
"Lalu sekarang di mana keberadaan Ana?" tanya Novi yang merasa sangat kasihan dengan pengorbanan cinta Ana.
"Entahlah, Semenjak pertemuan terakhir itu. kami sudah tidak pernah mendengar kabarnya lagi, karena Ana sudah tidak bekerja lagi dan seluruh keluarga nya pindah entah kemana?" jawab Nyonya Jenita. mengingat kembali pertemuan terakhirnya dengan Ana.
"Mom, bukankah ini semua tidak adil bagi Jimy?" ucap Novi. "Jimy berhak tahu tentang semuanya, Jimy harus tahu alasan sebenarnya Ana meninggalkan dirinya" ujar Novi dengan wajah sedih.
Novi membayangkan jika dirinya yang menjadi Ana, tentu tidak akan mudah meninggalkan orang yang dicintainya itu. dan mungkin dirinya akan lebih memilih egois untuk tetap bersama dengan orang yang dicintainya sampai ajal menjemput.
"Kalau Jimy mengetahui semuanya pun, tidak akan mengubah keadaan" jawab Nyonya Jenita.
"Walaupun tidak mengubah semuanya, tapi Jimy berhak tahu Mom. kasihan Jimy yang selalu mencintai Ana dan menunggu Ana, dan kasihan Ana dia harus berjuang sendirian melawan penyakitnya. tanpa di dampingi oleh orang yang dicintainya" terang Novi panjang lebar.
__ADS_1
"Jika Jimy mengetahui semuanya dari dulu, mungkin saat ini Jimy tidak ada di sampingmu." ucap Nyonya Jenita menatap wajah menantunya itu.
"Mom, walaupun Jimy ada disampingku. tapi dia tidak memcintaiku, yang ada di hatinya hanya Ana seorang. lagi pula kami menikah karena....." Novi tidak meneruskan perkataannya dan hanya menundukan kepalanya, tidak berani mengatakan yang sebenarnya.
"Mom sudah tahu kalau kalian menikah hanya berpura pura" ujar Nyonya Jenita meneruskan perkataan menantunya itu. membuat Novi sangat terkejut.
"Mom dan Dad tahu semuanya?" tanya Novi memastikan kembali apa yang didengarnya tadi.
"Tapi Mom,...."
"Sudahlah kau tidak usah memikirkan masa lalu Jimy, yang terpenting saat ini adalah kehidupan masa depan kalian" Nyonya Jenita tersenyum hangat pada menantunya itu.
__ADS_1
"Mom, kalau aku menceritakan semua ini pada Jimy. apakah Mom dan Dad akan marah padaku?" Novi sangat berhati hati sekali dalam ucapan nya.
Lama Nyonya Jenita terdiam sambil menatap intens menantunya itu. "Kau tahukan konsekuensi nya, jika kau menceritakan semuanya pada Jimy. bukan hanya hubunganmu dengan Jimy yang rusak tapi hubungan kami dan putra kami pun akan berantakan" tutur Nyonya Jenita dengan nada yang tajam tapi tetap terlihat anggun.
Novi pun langsung terdiam mendengar perkataan Nyonya Jenita, saat ini dirinya benar benar binggung harus berbuat apa. di satu sisi dia ingin menceritakan semua nya pada Jimy tentang semua informasi tentang Ana yang baru saja di dapatnya. tapi disatu sisi lainnya, Novi tidak ingin membuat hubungan antara kedua orang tua dan anak menjadi berantakan hanya karena sebuah masa lalu.
Di sepanjang perjalanan pulang Novi hanya diam seribu bahasa, dirinya tidak menyangka akan berada di posisi sulit seperti sekarang. awalnya Novi mengira akan mampu menjalani semuanya dengan hati yang tenang sampai satu tahun kedepan, tapi sekarang setelah mengetahui alasan Ana meninggalkan jimy. membuat Novi merasa bersalah jika tidak menceritakan semuanya pada Jimy.
"Aku harus memberitahu Jimy tentang semuanya, tanpa harus merusak hubungan ibu dan anak. aku pasti bisa melakukannya" gumam Novi dalam hati. "Semuanya demi Jimy dan keluarga Richard yang selama ini sudah baik padanya"
Sementara Nyonya Jenita yang melihat Novi dari tadi diam di dalam mobil, hanya bisa tersenyum dengan penuh arti." Aku yakin, kau pasti bisa mengambil keputusan yang terbaik!" gumam Nyonya Jenita yang tahu betul sifat menantunya itu.
__ADS_1
.