Menikahi Jd Yg Ke 2

Menikahi Jd Yg Ke 2
part 41


__ADS_3

"Sial! Dia menolak dan tidak ingin bercinta denganku." Umpat Kenzo, dalam hati.


Walaupun gairahnya sudah membara, dan miliknya sudah menegang. Namun ketika melihat wajah Nayra, yang berlinangan air mata. Membuat hati Kenzo sakit, dan tidaak tega untuk melakukannya. Dengan cepat, Kenzo bangun dari tubuh Nayra, dan duduk disampingnya.


Nayra yang merasa sudah terbebas, langsung menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Ia mengusap air matanya, yang sejak tadi menetes di kedua pipinya.


"Kau tadi bilang akan melakukan apa pun asal aku tidak menyentuhmu kan?" Kenzo berujar dengan nada dingin, tanpa melihat Nayra.


"I-iya, tuan." Nayra masih terisak dalam tangisnya


"Oke, aku tidak akan menyentuhmu. Tapi mulai saat ini, kau harus melakukan apa pun yg aku perintah dan tidak menentangku lagi!" Kenzo menatap dengan tajam wanita yang ada disampingnya itu.


"I-iya, tuan." Nayra menganggukkan kepalanya.


"Yang pertama, jangan memanggilku tuan. Tapi sebut namaku Kenzo! Jika sedang diluar dan ada orang lain, baru kau memanggilku tuan."


"Baik, tuan. Eh, Kenzo." Ucap Nayra, masih dengan kepala yang tertunduk.


"Good girl, sekarang tidurlah!" Perintah Kenzo.


Nayra menarik selimut hendak turun dari atas tempat tidur.


"Kau mau kemana?" tanya Kenzo.


"Tadi anda yang menyuruhku untuk tidur. Itu sebabnya aku ingin ke sofa." Jawab Nayra, dengan sedikit takut. Ia takut melakukan kesalahan lagi, yang akan membuat Kenzo marah kepadanya.

__ADS_1


"Mulai saat ini, tidurlah di sini!" Kenzo menepuk tempat tidurnya.


"Tapi tuan ...?"


"Tadi sudah aku katakan, kau harus menuruti semua perkataanku! Atau?" Kenzo melirik tajam pada Nayra.


"Ba-baik, tuan. Aku akan tidur di tempat tidur." Nayra mengambil pakaian dalamnya, dan langsung memakainya. Lalu menatap lingerie yang sudah robek tuan Kenzo.


"Tidurlah! Perintah kenzo lagi.


"Tapi aku ingin memakai pakaianku dulu." Cicit Nayra.


"Tidur!" Ucap Kenzo dengan sangat tegas.


Dan mau tak mau, Nayra tidur hanya dengan memakai dalamnya saja. Menarik selimutnya dengan rapat, lalu membaringkan tubuhnya membelakangi tuan Kenzo.


Sementara Nayra yang sebenarnya belum tertidur, langsung mengelus dadanya saat mendengar suara pintu terbuka lalu tertutup.


"Aku harus lebih berhati-hati, kalau tidak ingin kehilangan harta berhargaku." Gumam Nayra, lalu memejamkan matanya dan tertidur dengan lelap karena kelelahan.


Beberapa saat kemudian.


Kenzo yang sudah selesai membersihkan diri, berjalan mendekati tempat tidur dan menatap Nayra.


"Kenapa tadi aku bernafsu ingin memilikinya? Padahal niatku hanya ingin menggodanya." Gumam Kenzo. "Akh! Lama-lama aku bisa setres jika berada didekatnya."

__ADS_1


Kenzo membaringkan tubuhnya, membelakangi Nayra dan membuat jarak diantara mereka. Ia tidak ingin kehilangan akal sehatnya, dan tidak ingin miliknya kembali bangun.


...🍀🍀🍀...


Keesokan harinya.


Kenzo yang terbangun terlebih dahulu, merasakan kehangatan ditubuhnya. Saat ia membuka matanya, Kenzo terkejut karena tangannya memeluk Nayra dengan erat. Ia menatap wajah Nayra dengan intens, lalu membelai wajah wanita yang tertidur lelap disampingnya. Matanya berpindah menatap tubuh Nayra, yang hanya mengenakan pakaian dalam saja.


"Shit!" umpat Kenzo.


Ia langsung turun dari tempat tidur, karena tidak ingin berlama-lama berdekatan dengan Nayra. Karena Kenzo tidak ingin gairahnya kembali naik, dan membuat akal sehatnya hilang.


**


"Tuan, anda tidak sarapan terlebih dahulu?" tanya Pak Li, setelah melihat tuan Kenzo turun dari atas tangga dan berjalan menuju ruang tamu.


Kenzo hanya menggelengkan kepalanya, sambil terus berjalan menuju pintu. Sedangkan Pak Li, dengan setia mengikuti langkah tuan Kenzo dari belakang.


"Pak Li, jaga Nayra dengan baik! Jangan sampai Angel menyakitinya!" Ucap Kenzo, sebelum masuk kedalam mobil.


"Baik, tuan." Jawab Pak Li.


Kenzo langsung naik kedalam mobilnya, lalu mengambil ponselnya.


"Jim, kau langsung ke kantor saja!" Perintah Kenzo, dan langsung menutup ponselnya.

__ADS_1


Jimy yang belum menjawab Perintah Kenzo, langsung menghela napasnya. " Belum aku jawab, sudah dimatikan." Gumam Jimy. "Tapi kenapa, tuan Kenzo pagi-pagi sekali sudah berangkat ke kantor?" Jimy menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Apa jangan-jangan karena -- " Jimy tersenyum penuh arti.


__ADS_2