Menikahi Jd Yg Ke 2

Menikahi Jd Yg Ke 2
Part 262


__ADS_3

Novi yang sudah selesai bekerja, berdiri didepan gedung kantor melihat kekiri dan kekanan. "Dasar suami tidak punya perasaan," teriak Novi dengan menghentakan kedua kakinya. "Ternyata dia benar benar tidak menjemputku," gerutu Novi dengan bibir yang dikerucutkan.


"Ayo aku antar pulang," Dion langsung menyambar lengan Novi dari arah belakang. membuat Novi langsung terkejut dan menepuk lengan Dion dengan kencang.


"Kau itu mengagetkan ku saja!" seru Novi, yang sudah duduk didalam mobil Dion.


"Habis kau itu teriak teriak tidak jelas dijalanan, nanti dikira orang setres" ujar Dion tersenyum jail, dan langsung menjalankan mobilnya untuk mengantar Novi pulang.


Novi yang sudah sampai di depan rumahnya melihat mobil mewah berwarna putih yang sudah berada di halaman depan rumahnya. "Apa itu mobil Jimy, tapi tadi pagi mobilnya berwarna hitam," gumam Novi dalam hati.


"Itu mobil siapa Nov?" tanya Dion.


"Kalau kau tanya aku, aku harus bertanya pada siapa? akunya aja disini ya mana aku tahu," ujar Novi dengan mengangkat kedua bahunya.


"Dasar gesrek," umpat Dion pada Novi. mereka pun kembali tertawa bersama.


Novi yang sudah turun dari mobil Dion berjalan masuk kedalam rumahnya, dan benar saja dugaannya. kini dirinya menatap Jimy yang tersenyum sedang duduk bersama kedua orang tuanya.


"Novi," teriak Ibu Nani dengan wajah gembiranya memeluk Novi dengan sangat erat. "Kesinilah!" Ibu Nani menarik Novi kembali keluar rumah.

__ADS_1


"Lihat itu," tunjuk Ibu Nani kearah mobil mewah di halaman rumahnya.


"Iya memangnya kenapa Bu?" tanya Novi dengan binggung melihat wajah Ibunya yang bahagia seperti kesetanan.


"Mobil itu untuk Ibu," ujar Ibu Nani membuat Novi terkejut.


"Lebih tepatnya untuk keluarga kita BU," ujar Bapak Novi dari arah belakang. disusul oleh Jimy yang berdiri dengan gaya coolnya.


"Sama saja," gerutu Ibu Nani.


"Jangan bilang ini dari Jimy?" tanya Novi pada Ibunya.


"Bukankah Ibu pernah bilang padaku, Jimy itu suami yang tidak punya perasaan." ucap Novi dengan senyum sinisnya menatap Jimy dan langsung masuk kedalam rumahnya.


"Ibu tidak pernah mengatakan itu," ujar Ibu Nani pada Jimy. "Dasar anak itu," gumam Ibu Nani yang menyusul anaknya kedalam rumah, sementara Bapak Anto tertawa geli mendengar ucapan Novi.


"Mau apa kau masuk kedalam kamarku?" tanya Novi yang terkejut melihat Jimy yang masuk kedalam kamarnya.


"Apa aku tidak boleh masuk kedalam kamar istriku sendiri?" tanya Jimy melihat Novi yang sedang duduk diatas tempat tidurnya, lalu menatap seluruh ruangan kamar Novi yang ukurannya tidaklah besar.

__ADS_1


Ini kali kedua dirinya berada dikamar Novi, tapi yang pertama dirinya hanya berada di depan pintu kamar istrinya saat menjemput Nyonya Nayra.


"Pulanglah, ini sudah malam!" ujar Novi dengan memalingkan wajahnya.


"Aku akan tinggal disini," ujar Jimy langsung duduk di atas tempat tidur. "Kenapa kasurmu kecil sekali?" tanya Jimy membaringkan tubuhnya yang tinggi dan memakan banyak ruang tempat tidur hingga Novi hampir terjatuh.


"Kasurku ini memang kecil, jadi lebih baik kau pulang!" sungut Novi dengan wajah cemas karena dirinya hampir terjatuh dan dengan reflek Novi mengusap perutnya dengan perlahan.


Jimy yang melihat Novi mengusap perutnya, tampak sangat heran dengan kelakuan Novi. karena sejak menikah, Jimy tidak pernah melihat novi mengusap perutnya dengan wajah cemas seperti tadi.


"Kenapa malah bengong, sudah sana kau pulanglah!" pinta Novi.


"Aku akan tetap tidur disini, walaupun sempit tapi ini bagus untuk ku. Jadi aku bisa memelukmu agar kau tidak terjatuh," Jimy mulai merayu Novi dengan rayuan garingnya.


"Terserah kau saja," Novi menarik selimutnya menutupi tubuhnya.Baru saja dirinya akan memejamkan kedua matanya, sebuah tangan memeluknya dengan sangat erat membuat dirinya terkejut.


"I miss u," bisik Jimy ditelinga Novi membuat bulu kuduk Novi bergidik karena rasa geli.


Novi hanya diam tidak membalas perkataan Jimy sama sekali, entah mengapa dirinya merasa sangat canggung setelah lama tidak dipeluk oleh suaminya itu.

__ADS_1


"Maafkan aku, aku janji tidak akan membuatmu bersedih kembali." ucap Jimy semakin memeluk Novi dengan sangat erat.


__ADS_2