
Dokter Ricardo yang akan masuk ke dalam ruang persalinan nyonya Nayra melihat Jimy yang sedang berdiri di pintu masuk ruangan seorang diri.
" Nasib jomblo pasti selalu sendiri di mana pun ia berada" ujar Ricardo dengan menepuk pada bahu Jimy.
" Cih, bukan nya kau juga sama sepeti ku " ujar Jimy dengan senyum sinis di bibir nya.
" Tapi setidak nya aku selalu di keliling Dokter dan juga perawat yang cantik tidak seperti mu yang selalu sendiri seperti ini" ujar Ricardo sambil berlalu masuk ke dalam ruang persalinan meninggalkan Jimy yang masih terdiam.
Jimy memandang ke arah sekitar nya memang tidak ada siapa siapa selain dirinya. " kenapa aku baru menyadari tidak ada orang lain di sekeliling ku" gumam Jimy dalam hati. ia teringat sesuatu lalu mengambil ponsel nya dan mengirim pesan pada seseorang.
" Bagaimana...? ujar Dr. Ricardo pada Dr. jasmine.
" Sudah waktu nya Dok" ujar Dokter jasmine yang sudah berada di depan Nayra.
" Baiklah nyonya Nayra jika bayi anda mengajak untuk keluar anda harus mengejan dengan kuat" ujar Dokter Jasmine memberitahu pada Nayra.
__ADS_1
Seperti yang di katakan oleh Dokter Jasmine, begitu merasakan bayi nya mengajak untuk keluar. Nayra pun mengejan dengan sangat kuat dengan tangan yang masih menarik rambut Kenzo.
" Oke bagus, ambil nafas lalu mengejan lagi " ujar Dr Jasmine kembali. Nayra pun mengikuti arahan dari Dokter Jasmine.
Kenzo yang ada di sebelah Nayra pun tanpa di sadari nya ikut mengejan membuat Dokter Ricardo tertawa kecil." sungguh pemandangan yang sangat unik" gumam Dokter Ricardo lalu mengambil ponsel yang ada di meja di ruangan itu dan mengarahkan nya pada tuan Kenzo.
"Egh..." Nayra mengejan dengan sangat kuat sambil menutup mata nya dengan nafas yang tersengal sengal Nayra menggeleng gelengkan kepala nya tanda dirinya sudah tidak sanggup lagi.
" Nyonya mata anda tidak boleh terpejam tatap lah pada kaki anda atau tatap suami anda" ujar Dr. jasmine.
" Aku sudah tidak kuat Dok..." ujar Nayra dengan lemah menatap pada mata Kenzo.
" Ayo nyonya anda pasti bisa " ujar Dr. jasmine ikut memberi semangat pada Nayra. Nayra pun kembali mengejan saat merasakan kembali bayi nya ingin keluar.
" Bagus nyonya, sudah kelihatan kepala bayi nya. ayo mengejan dengan sangat kuat jangan sampai tertahan" ujar Dr Jasmine
__ADS_1
" Egh..." Nayra pun mengejan dengan sangat kuat dan panjang.
lalu terdengar suara tangisan bayi yang sangat kencang di ruangan itu membuat Nayra dan juga Kenzo langsung menatap bayi mereka.
" Selamat tuan..nyonya bayi anda laki laki "ujar Dokter jasmine dengan menggendong bayi Nayra dan menaruh nya langsung di bagian dada Nayra.
Nayra yang melihat bayi kecil putih yang sekarang ada di dada nya bergerak gerak dan menangis dengan sangat kencang membuat nya menetes kan air mata. begitupun dengan kenzo, dirinya benar benar tak menyangka sudah menjadi seorang ayah.
Kenzo melihat bayi kecil mungil putih itu dengan warna mata yang sama dengan dirinya. sedang menangis dengan sangat kencang. lalu Dokter jasmine membawa bayi itu untuk di bersihkan.
" Ini putra mu..." ujar Dr Ricardo menyerah kan bayi yang sudah di beri selimut itu pada tuan Kenzo. tapi Kenzo diam saja tidak bergerak sama sekali.
" Aku takut menjatuhkan nya, aku tidak bisa menggendong bayi " ujar kenzo masih menatap pada bayi nya yang sedang di gendong Ricardo.
" Kau itu jago berbisnis tapi menggendong putra mu sendiri takut" ujar Ricardo yang langsung menyerahkan bayi tersebut pada Kenzo.
__ADS_1
Kenzo yang awalnya ragu mau tidak mau langsung mendekap tubuh mungil itu dengan sangat hati hati karena takut akan terjatuh. Kenzo menatap pada wajah Nayra yang sedang tersenyum pada nya.
" Thank you, dear..." ucap Kenzo pada Nayra dan kembali memandang bayi mungil nya itu dan mencium nya dengan penuh kasih.