
Setelah sampai di dalam mansion miliknya, Kenzo segera berjalan menuju kamarnya.
"Dia mana dia?" tanya Kenzo, pada kepalanya.
"Nyonya ada di dalam kamarnya, tuan." Jawab Pak Li.
Kenzo pun langsung masuk ke dalam kamar nya, Pak Li dan dua pelayan wanita langsung ke luar dari kamar tuan Kenzo. Meninggalkan tuan dan Nyonya yang saat ini hanya berdua di dalam kamar tersebut.
Kenzo yang masih berdiri di tempatnya, menatap Nayra yang sedang duduk di pinggir tepat tidur. Fokus matanya tertuju pada tubuh Nayra, yang memakai lingery yang sangat tipis dan menerawang. Sehingga terlihat sangat jelas lekukan tubuh wanita itu.
"Sial, kenapa dia sangat sexy." Kenzo dengan susah payah menelan saliva nya dengan sangat susah.
Nayra yang sedari tadi melamun, langsung menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Saat sudah menyadari kedatangan tuan Kenzo.
"Apa kau sudah siap?" Kenzo menatap lekat pada Nayra.
"Tuan, aku mohon jangan sentuh aku. Aku akan melakukan apa pun yang kau minta, tapi tidak dengan yang satu ini." Pinta Nayra.
__ADS_1
"Aku sudah katakan padamu, apa pun bisa kumiliki termasuk tubuh mu! Dan akan aku buktikan malam ini." Kenzo menyeringai tipis, dan segera berlalu menuju bathroom.
"Bagaimana ini?" Nayra meremas ujung dress mini yang dikenakannya, perasaannya kini sangat takut dan cemas.
Sementara itu di dalam bathroom, Kenzo yang sudah selesai membersihkan dirinya. Kini menatap pantulan tubuhnya di depan cermin.
"Kenapa jadi begini! Sial, ini pasti kerjaan Jimy. Memberi lingery itu pada pelayan, untuk dipakaikannya pada Nayra." Guman Kenzo, mengacak-acak rambutnya dengan frustasi.
"Klek .. "
"Apa yang kau lihat? Apa kau sudah tidak sabar?" Kenzo tersenyum menggoda Nayra.
Nayra yang baru tersadar dari lamunannya, langsung memalingkan wajahnya.
"Ya, aku sudah tidak sabar, tidak sabar untuk pergi dari kamar ini!" Ketus Nayra.
"Cih, kau itu gadis yang sangat munafik! Mengatakan ingin pergi dari kamar ini, tapi tatapan matamu bahkan tidak berkedip sedikit pun saat melihat tubuhku." Sindir Kenzo. "Asal kau tahu, banyak wanita cantik yang dengan sukarela menyerahkan tubuhnya padaku. Hanya untuk mendapatkan kehangatan dari tubuhku ini! Dan kau akan jadi salah satunya." Seringai tipis terlihat dibibir Kenzo.
__ADS_1
"Ish, kau bilang aku munafik? Dan aku mau menyerahkan diriku padamu? Jangan mimpi, tuan." Sahut Nayra, sambil berdiri melangkah kearah tuan Kenzo.
Melihat Nayra yang berdiri dengan lingeri tipis ditubuhnya, semakin membuat kesadaran Kenzo semakin berkurang. Saat ini bahkan junior miliknya sudah mulai bangun.
"Aku tidak bermimpi, dan saat ini adalah buktinya. Kau secara sukarela mendekat kearahku." Kenzo tersenyum penuh kemenangan.
Nayra yang baru menyadari tindakannya, langsung membalikkan tubuhnya.Namun tangan Kenzo, sudah menariknya terlebih dahulu. Hingga membuat Nayra terjatuh dipelukkan bidang dada kekar milik tuan Kenzo.
"Ingat Nayra, apa pun bisa aku miliki termasuk tubuhmu." Kenzo mendekat ke wajahnya Nayra. Dengan tangan yang memegang erat kedua tangan milik gadis bodoh itu.
"Aku mohon lepaskan aku, tuan." Pinta Nayra. "Aku hanya ingin memberikan kehormatanku pada pria yang aku cintai." Nayra mulai meneteskan air matanya.
"Apa kau bilang? Kau ingin memberikan kehormatanmu pada pria yang kau cintai?" Kenzo mulai emosi, karena selama ini tidak ada satu wanita pun yang menolak dirinya. Bahkan para wanita, dengan sukarela menyerahkan tubuhnya untuk dinikmati olehnya. "Siapa pria yang kau cintai? Apa Dion?"
"Siapa pun pria itu, yang jelas bukan anda orangnya! Dan bukankah kau sudah berjanji tidak akan menyentuhku?" Nayra masih berusah keras untuk bisa melepaskan diri dari tuan Kenzo.
"Aku memang bukan pria yang kau cintai, tapi aku yang akan mendapatkan tubuhmu." Bisik Kenzo, dengan seringai tipis dibibirnya.
__ADS_1