Menikahi Jd Yg Ke 2

Menikahi Jd Yg Ke 2
Part 267


__ADS_3

Jimy yang hendak masuk langsung di tahan oleh Dr Ricardo.


"Tunggu Jim," ujar Ricardo.


"Minggir, aku ingin melihat istriku!" ujar Jimy.


"Aku ingin menjelaskan keadaan istrimu dulu."


"Maksudmu?" tanya Jimy yang mulai cemas kembali karena melihat wajah temannya yang terlihat tidak biasanya.


"Istrimu mengalami benturan yang sangat keras di kepalanya, dan setelah di lakukan operasi. istrimu sekarang ini sedang koma." ujar Ricardo.


"Koma," lirih Jimy yang akhirnya terjatuh dengan terduduk di lantai, karena sedari tadi dirinya sudah menahan rasa kecemasannya. dan saat mendengar keadaan Novi yang koma, Jimy sudah tidak bisa bertahan lagi.


"Kau harus kuat teman," Dr Ricardo kembali terdiam dan berjongkok di hadapan temannya itu.


"Apalagi ada anak mu yang ikut berjuang di dalam kandungan istrimu itu," ucap Dr Ricardo dengan suara yang pelan.

__ADS_1


Jimy yang mendengar ucapan Dr Ricardo langsung menarik kerah baju Ricardo. "Anak?apa maksudmu," tanya Jimy.


"Apa kau tidak tahu istrimu itu sedang mengandung?" tanya Ricardo.


"Novi mengandung?" lirih Jimy.


"Ya, dan usia kandungannya sudah menginjak dua bulan" ujar Ricardo.


Jimy yang mendengar penjelasan Ricardo menjadi semakin frustasi, perasaan bersalah yang teramat dalam kini memenuhi isi hati dan pikirannya. hatinya hancur mendapati kenyataan istrinya hamil dan dirinya sama sekali tidak mengetahui kehamilan Novi.


"Tapi tadi kau bilang Novi koma, lalu bayi yang di kandungnya apa bisa, --- ?" tanya Jimy dengan ragu.


"Selama sang Ibu masih bernafas dengan dibantu peralatan medis, bayi yang ada di dalam kandunganya akan tetap hidup dan berkembang." Dr Ricardo pun menjelaskan semuanya secara rinci pada sahabatnya itu.


Setelah mendengar semua penjelasan dari Ricardo, kini Jimy sudah berada di dalam ruangan dimana Novi di rawat.


Di lihatnya tubuh Novi yang terbaring di tempat tidur dengan mata yang terpejam dan sudah di pasang oleh alat medis, dengan gemetar Jimy mendekat kearah istrinya yang seperti sedang tertidur.

__ADS_1


"Sayang, bangunlah!" lirih Jimy di telinga Novi.


"Aku mohon bangunlah ," pinta Jimy kembali dengan membelai wajah Novi. "Aku tahu kau pasti sedang bercandakan? kau ingat seperti waktu itu, kau pun sudah membuatku sangat khawatir. dan sekarang aku benar benar sangat khawatir, jadi bangunlah sayang" ucap Jimy yang sudah berlinangan air mata.


Dr Ricardo yang melihat seorang Jimy menangis, hanya bisa terdiam. dalam hatinya pun ikut merasakan apa yang di rasakan oleh temannya itu.


"Sayang, apa kau tidak kasihan pada anak kita."ujar Jimy masih membelai wajah Novi. "Aku baru tahu kalau kau sedang mengandung anak kita, aku memang suami yang sangat bodoh sehingga kau mengandung pun aku tidak tahu." lirih Jimy mengecup pipi Novi dan menatap dalam wajah istrinya yang masih menutup mata.


"Aku minta maaf, aku janji mulai saat ini aku tidak akan pergi kemana pun. aku akan menuruti semua keinginanmu, dan kau boleh menghukumku apa pun. tapi aku mohon bangunlah. buka matamu sayang, aku sangat mencintaimu. aku dan anak kita membutuhkan mu," ujar Jimy mengelus perut Novi dengan perlahan.


Jimy yang sudah kehabisan kata kata hanya bisa menangis dengan sangat kencang, Jimy tidak sanggup melihat keadaan wanita yang dicintainya itu terbaring lemah tak berdaya ditambah dengan keadaan Novi yang sedang mengandung buah hati mereka.


"Jim, sabarlah." ucap Dr Ricardo memeluk sahabatnya itu.


"Ricardo, bantu aku. aku mohon berapa pun biayanya aku akan membayarnya, asal kau bisa menyembuhkan istriku. aku akan memberikan apapun padamu, bahkan nyawaku sekalipun akan kuberikan asal kau bisa menyembuhkan dan menyelamatkan istri dan anakku," pinta Jimy yang semakin menangis di pelukan Ricardo.


Di dalam alam bawah sadarnya, Novi yang mendengar ucapan Jimy pun hanya bisa menangis dalam diam.

__ADS_1


__ADS_2