
"Ayo kita temui Ana!" seru Jimy dan langsung berdiri mengenakan pakaiannya.
"Semangat banget yang mau ketemu mantan, sampai tidak ingat waktu." sindir Novi dengan tubuh yang masih polos tidak mengenakan apa pun ditubuhnya, langsung menarik selimut dan memejamkan matanya.
"Gila ya Jimy, baru aja ena ena sama aku. pas ngomongin mantan langsung kabur gitu aja" gumam Novi dalam hati sambil terus berusaha untuk tertidur.
Sementara Jimy yang sudah berdiri, menatap jam di dinding kamarnya dan menghela nafasnya dengan berat. Ada perasaan bersalah dalam dirinya yang terlalu bersemangat untuk menjenguk Ana, sampai dirinya tidak mempedulikan perasaan Novi.
"Nov.... " panggil Jimy, namun tidak ada jawaban sama sekali dari Novi.
Jimy yang masih merasa bersalah langsung merebahkan kembali tubuhnya disamping Novi dan memeluknya dengan erat.
"I am sorry" bisik Jimy, namun Novi masih saja tidak menjawab perkataan Jimy.
"Sayang, kau sudah tidur?" tanya Jimy kembali.
"Sudah" jawab Novi dengan ketus, membuat Jimy gemas dan langsung menggigit bahu Novi.
"Jimy, sakit tahu" pekik Novi yang langsung memukul dada Jimy.
__ADS_1
"Kau sangat menggemaskan," goda Jimy.
"Sudah jangan ganggu, aku mau tidur !" gerutu Novi.
"Apa kau marah?" tanya Jimy.
"Tentu saja aku marah, karena kau itu manusia yang tidak punya perasaan." jawab Novi.
"Aku minta maaf" ucap Jimy memeluk Novi dengan erat.
"Sudahlah aku mau tidur" ucap Novi menghempaskan tangan Jimy dari tubuhnya.
Keesokan harinya.
"Kau masuklah!" ucap Novi pada Jimy yang kini berada didepan pintu ruang rawat Ana.
"Kita masuk sama sama" ujar Jimy menggandeng tangan Novi.
"Kau masuklah aku tidak apa apa, lebih baik aku menunggu disini. karena aku tahu kalian pasti perlu berbicara empat mata" ucap Novi melepaskan tangannya dari genggaman Jimy.
__ADS_1
"Baiklah, tapi kau janji jangan kemana mana dan tunggu aku disini" ucap Jimy penuh dengan penekanan.
"Aku janji" ucap Novi tersenyum pada suaminya yang tampan itu.
Jimy pun masuk kedalam ruang rawat Ana, dengan perlahan Jimy menatap pada wanita yang sedang tertidur dengan wajah pucatnya. Jimy terus menatap wajah Ana wajah wanita yang selama ini dirindukannya.
Dengan perlahan Jimy pun mendekat dan mengusap pipi yang terlihat sangat tirus, padahal pipi itu dulunya sangatlah cubby. Ana yang merasakan ada yang menyentuhnya langsung terbangun dari tidurnya.
"Jimy....!" seru Ana menatap pria yang sangat dirindukannya itu. "Apa benar ini kau?" tanya Ana dengan mata yang berkaca kaca.
"Ana" ucap Jimy tidak bisa berkata kata lagi dan hanya menatap wajah Ana dengan air mata, karena begitu terpukul melihat keadaan wanita yang ada dihadapannya kini.
"Jim, bagaimana kabarmu?" tanya Ana yang juga ikut menangis, tangis bahagia karena masih diberi kesempatan untuk melihat mantan kekasih sekaligus cinta pertama dalam hidupnya.
"Aku baik," Jimy mengusap air mata Ana. "Bagaimana denganmu?" tanya Jimy.
"Seperti yang kau lihat" jawab Ana dengan tersenyum berusaha menutupi keadaan dirinya.
Tanpa banyak berkata Jimy pun langsung memeluk tubuh Ana, perasaannya benar benar hancur melihat wanita yang dulu dicintainya.sekarang dalam keadaan sakit parah tak berdaya sama sekali.
__ADS_1