
Perusahaan Kenz. Drc.
"Tuan, bagaimana semalam? Berapa kali set?" canda Jimy.
"Diam kau!" Kenzo menjawab dengan ketus.
"Ah, sayang sekali sepertinya gagal. Padahal aku sudah susah payah mencarikan lingerie yang sexy untuk Nyonya Nayra." Seloroh Jimy.
"Jim, kau ingin mati?" Seru Kenzo.
"Tidak, tuan." Sahut Jimy, dengan cepat. "Tuan, Cafe Black White sudah ada ditangan anda." Jimy memberikan berkas atas kepemilikan cafe tersebut pada tuannya.
"Good job, Jim." Kenzo tertawa puas, sambil memeriksa berkas tersebut.
"Tuan, jangan lupa sore ini kita ada pertemuan dengan tuan Dimitri."
"Tentu saja aku tidak lupa." Kenzo tersenyum sinis.
"Baiklah tuan, aku permisi." Jimy berlalu dari ruangan tuan Kenzo.
Kenzo mengangukkan kepalanya, lalu mengambil ponselnya setelah melihat Jimy keluar dari ruangannya.
...🍀🍀🍀...
"Drt ... Drt..."
Nayra membuka pesan yang masuk ke ponselnya.
"Cih, untuk apa aku datang ke kantornya?" gumam Nayra, saat melihat isi pesan tersebut yang menyuruh dirinya datang ke kantor tuan Kenzo.
__ADS_1
"Bagaimana kabar Dion dan Novi? Apakah Tuan Kenzo, benar-benar membeli Cafe Dion?" Nayra berbicara dengan dirinya sendiri. "Ah, boring sekali. Seharian harus berada di dalam mansion." Pekik Nayra.
"Drt ... drt ...."
Nayra membuka kembali ponselnya, yang berbunyi.
"Kenapa kau tidak membalas pesanku? Aku akan kirim supir untuk menjemputmu." Isi pesan dari tuan Kenzo.
"Baik, tuan." Nayra membalas singkat isi pesannya, lalu menonaktifkan ponselnya. Karena tidak ingin diganggu oleh semua pesan dari tuan Kenzo.
...🍀🍀🍀...
"Dasar gadis bodoh! Berani sekali dia menjawab singkat pesanku." Kenzo menatap kesal layar ponselnya, lalu menghubungi nomer Nayra. Namun ponsel Nayra, sudah tidak aktif. "Berani sekali, gadis bodoh itu mematikan ponselnya." Geram Kenzo.
Dengan segera Kenzo menghubungi nomer Pak Li.
"Nyonya Nayra, sedang dikamarnya tuan. Dan Nyonya Angel baru saja pergi entah kemana." Jawab Pak Li.
"Aku tidak bertanya tentang Angel!" Ujar Kenzo, dengan ketus.
"Tuan, tadi pagi saat sarapan. Nyonya Angel sempat ribut dengan Nyonya Nayra, karena nyonya Angel bertanya sudah berapa kali tuan bercinta dengan Nyonya Nayra."
"Lalu apa jawaban dari gadis bodoh itu?"
"Nyonya Nayra menjawab sudah berkali-kali, tuan."
Kenzo langsung tersenyum lebar. "Pak Li, jangan lupa jaga Nyonya Nayra!" Perintah Kenzo, lalu menutup ponselnya.
"Good job girl." Gumam Kenzo, masih dengan senyum lebarnya.
__ADS_1
...🍀🍀🍀...
Cafe Black White.
Novi yang sedang bekerja, menatap ponselnya yang berdering.
"Hallo, Pak Dion." Jawab Novi.
"Jangan memanggilku Pak. Karena aku sudah bukan atasanmu." Ucap Dion.
"Oh iya, aku lupa Pak. Eh Dion."
"Nov, apa Nayra sudah menghubungimu?" tanya Dion.
"Belum. Aku sudah berkali-kali menghubungi ponselnya, tapi nomernya sudah tidak aktif." Sahut Novi.
Dion menghela nafasnya, diseberang sana.
"Nov, apa Nayra berhubungan dengan orang penting? Karena aku merasa heran setelah kepergian Nayra, ada utusan dari Perusahaan Kenz. Drc yang memaksa aku, untuk mau menjual cafe Black White."
"Perusahaan Kenz. Drc? Bukankah perusahaan itu milik Tuan Kenzo?" tanya Novi.
"Iya, apa kau mengenalnya?"
"Aku, aku tidak mengenalnya." Jawab Novi dengan gugup.
Lagi-lagi Dion menghela napasnya. "Nov, jika kau mendapat kabar dari Nayra. Tolong secepatnya hubungi aku." Pinta Dion.
"Baik, Dion." Ucap Novi, lalu menutup ponselnya. "Jadi yang membeli cafe ini, adalah Tuan Kenzo." Pekik Novi. "Berarti Nayra, memang menikah dengan tuan Kenzo? Orang paling kaya dan berpengaruh di dalam dan luar Negeri." Novi berdecak kagum.
__ADS_1