Menikahi Jd Yg Ke 2

Menikahi Jd Yg Ke 2
Part 189 ~ S2


__ADS_3

Novi masih terdiam mematung tak percaya dengan apa yang di dengar nya menatap pada Dokter Rini yang terlihat tidak suka pada apa yang di ucapkan Jimy.


" Terima kasih atas tawaran nya, tapi aku---" belum sempat meneruskan kata kata nya tangan Novi sudah di tarik ke dalam mobil dan dengan cepat Jimy menutup pintu nya kembali.


Tak lupa Jimy membukakan pintu mobil depan untuk Dokter Rini yang terlihat kecewa karena acara makan yang seharusnya nya berdua dengan Jimy, sekarang justru bertiga bersama wanita yang baru di kenal nya.


" Siapa sebenar nya Novi..." gumam Dokter Rini dalam hati menengok ke arah belakang tempat duduk nya dan tersenyum kecil pada Novi.


" Kenapa Jimy mengajak ku, apa dia sengaja ingin menunjukan pada ku bahwa ia sudah punya kekasih" gumam Novi dalam hati melihat Dokter Rini yang duduk di sebelah Jimy saja sudah membuat nya panas hati, apa lagi nanti jika melihat mereka bermesraan.


" Lebih Baik aku turun saja, aku tidak ingin menggangu acara kalian" ujar Novi yang tidak mendapat sahutan sama sekali dari Jimy.


" Kau tidak menggangu, kami justru senang " ujar Dokter Rini menatap hangat pada Jimy yang dibalas senyuman kecil oleh Jimy.

__ADS_1


" Tuh kan belum apa apa saja diriku sudah seperti obat nyamuk saja diantara mereka" gumam Novi dalam hati yang langsung mengalihkan pandangan nya ke arah jendela mobil.


Jimy melihat ke arah kaca spion menatap wajah Novi yang terlihat sedang menatap pada arah luar " kenapa dia terlihat diam, biasa nya cerewet bagaikan burung beo" gumam Jimy dalam hati.


Sepanjang perjalanan hanya ada kesunyian diantara mereka bertiga, tidak ada yang bersuara sama sekali.mereka tenggelam dengan pikiran masing masing.


Setelah sampai di restaurant Novi yang berjalan di belakang Jimy dan juga Dokter Rini merasa sangat tidak nyaman. karena pakaian yang ia pakai berbeda sekali dengan pakaian yang di pakai oleh orang orang yang makan di restauran tersebut.


" Kau kenapa...?" Tanya Jimy yang melihat Novi terlihat tidak nyaman.


" Tidak apa apa..." Novi lalu membuka daftar menu yang ada di restaurant tersebut.untung saja nama nama yang tertulis semua nya menggunakan bahasa nya. sehingga Novi tidak kesulitan menyebutkan nama makanan yang ingin di pesan nya.


Setelah makanan tiba Jimy melihat Novi yang langsung memakan makanan nya dengan cuek sama seperti malam itu. membuat Jimy tak habis pikir dengan wanita yang ada di hadapan nya itu.

__ADS_1


" Jim, bagaimana pekerjaan mu hari ini...?" tanya Dokter Rini membuyarkan kan lamunan Jimy.


" Semua nya berjalan dengan baik " ujar Jimy dengan singkat.


" Bagaimana hari mu, apa banyak pasien yang datang


..? tanya Jimy menatap pada Dokter Rini yang duduk di sebelah nya.


Dokter Rini dan Jimy akhirnya terlibat sebuah perbincangan yang asik mengenai pekerjaan mereka masing masing.


Novi yang mendengar Jimy dan Dokter Rini hanya bisa diam. dirinya yang hanya seorang pelayan cafe tentu saja tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan.


Novi mendengarkan Jimy yang berbicara dengan halus pada Dokter Rini. berbeda sekali jika sedang bersama nya yang lebih banyak diam tidak pernah menjawab apa yang di tanya kan oleh Novi. mengingat itu semua membuat hati Novi serasa di iris oleh sebuah pisau yang sangat tajam.

__ADS_1


__ADS_2