ...?" tanya kenzo
" aku perjalanan pulang ke mansion ibu...! kenapa kak..?" tanya keyla, kenzo langsung menutup ponsel nya.
" jim...kita pulang!!" ujar kenzo langsung berdiri.
" tapi tuan, 10 menit lagi kita akan ada rapat.." ujar jimy.kenzo hanya diam saja tetap berjalan ke luar ruangan dan masuk ke dalam lift.
" telpon pa li, jangan memperboleh kan nyara keluar dari mansion...! ujar kenzo
__ADS_1
" baik tuan..." ujar jimy