Menikahi Jd Yg Ke 2

Menikahi Jd Yg Ke 2
Part 271


__ADS_3

Hari - hari berikutnya Jimy pun masih seperti biasanya, menunggu dan mengajak Novi berbicara. berharap Novi akan segera sadar dari Komanya.


Sementara di Luar ruangan Bapak Anto dan Ibu Nani melihat kedatangan Mom Jenita, mereka pun langsung mempersilahkan Mom jenita untuk masuk.


"Jim, perché sei così disordinato (Jim, kenapa kau berantakan sekali)?" tanya Nyonya Jenita yang melihat wajah putranya yang tidak terurus sama sekali. Tubuh Jimy pun terlihat lebih kurus dengan warna hitam di bawah matanya terlihat jelas kalau Jimy kurang tidur.


"Mom, mana Dad?" tanya Jimy yang kini berdiri di depan Ibunya.


"Dad, tidak bisa ikut kemari. karena kau tahu sendiri, ----" Nyonya Jenita menghentikan perkataanya.


Jimy mengerti dengan keadaan Dad nya yang harus kembali mengurusi perusahaan mereka. karena


Jimy tidak mau meninggalkan Novi.


"Mi dispiace (aku minta maaf)" ujar Jimy dengan raut wajah yang terlihat sangat merasa bersalah.


"Non importa (sudahlah)." Nyonya Jenita memeluk Jimy dengan sangat erat.


Sebenarnya kedatangan Nyonya Jenita kali ini selain ingin menjenguk menantu dan calon cucunya, dirinya membawa kabar yang tidak enak untuk Jimy. namun saat melihat kondisi putranya yang tidak baik, Nyonya Jenita pun memutuskan untuk tidak memberitahukannya terlebih dahulu.


Nyonya Jenita kini menatap wajah Novi yang terlihat lebih segar, dengan perlahan Nyonya Jenita menyentuh perut buncit menantunya itu.


"Bukankah sekarang sudah memasuki empat bulan?" tanya Nyonya Jenita, masih mengelus perut Novi dengan perlahan.


"Ya... " jawab Jimy yang melihat tangan Mom nya mengelus perut istrinya.

__ADS_1


"Bukankah seharusnya baby kalian sudah bisa menendang? maksudku bergerak dengan memukul perut Ibunya." tanya Nyonya Jenita.


"Benarkah?" tanya Jimy dengan wajah yang antusias.


"Ya, kau harus lebih sering meraba perut Novi. agar kau bisa merasakan gerakan Babynya" ujar Nyonya Jenita yang masih mengelus perut Novi.


"Cobalah, kau elus dan ajak bicara babymu!" seru Nyonya Jenita.


Jimy pun langsung mendekat dan mengelus perut Novi dengan perlahan, karena tidak ada gerakan dari babynya Jimy pun menatap pada wajah Mom nya.


"Ajaklah berbicara!" ujar Nyonya Jenita.


Jimy pun akhirnya mencoba mengajak berbicara Babynya, awalnya Jimy sangat canggung karena ini pengalaman pertama baginya. namun dengan perlahan dan menggunakan perasaan serta sentuhannya. Jimy pun sudah tidak canggung lagi.


Mom Jenita yang melihat putranya mengajak berbicara baby yang ada di dalam kandungan Novi, merasa sangat terharu atas tindakan putranya itu.


"Benarkah?" tanya Nyonya Jenita yang langsung mendekat kearah Jimy.


"Lihatlah!" seru Jimy.


Mom Jenita tampak melihat gerakan di perut Novi, dengan tersenyum Mom Jenita memeluk putranya itu.


"Kau lihat! ikatan di antara kalian sangat kuat" ucap Nyonya Jenita dengan terharu sampai menitikan air matanya.


"Kau lihat Nov, anak kita bergerak. dia tahu kalau Dad nya menyanyanginya" ujar Jimy di depan wajah Novi.

__ADS_1


"Kau juga harus merasakan gerakan Baby kita." Jimy mengambil tangan Novi dan di letakkan di perut Novi.


"Come on Baby bergeraklah, beritahu Mom mu untuk segera sadar." ujar Jimy di perut Novi.


Setelah menunggu beberapa detik Baby di perut Novi pun bergerak kembali. "Bagus sayang, beritahu Mom kalau Dad minta maaf. ajaklah Mom untuk bangun dari tidurnya."pinta Jimy dengan air mata yang mengalir di sudut matanya.


Nyonya Jenita pun langsung menangis mendengar perkataan putranya itu, sungguh dirinya sangat terharu dengan keadaan yang dilihatnya saat ini.


Jimy yang masih menatap wajah Novi, melihat ada air mata yang mengalir dari sudut pinggir mata Novi yang terpejam. Jimy pun teringat perkataan Ricardo bahwa orang yang koma bisa mendengarkan perkataan kita.


"Nov, kau pernah bilang padaku. kau tidak akan mau melihatku lagi" ujar Jimy masih dengan tangan dirinya yang mengapit tangan Novi di atas perut.


"Tapi aku pun pernah mengatakan, aku yang akan membuatmu melihatku" gumam Jimy di dalam hatinya menatap wajah Novi dengan intens.


"Nov dengarlah, jika kau tidak bangun juga. aku akan membawa anak kita pergi jauh dari sisimu."ucap Jimy masih menatap wajah Novi.


Nyonya Jenita yang mendengar ucapan Jimy langsung berhenti menangis dan menatap Jimy dengan binggung.


"Aku serius, kalau anak kita lahir dan kau masih koma. aku akan membawa anak kita pergi jauh dari mu" ujar Jimy dengan suara yang lebih keras.


Tampak di monitor ICU gerakan Jantung Novi berdetak dengan cepat.


"Jim... " ucap Nyonya Jenita, yang langsung di hentikan oleh gerakan tangan Jimy.


"Kau tahu, aku akan selamanya membawa anak kita pergi jauh darimu. dan anak kita tidak akan pernah tahu siapa Momnya." ujar Jimy yang langsung mendapatkan cekraman tangan yang lemah dari Novi.

__ADS_1


"Jim!" pekik Nyonya Jenita yang melihat tangan Novi bergerak mencengkram tangan putranya.


__ADS_2