Menikahi Jd Yg Ke 2

Menikahi Jd Yg Ke 2
Part 268


__ADS_3

"Jim, bagaimana Novi?" tanya Ibu Nani yang sudah berada di depan ruang rawat Novi.


"Novi koma," lirih Jimy dengan menundukan kepalanya.


"Apa? bagaimana bisa putriku koma?" teriak Ibu Nani dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya.


"Novi di tabrak mobil Bu."ujar Jimy masih dengan menundukan kepalanya.


"Novi, ----" teriak Ibu Nani lalu terjatuh pingsan.


Pak Anto dan Jimy langsung menggotong Ibu Nani ke kursi yang ada di depan ruang rawat.


"Bagaimana semuanya bisa terjadi? tadi pagi kalian berangkat untuk jalan jalan. lalu sekarang, ----" Pak Anto tidak bisa meneruskan perkataanya lagi.


"Ini semua salahku karena meninggalkannya," ucap Jimy. lalu menceritakan semuanya pada Bapak mertuanya.


Pak Anto hanya diam saja mendengar semua yang dikatakan oleh Jimy.


"Mungkin ini sudah takdir dari yang di atas, agar bisa membuka matamu untuk lebih mementingkan istrimu dari pada orang yang berada di masa lalu. walaupun itu dengan alasan kemanusiaan dan hati nurani" ujar Pak Anto, yang di jawab anggukan kepala oleh Jimy.


"Tapi Pak, kenapa kalian tidak memberitahuku kalau Novi sedang mengandung anak ku?" tanya Jimy. yang langsung membuat Pak Anto terkejut.

__ADS_1


"Novi hamil?" tanya Pak Anto masih dengan wajah yang terkejut.


"Bapak tidak tahu kalau Novi sedang mengandung?" tanya Jimy.


"Bapak tidak tahu, Ibunya pun tidak tahu." jawab Pak Anto.


"Berarti Novi merahasiakan kehamilannya dari kedua orang tuanya juga" gumam Jimy dalam hati.


"Kalau Novi sedang hamil, lalu bagaimana dengan kandungannya?" tanya Pak Anto.


"Kandungannya baik baik saja, anak ku sangat kuat seperti Ibunya" jawab Jimy dengan tersenyum getir.


"Drt... drt" Jimy menatap layar ponselnya.


Jimy pun berjalan menjauh dari kedua orang tua Novi.


"Doctor, I can't go to America" ujar Jimy.


"But ana need you," ucap Dokter yang menangani penyakit Ana.


'Yes I know, but I can't leave my wife and child" ujar Jimy dengan mengusap wajahnya dengan kasar.

__ADS_1


"But Jim?"


"My wife is in a coma, do you understand." bentak Jimy lalu menutup ponselnya.


Setelah beberapa saat terdiam dan memikirkan semuanya, Jimy pun memberanikan diri untuk menghubungi Mom Jenita.


"Mom, aku butuh bantuanmu" ujar Jimy.


Jimy pun menceritakan semuanya pada Mom Jenita, Mom Jenita yang mengetahui semuanya sangat marah pada Jimy. Setelah meluapkan semua kemarahannya, Mom Jenita yang bijaksana akhirnya bisa mengontrol emosinya.


"Aku akan berbicara pada Dad mu masalah perusahaan, dan masalah Ana. Mom akan berangkat secepat mungkin ke Amerika, tapi berjanjilah kau harus tetap berada di sisi Novi. Mom dan Dad secepatnya akan ke Indonesia," ujar Mom Jenita panjang lebar.


Jimy yang mendengar semua perkataan Mom jenita akhirnya bisa bernafas dengan lega, kini dirinya bisa fokus menjaga Novi dan anak mereka yang masih di dalam kandungan. Jimy tidak akan pernah lagi pergi jauh dari istri dan juga calon anaknya.


Jimy yang sudah berada di dalam ruang rawat Novi, melihat Ibu Nani menangis sambil memegang tangan Novi, sementara Bapak Anto terlihat lebih tegar. namun Jimy tahu betul Pak Anto sedang menangis di dalam hatinya.


"Jim, tidak boleh banyak orang di dalam ruangan ini," ujar Dr Ricardo dari arah belakang Jimy.


"Biar aku yang keluar, kasihan kedua orang tua Novi." ujar Jimy yang langsung keluar dari ruang rawat Novi bersama Dr Ricardo.


"Bagaimana, apa aku bisa membawa Novi untuk berobat keluar negeri?" tanya Jimy.

__ADS_1


"Jim, kita tidak bisa mengambil resiko yang besar dengan membawa Novi ke Luar Negeri." jawab Ricardo.


__ADS_2