
Kedua orang tua Jimy pun sudah berjanji pada Ana untuk tidak memberitahu pada Jimy tentang keadaan Ana yang sebenar nya. itulah mengapa kedua orang tua Jimy membiarkan putra mereka bekerja dengan teman nya Tuan Kenzo di perusahan Kenzo Drc, agar Jimy bisa move on dari kenangan Ana.
Dan mengenai persyaratan yang di ajukan oleh kedua orang tua Jimy tentang pernikahan pun agar Jimy mendapatkan wanita yang terbaik yang di pilih oleh mereka. setelah banyak wanita yang di kenalkan dan dijodohkan dan yang terakhir adalah Dokter Rini selalu saja gagal karena perbuatan putra nya yang selalu membuat calon istrinya itu mundur dengan terpaksa. membuat tuan James dan nyonya Jenita membuat keputusan, siapa pun wanita yang akan di kenalkan oleh Jimy asalkan wanita baik baik pasti akan di restui oleh mereka.
..............
" Jim, kenapa kau kemari..?"tanya Novi yang melihat Jimy masuk ke dalam kamar nya.
" Ini kamar ku" jawab Jimy dengan singkat.
" Jim, sebenarnya apa yang tadi kalian bicarakan, sampai kedua orang tua mu mengira kita sudah menikah dan membuat kita di satu kamar yang sama?"tanya Novi yang duduk di atas tempat tidur.
" Aku mengenalkan mu sebagai istri ku" ujar Jimy yang kini duduk di sofa nya dengan melepaskan kancing kemeja atas nya karena merasa sangat sesak.
" Apa...? kenapa kau berkata seperti itu" Novi benar benar terkejut dengan apa yang di dengar nya." pantas saja ibu mu mengucapkan selamat pada ku" ujar Novi mengingat kembali perkataan nyonya Jenita.
" Tadi nya aku hanya ingin membuat kedua orang tua ku marah, dan tidak lagi menjodoh jodohkan aku dengan wanita mana pun. tapi kenyataan nya...." Jimy tidak meneruskan perkataan nya.
" Lalu kita harus bagaimana?" tanya Novi dengan wajah bingung nya yang kini terjebak di dalam sandiwara yang Jimy lakukan.
" Aku akan mencoba berbicara kembali dengan mereka" Jimy pun masuk ke dalam kamar mandi meninggalkan Novi dengan wajah yang penuh tanda tanya.
__ADS_1
*********
" Yang benar...?" tanya Nayra dengan terkejut.
" Baiklah, aku akan mencoba berbicara dengan Kenzo" Nayra pun menutup ponsel nya dan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk menemui suami nya.
"Akh....." teriak Nayra yang melihat Kenzo yang sudah tidak mengenakan apa pun sedang berdiri untuk masuk kedalam bathtub.
" Sayang, kau kenapa?" tanya Kenzo yang langsung mendekati Nayra.
" Aku kaget " jawab Nayra yang masih membalikkan tubuh nya.
" Kaget atau kau malu" kenzo pun menggoda istri nya dengan merangkul pinggang Nayra dari belakang.
" Sayang kita sudah lama---" Kenzo mencium tengkuk istri nya itu.
" Ken, aku belum selesai...." Nayra pun membalikan tubuh nya menghadap suami nya dengan wajah yang menahan hasrat nya itu. di belainya wajah suami nya itu dan mencium nya dengan lembut.
" Keluarlah" ucap Kenzo.
" Kau mengusir ku" seru Nayra menatap kesal pada suami nya.
__ADS_1
" Kalau kau masih di sini, aku tidak bisa menahan nafsu ku" Kenzo pun kembali masuk kedalam bathtub.
Setelah selesai mandi Kenzo pun keluar dengan handuk di pinggang nya. Nayra yang melihat suami nya sudah keluar dari kamar mandi, menaruh Baby Dafa di dalam baby box dan segera menghampiri suami nya dengan membawa handuk kecil untuk mengeringkan rambut suami nya.
" Kemarilah" Kenzo menyuruh Nayra untuk duduk di pangkuan nya. " Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Kenzo menatap wajah istri nya itu.
" Ken, bantu lah Novi" pinta Nayra yang sudah duduk dipangkuan suami nya itu." Novi----"
" Aku tahu" jawab Kenzo memotong pembicaraan Nayra.
"Kau mau menolong nya kan?" tanya Nayra.
" Untuk apa aku menolong nya?"
" Ken..." Pekik Nayra melotot pada suami nya itu.
" Sayang, biarkanlah Jimy terjebak di dalam permainan yang dia buat sendiri. agar dia merasakan seperti diriku yang terjebak di dalam pernikahan karena permainan ku sendiri" ucap Kenzo dengan datar nya.
" Jadi selama ini kau merasa terjebak dengan ku" bentak Nayra menatap tajam pada mata Kenzo.
" Sayang, Bukan begitu maksud ku. aku-----" belum sempat meneruskan pembicaraan nya, Nayra sudah pergi meninggalkan Kenzo dengan membawa Baby Dafa.
__ADS_1
" Jim, kau harus mati....!" umpat Kenzo dengan emosi.