
"Sayang kau masih marah?" tanya Kenzo yang melihat Nayra masih cemberut di meja makan.
"Nayra, kau jangan marah lagi pada Tuan Kenzo. Tuan Kenzo itu baik sudah berusaha untuk memenuhi keinginanmu untuk makan mangga ini" ujar Novi dengan tersenyum mengupas mangga yang tadi dipetik oleh Jimy.
Jimy yang mendengar semua perkataan Novi, sudah mulai bersiap diri menerima amarah dari Tuan Kenzo. karena Jimy tahu betul, Novi berkata baik seperti itu pasti punya rencana yang akan membuat Tuan Kenzo marah.
"Kau dengarkan! temanmu itu berkata benar, aku sudah berusaha untuk mendapatkan mangga ini dengan menyuruh Jimy mengambilnya," ujar Kenzo tersenyum pada istrinya, sementara Nayra masih saja diam tidak menggubris ucapan Kenzo dan Novi.
"Dari pada kau marah, lebih baik kau makan mangga ini. karena mangga ini harganya sangat mahal." ujar Novi membuat Kenzo dan Jimy yang sedang minum air langsung menyemburkan air minumnya secara bersamaan.
"Mangga ini mahal? kenapa mahal?" tanya Nayra dengan mengerutkan keningnya.
"Nov.... " ujar Jimy. namun tidak di dengarkan oleh Novi, sementara Kenzo sudah menatap Novi dengan tatapan tajam.
"Tentu saja mahal, karena suamiku membelinya dengan harga 100 dolar untuk 1 buah mangganya." ujar Novi dengan mengupas mangga itu dengan sangat tajam. hingga membuat Jimy menelan salivanya dengan susah.
"Satu mangga 100 dolar? jangan bilang,----" Nayra langsung menatap tajam kearah Kenzo.
__ADS_1
"Aku tidak menjualnya, Jimy yang memberikan uang itu dengan ikhlas karena merasa tidak enak telah mengambil mangga dari mansion utama yang mahal ini." ujar Kenzo masih bersikap tenang menghadapi wajah Nayra yang sudah emosi.
"Benar itu Jim?" tanya Nayra yang kini menatap pada Jimy.
"Itu, aw....!" teriak Jimy yang kakinya sudah di injak oleh Novi.
Jimy kini binggung di satu sisi istrinya menantap tajam dan mengijak kakinya, sementara Tuan Kenzo sudah menatapnya dengan tatapan membunuhnya.
"Maaf Tuan, aku lebih takut kalau istriku marah. karena aku tidak mau kalau harus tidur di luar," lirih Jimy.
"Tuan Kenzo yang sudah menyuruhku membayar mangga itu." ucap Jimy dengan cepat.
"Kembalikan uangnya!" perintah Nayra.
"No problem," ujar Kenzo menyerahkan kembali uang 300 dolar milik Jimy.
"Ini kurang!" ujar Nayra.
__ADS_1
"Kurang apanya? Jimy membeli tiga Mangga berarti uangnya 300 dolar," ujar Kenzo.
"Kemarikan 3000 dolar?" pinta Nayra.
"3000 dolar untuk apa?" tanya Kenzo dengan mengerutkan keningnya.
"1000 dolar karena sudah membuat Ibu hamil kesal, 1000 dolar karena sudah membuat aku kesal, dan 1000 dolar karena kau tidak bisa memanjat pohon hingga membuatku semakin kesal," ujar Nayra panjang lebar membuat Kenzo menggaruk kepalanya karena tidak mengerti dengan semua perkataan Nayra.
"Cepat!" ucap Nayra.
Kenzo pun langsung mengambil uang 3000 dolar dari dompetnya dan menyerahkannya pada Nayra, Nayra lalu memberikan semua uang itu pada Novi. Hingga membuat Kenzo membelalakan kedua matanya.
"Emang enak dikerjain?" gumam Novi dalam hati dengan senyum bahagia, selain sudah mengerjai Kenzo. dirinya kini mendapatkan uang yang sangat banyak dari Nayra.
"Kenapa kau memberikannya pada wanita menyebalkan itu!" ujar Kenzo.
"Wanita menyebalkan!" seru Novi dengan wajah yang kesal.
__ADS_1
"Tuan, Novi itu istriku. walaupun dia menyebalkan dia tetap istriku." ujar Jimy keceplosan.
"Apa...! Jadi aku ini menyebalkan?" bentak Novi. menatap tajam pada Jimy.