
"Sayang, lihatlah apa yang di berikan ibu pada ku" Nayra membuka semua isi di dalam paper bag yang tadi di berikan oleh nyonya besar. Kenzo melihat nya dan tersenyum mengusap rambut Nayra dengan penuh kasih.
" Coba lihat" Kenzo mengambil pakaian bayi itu dari tangan Nayra. "pilihan yang bagus " ujar Kenzo menaruh kembali pakaian bayi itu.
" Sayang apa kau tidak penasaran dengan jenis kelamin anak kita...?" ujar Kenzo mengusap perut Nayra.
" Aku ingin mengetahui nya pada saat anak kita lahir ke dunia, karena rasa nya pasti akan sangat berbeda jika kita mengetahui nya lebih dulu " Nayra duduk di pangkuan Kenzo mencium kening suami nya itu.
" Baiklah aku ikuti keinginan mu" Kenzo mearik hidung Nayra dengan gemas.
" Oh ya, Ken bisakah kau membantuku..?"
" Membantu mu...?" Kenzo mengerutkan kening di wajah nya.
" Tolong kau bujuk Jimy agar dia membuka hatinya untuk teman ku Novi "
__ADS_1
" Sayang, bukan aku tidak ingin membantu mu atau teman mu itu. tapi ada hal yang tidak kau ketahui, teman mu itu tidak akan bisa bersama Jimy." ujar Kenzo dengan suara datar dan langsung terdiam.
" Memang nya apa yang tidak ku ketahui...? kenapa teman ku tidak bisa bersama Jimy. Jimy dan Dr. Rini kan belum menikah, teman ku masih punya kesempatan" ujar Nayra berbicara panjang lebar sementara Kenzo hanya diam saja.
" Ken...." Nayra mengguncang tubuh bahu suami nya itu karena Kenzo tidak terlihat sedang melamun.
" Sayang...sudah lah jangan membicarakan orang lain lebih baik kita tidur aku sangat capai sekali " Kenzo menurunkan Nayra dari pangkuan nya.
" Kenzo kenapa...? memang nya ada apa dengan Jimy" gumam Nayra dalam hati memandang suami nya yang sedang berjalan ke arah tempat tidur.
Pagi hari nya di meja makan keluarga Arbeto tidak seperti biasanya yang sepi dan hening. di meja makan itu nyonya besar Nayra dan juga Keyla terlihat makan sambil berbicara dan juga tertawa. sementara Kenzo Dimitri dan juga Jimy diam hanya melihat dan mendengar percakapan ketiga perempuan tersebut.
" Menantu ku kau harus selalu mengingatkan putraku, jika kalian berhubungan jangan terlalu sering menumpahkan ****** nya di dalam"
Kenzo yang mendengar percakapan ibu nya langsung tersedak. sementara Dimitri dan juga Jimy menatap pada Kenzo.
__ADS_1
" Memang nya kenapa bu..?" tanya Kenzo
" Karena ****** itu akan menyebabkan kontraksi pada ibu hamil..." ujar nyonya besar." kau juga sama Dimitri buang diluar....!" ujar nyonya besar tanpa tedeng aling aling.
Dimitri yang mendengar percakapan mertua nya langsung melihat ke arah Keyla dan langsung membekap mulut Keyla yang sudah pasti akan bertanya hal hal yang konyol.
" Kak Dimitri kenapa menutup mulut ku" Gerutu Keyla setelah mulut nya terlepas dari tangan Dimitri.
" Aku tidak ingin kau bertanya yang aneh aneh" bisik dimitri di telinga Keyla. Keyla pun langsung terdiam dan kembali memakan makanan nya.
" Tapi nanti jika kandungan menantu ku sudah sembilan bulan, sering sering lah berhubungan badan dan buang sprema mu di dalam agar bayi kalian bisa cepat keluar " ujar nyonya besar membuat wajah Nyara memerah karena menahan malu.
" Sayang kau dengar itu..." ujar Kenzo menatap Nayra dengan senyuman khas yang sedang menggoda istrinya itu.
" Bu di sini ada Jimy, jangan membicarakan hal yang seperti itu karena Jimy belum menikah " ujar Nayra pada nyonya besar.
__ADS_1
" Ah aku lupa kalau ada seseorang yang belum menikah di sini..." ujar nyonya besar menatap pada Jimy. " Mau sampai kapan kau akan sendirian..?" nyonya besar menggeleng geleng kan kepalanya.