
Mansion Kedua.
Nayra yang berada di dalam kamarnya, berjalan mondar-mandir sambil terus menatap layar ponselnya dengan kesal. "Dari tadi ditelepon, tidak diangkat-angkat." Gerutu Nayra, kembali mencoba menghubungi nomer ponsel tuannya Kenzo. Namun telepon darinya, entah yang sudah ke berapa puluh kalinya tidak diangkat juga oleh pria yang berstatus sebagai suaminya. "Dasar beruang kutub!" Teriak Nayra, dengan sangat keras. Membuat dua pelayan wanita yang ada dikamarnya terkejut.
"Nyo-nyonya, silahkan berbaring! Kami akan memijit tubuh Nyonya." Ucap salah satu pelayan wanita, dengan suara yang ketakutan. Karena tadi mendengar teriakan dari nyonya Nayra.
Nayra yang merasa tidak enak karena sudah membuat dua pelayannya ketakutan, mau tidak mau akhirnya menuruti perkataan salah satu pelayannya. "Enak juga pijatannya." Gumam Nayra, sambil terus berpikir bagaimana caranya agar terlepas dari cengkraman tuan Kenzo. "Sial! Seandainya ponsel lama aku masih ada, aku pasti sudah meminta bantuan pada Novi dan Dion." Gerutu Nayra, lalu berinisiatif untuk mengirimkan sebuah pesan singkat untuk tuan Kenzo.
From Nayra.
"Tuan ada yang ingin aku sampaikan angkat teleponku."
Beberapa menit berlalu, namun tidak ada balasan sama sekali. Nayra pun tidak kehilangan semangatnya,untuk mengirim pesan untuk yang kedua kali.
To : Tuan Kenzo.
"Tuan, aku ingin bernegosiasi denganmu. Jadi balas pesan dariku!"
Setelah lima belas menit berlalu, tetap tidak ada balasan dari si beruang kutub.
To : Tuan Kenzo.
"Tuan Kenzo yang tampan, aku mohon balas pesanku." Nayra sengaja menambahkan emoticon love, diakhir pesannya.
__ADS_1
Dan tidak perlu menunggu lama, sebuah pesan singkat masuk kedalam ponsel Nayra.
From beruang kutub.
"Aku memang tampan."
"Eh buset, dari tadi aku kirim pesan. Dia hanya jawab aku memang tampan. Lama-lama gue lempar juga ini ponsel ke kepalanya." Ketus Nayra, dengan wajah yang kesal ia membalas pesan singkat tersebut.
To : Tuan Kenzo.
"Tuan, aku mohon padamu lepaskan aku. Kau boleh meminta apa pun tapi tolong tidak yang satu itu."
Nayra yang masih menunggu balasan pesan dari tuan Kenzo, tanpa terasa tertidur lelap di atas tempat tidur. Dengan tubuh yang masih dipijat oleh kedua pelayannya.
Perusahaan Kenz. Drc.
"Tuan, nyonya Angel besok pulang ke Indonesia."
"Emm .... " Kenzo tampak acuh mendengarkan info dari Jimy, karena sejak di dalam mobil sampai di dalam kantor. Ia sibuk menatap layar ponselnya, yang sejak tadi tidak ada bunyi pesan singkat yang masuk. "Kenapa gadis bodoh itu tidak lagi mengirim pesan?" Kenzo bergumam dalam hati.
"Tuan, besok sore tuan Dimitri akan datang ke perusahan kita untuk membahas proyek kerjasama." Jimy memberikan berkas-berkas untuk ditandatangani oleh tuan Kenzo.
"Oke, aku sudah tidak sabar untuk bertemu langsung dengan orang yang ingin menghancurkanku." Ucap Kenzo dengan dingin dan sangat tegas
__ADS_1
"Jim, hari ini aku pulang cepat! Kau atur semua pekerjaan yang tertunda." Kenzo mengambil berkas-berkas yang sudah ditanda tangani pada Jimy, lalu sibuk kembali menatap ponselnya.
Jimy menganggukkan kepalanya, menatap tuan Kenzo dengan intens. "Tuan, apa anda tidak ingin melakukan operasi untuk membuka nya?" Tanya Jimy.
"No, kenapa aku harus membukannya?"
"Bukankah tuan dan nyonya akan -- " Jimy tersenyum penuh arti.
"Memangnya kenapa jika aku melakukannya dengan gadis bodoh itu? Melakukannya bukan berarti aku ingin memiliki anak dengan nya." Kenzo berkata dengan suara datarnya.
"Tapi, apa tuan tidak ingin memiliki anak?"
"Anak .... " Kenzo tertawa dengan keras. "Aku hanya ingin mempunyai anak dari wanita yang sangat aku cintai, wanita baik-baik yang akan menjadi seorang ibu yang baik bagi anak-anak ku kelak." Itulah sebabnya selama ini Kenzo, belum memiliki anak dari Angel. Karena tanpa sepengetahuan Angel, Kenzo sudah melakukan vaksetomi. Dan Kenzo akan membuka KB nya, jika ia sudah menemukan wanita yang dia cintai.
"Dan satu lagi! Aku tidak akan pernah menyentuh gadis bodoh itu! Perkataan aku tadi pagi, hanya karena emosi saja." Kenzo tersenyum sinis.
"Tapi tadi anda bilang ingin pulang cepat?" Jimy menautkan kedua alis matanya.
"Aku pulang cepat, karena ingin menggodanya. Sekaligus memberikan satu peringatan kecil pada gadis bodoh itu."
"Anda ingin menggodanya dan memberikan peringatan, tapi bagaimana jika anda yang justru tergoda pada Nyonya Nayra." Ucap Jimy, dengan telak.
"Jim, kau ingin mati!" Bentak Kenzo.
__ADS_1