
Dafa menatap kearah Leo dan juga Mini gadis berumur sepuluh tahun yang seumuran dengan adiknya Twins D.
"Kalian harus berteman dengan baik, karena kelak Leo yang akan menjadi tangan kanan mu." ujar Kenzo pada Dafa dan Leo.
"Mini kau ikut aku, aku akan mengenalkan mu pada Twins D ku," ujar Kenzo dan membawa Mini keluar dari kamar Dafa.
Dafa menatap Leo dengan seksama dan dengan tatapan yang meremehkan.
"Apa kau sama hebatnya dengan Om Jimy?" tanya Dafa menatap pada wajah Leo yang terlihat datar.
"Aku akan berusaha lebih baik dari Daddy ku," ujar Leo dengan singkat dan tanpa ekspresi apa pun.
"Il suo modo di parlare รจ molto arrogante (gaya bicara dia sombong sekali)" ujar Dafa dengan senyum sinisnya.
"Non sono arrogante ma sono fiducioso (Aku bukan sombong tapi aku percaya diri)" jawab Leo dengan tenang.
__ADS_1
Jawaban yang di berikan oleh Leo membuat Dafa terdiam, Dafa merasa yakin pilihan Ayah nya sangat lah tepat. Dafa suka dengan gaya Leo yang percaya diri, dan mulai saat itu Dafa dan Leo pun berteman dengan baik.
Leo Richard adalah anak pertama dari pasangan Jimy dan Novi, Leo yang tumbuh di dalam mansion keluarga Richard di kejutkan oleh keputusan Daddy nya untuk mengirim dirinya kuliah di 1Stanford University, Amerika.
Apalagi saat Daddy nya mengatakan bahwa dirinya kelak akan menjadi tangan kanan dari seorang yang bernama Dafa, anak dari Tuan Kenzo sahabat Daddynya. Awalnya Leo menolak keputusan itu, karena dirinya merasa tidak mau menjadi seorang tangan kanan biasa. Dirinya berharap bisa menjadi seorang pemimpin di perusahaan milik Daddynya yang terkenal di Paris.
Namun Daddy nya bercerita tentang masa lalunya yang juga seorang tangan kanan dari Tuan Kenzo, Daddy Jimy ingin Leo mengikuti jejaknya agar mampu berpijak di jalannya sendiri tanpa mengandalkan kekuasaan Grandpa Richard. Bekerja di Perusahaan Kenz.Drc perusahaan No 1 di dunia akan membuat Leo menjadi seorang pemimpin yang handal sama seperti Daddy nya.
Mendengar perkataan Daddy nya itu membuat bara yang ada di dadanya tersulut, Leo pun berjanji pada Daddy nya akan bekerja dengan keras untuk membuktikan dirinya pantas untuk menggantikan Daddy suatu saat nanti.
Dan di dalam ruangan yang lain nya tampak Twins D sedang bermain bersama Mini, mereka bertiga kompak karena seumuran.
"Siapa dia?" tanya Mini yang melihat pria tampan berjalan masuk kearah kamar yang tadi di masukinya.
"Dia Kak David," ujar Daisy menatap pada wajah Mini yang tidak lepas menatap Kak David.
__ADS_1
"Dia sangat tampan sekali," ucapan Mini terlepas begitu saja dari mulutnya.
"Kau suka ya dengan Kak David?" tanya Daylily.
"Tidak, aku hanya.... " Mini merasa malu karena kedua teman barunya mendengar ucapan dirinya.
"Kau itu tidak boleh suka dengan Kak David, dia itu bad... bad...Boy," ujar Daisy dengan jari telunjuk yang di goyangkan.
"Ada apa sayang?" tanya Nayra yang kini duduk di samping putri kembarnya dan juga putri sahabat baiknya Novi.
"Bu, Mini menyukai Kak David," seru Daylily.
"No Auntie, aku... " Mini pun terdiam.
"Kalian ini masih kecil...! kenapa berkata suka suka. Memang kalian tahu arti kata menyukai pria?" tanya Nayra dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Menyukai pria sama seperti kami menyukai Kak Dafa," celoteh Daisy membuat Nayra tertawa keras.