
" Boleh aku bertanya sesuatu ?" ujar Novi menatap pada Jimy.
" Bertanya saja pakai ijin segala...." Jimy mengembalikan kata kata Novi pada nya tempo hari.
" Itu kan ucapanku" ujar Novi menatap Jimy dengan kesal. Novi termenung sesaat " bukan nya berarti dia itu mengingat apa yang aku katakan ya" gumam Novi dalam hati senyum senyum sendiri.
" Mau bertanya apa?" ujar Jimy membuyarkan lamunan Novi.
" Kau berkencan dengan Dr. Rini ?" tanya Novi dengan takut takut.
" Menurutmu..?" Jimy bertanya balik pada novi.
" Seperti nya kalian berkencan " ujar Novi dengan senyum di wajah nya.
" Kenapa berfikiran seperti itu?" ujar Jimy masih dengab mengendarai mobil nya.
" Terlihat dari cara kalian berbicara satu dengan yang lain nya dan aku merasa kalian pasangan yang sangat serasi " ujar Novi. Jimy menatap sekilas pada Novi lalu tersenyum kecil yang tidak di sadari oleh Novi.
*************
__ADS_1
Di mansion
Keyla yang melihat kedatangan ibu nya langsung memeluk ibu nya dengan rasa bahagia. Keyla sudah sangat merindukan ibu nya, sementara Nayra yang juga melihat nyonya besar datang hanya berdiri menatapnya dari dekat pintu kamar nya.
" Bu, aku kangen sekali pada mu" ujar Keyla dengan manja nya memeluk sang ibu.
" Kau kangen pada ibu atau pada oleh oleh yang ku bawa..." ujar Nyonya besar mencubit pipi Keyla dengan gemas.
" Dua dua nya" ujar keyla tersenyum bahagia.
" Kau itu.." nyonya besar pun duduk di sofa dan menyuruh pelayan nya untuk menaruh semua barang belanjaan nya.
" Ini sayang..." nyonya besar menyerah kan beberapa paper bag yang sangat besar pada Keyla.
Dengan terburu buru Keyla membuka paper bag1
yang di beri oleh ibu nya. setelah di buka Keyla menatap dengan heran dan penuh tanda tanya.
" Bu, ini kan baju bayi" ujar Keyla membalik balikkan baju bayi yang sangat kecil dan mempraktekan di tubuh nya.
__ADS_1
" Iya sayang itu oleh oleh untuk mu " ujar nyonya besar dengan wajah bahagia.
" Tapi pakaian ini pakaian bayi bu" ujar Keyla dengan wajah kesal nya.
" Iya itu untuk bayi mu nanti" ujar nyonya besar yang tak kalah kesal nya menghadapi kelakuan putri nya itu.
" Aku kan meminta oleh oleh untuk ku, bukan untuk bayi ku" gerutu Keyla yang langsung di pukul oleh nyonya besar.
" Sakit bu.." ujar keyla mengelus elus tangan nya yang baru saja di pukul oleh ibu nya.
" Kau itu egois sekali, seharus nya kau itu senang ibu membawa begitu banyak oleh oleh untuk bayi mu" ujar nyonya besar. " kalau kau ingin tas sepatu kau minta saja pada suami mu yang kaya itu" ujar nyonya besar.
Nayra yang menatap ke arah Keyla dan juga nyonya besar hanya bisa tersenyum melihat begitu besar perhatian nyonya besar pada anak yang di kandung Keyla. Nayra pun mengelus elus perut nya dan membalikan badan nya menuju kamar nya.
" Menantu ku kemarilah..." ujar nyonya besar membuat Nayra menghentikan langkah nya dan berbalik menuju nyonya besar dan juga Keyla.
" Duduklah di sini " nyonya besar menunjuk sofa di sebelah nya.dengan nurut Nayra pun duduk di samping nyonya besar.
" Ini " nyonya besar memberikan beberapa paper bag yang tak kalah banyak nya untuk Nayra.
__ADS_1
Nayra menatap heran dan tak menyangka bahwa dirinya di beri oleh oleh yang sangat banyak. Nayra membuka satu persatu paper bag itu dan begitu terharu melihat isi nya.