Menikahi Jd Yg Ke 2

Menikahi Jd Yg Ke 2
Part 222


__ADS_3

"Jim, kau tidak mau sarapan dulu?" tanya Novi yang melihat suami nya sudah bersiap berangkat kerja.


"Tidak" jawab Jimy singkat.


"Padahal aku sudah membuat masakan kesukaan mu" ujar Novi menatap pada makanan yang ada di depan nya.


" Aku sudah kenyang mendengar celotehan mu" ucap Jimy membetulkan jas nya. Jimy yang teringat sesuatu langsung menatap Novi dengan intens.


" Aku harap kau tidak datang ke kantor ku lagi, jika hanya untuk memberikan ku makanan nasi plus telur ceplok" ujar Jimy dengan wajah datar nya.


"Oke bos....!" seru Novi. "tapi bagaimana rasa telur nya?" tanya Novi dengan wajah menahan tawa.


"Aku tidak tahu, karena aku sudah memberikan makan siang ku pada kucing yang ada di jalananan" jawab Jimy dengan acuh.


"Sayang sekali kau tidak memakan nya, padahal aku sudah membuat nya dengan susah payah" ujar Novi dengan wajah yang berpura pura cemberut.


"Ingat....!" seru Jimy.


"Jangan datang ke kantor mu" potong Novi. "lagi pula hari ini aku sibuk" ujar Novi kembali sambil memakan Spageti buatan nya.


"Memang nya kau sudah mulai bekerja?" tanya Jimy menatap pada Novi.

__ADS_1


"Cie...cie..ada yang mulai perhatian sama istri nya" seru Novi dengan wajah yang menggoda Jimy.


"Ah sudah lah, berbicara dengan mu hanya membuat emosi ku naik" Jimy pun berlalu pergi dari apartemen nya.


"Hati hati ya suami ku" ujar Novi melambaikan tangan nya pada Jimy yang sudah tidak kelihatan.


"Jimy oh Jimy, kau itu tampan sekali" ujar Novi dengan wajah yang tersenyum bahagia.


.............


"Pagi pagi sekali kau datang kemari?" tanya nyonya besar yang melihat Jimy sudah duduk di ruang tengah.


"Kau itu sudah punya istri masih menumpang sarapan di sini, istri mu tidak bisa memasak?" tanya nyonya besar kembali.


"Dia sangat pandai memasak, sampai aku tidak bisa membedakan mana telur mata sapi dan mana daging sapi" ujar Jimy dengan santai dan teringat kembali masakan yang di bawakan Novi untuk nya kemarin siang.


"Kau ini bicara apa...? membuat ku binggung saja" ujar nyonya besar.


"Nyonya besar mau ke mana?" tanya Jimy yang melihat nyonya besar yang berjalan dengan cepat ke arah keluar mansion.


"Aku ingin bersembunyi dari kekacauan yang akan terjadi" ujar nyonya besar masih terus berjalan dengan cepat ke arah pintu keluar mansion.

__ADS_1


"Bu....." teriak Keyla yang baru keluar dari kamar nya, Jimy menatap nona Keyla yang berteriak memanggil nyonya besar.


" Jim, kau lihat ibu ku?" tanya Keyla dengan menggendong Baby Dila.


"Aku...tadi" belum selesai berbicara, Keyla sudah meletakan Baby Dila pada tangan Jimy.


"Jim, kau tolong gendong putri ku dulu" ujar Keyla dengan wajah pucat nya.


"Tapi nona, saya tidak bisa menggedong bayi" ujar Jimy dengan wajah panik nya menatap Baby Dila yang kini ada di tangan nya.


"Sebentar saja, perut ku mulas sekali. tidak ada yang menjaga nya karena kak Dimitri sedang mandi"ujar keyla yang langsung berlari kecil kearah pintu kamar mandi yang terletak di sudut ruangan sebelah kamar Nayra dan tuan Kenzo.


"Maksud nyonya besar kekacauan itu ini" gumam Jimy menatap pada Baby Dila di tangan nya, Jimy yang takut baby Dila terjatuh. tidak bisa bergerak sama sekali.


"Jim, kau sedang apa?" tanya tuan kenzo yang baru saja keluar dari kamar nya.


" Tuan bantu aku...."ujar Jimy yang masih berdiri tegak tanpa gerakan sama sekali.


"Dimana Keyla dan Dimitri?" tanya tuan Kenzo melihat baby Dila yang di gendong oleh Jimy.


"Aku tidak tahu tuan" jawab Jimy masih dengan tubuh yang tidak bergerak sama sekali.

__ADS_1


__ADS_2