
"Aku di mana?" tanya Novi yang melihat seseorang berpakaian putih berdiri disampingnya.
"Kau sedang di Rumah sakit," jawab Dion.
"Rumah Sakit?" lirih Novi dengan memegang kepalanya yang masih terasa pusing.
"Bagaimana Dok?" tanya Dion. Setelah Dokter selesai memeriksa Novi.
"Selamat Bapak, istri Bapak saat ini sedang mengandung." ujar Dokter membuat Novi dan Dion terkejut dan saling berpandangan.
"Untuk mengetahui lebih jelas usia kandungannya, kami sarankan istri Bapak untuk diperiksa oleh Dokter Obygn," ujar Dokter.
"Baik Dok," jawab Dion.
"Dion aku hamil," seru Novi dengan wajah Bahagia. setelah Dokter yang memeriksanya keluar dari ruangan nya.
"Selamat, kau akan menjadi seorang Ibu," ucap Dion memegang tangan Novi.
"Terima kasih," ujar Novi mengelus perutnya yang masih rata.
Setelah selesai cek di Dokter kandungan, Dion pun mengantar Novi Pulang kerumahnya.
"Siapa itu Nov?" tanya Ibu Nani, melihat mobil mewah yang sudah pergi setelah menurunkan Novi.
"Dion bu, dia mantan Bos Novi waktu di Cafe," ujar Novi masih dengan wajah yang tersenyum bahagia dan langsung masuk kedalam kamar nya.
"Mantan Bosmu tampan juga, mirip aktor korea Lee min ho yang main di drama Descendants Of The Sun" ucap Ibu Nani dengan tersenyum membayangkan aktor kesukaannya.
__ADS_1
"Soong Jong ki Bu, bukan lee min ho" ujar Novi dengan tertawa keras.
"Ya sama saja, sama sama aktor korea" seru Ibu Nani dengan cuek. "Kenapa kau tidak bersama mantan bosmu saja, sepertinya dia orang yang baik dan yang paling utama dia orang kaya."
"Bu, kenapa kau sangat matre sekali," ujar Novi yang langsung mendapatkan pukulan dari sang ibu.
"Ibu itu tidak matre, ibu hanya ingin hidupmu itu terjamin. lupakan saja Jimy yang sudah tidak ada kabarnya sama sekali." ucap Ibu Nani dengan wajah kesalnya.
"Jimy," pekik Novi yang baru teringat belum memberi kabar tentang kehamilannya.
"Kau kenapa?" tanya Bu Nani yang mendengar pekikan Novi.
"Aku mau istirahat dulu bu," ucap Novi berbohong pada Ibunya.
"Baiklah Ibu akan keluar," ujar Ibu Nani meninggalkan kamar Novi.
Setelah Ibunya pergi Novi langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi Jimy. "Kenapa ponselnya tidak aktif."
"Sayang, bagaimana kabarmu?" tanya Nyonya Jenita yang bahagia mendapatkan telepon dari menantunya.
"Aku baik Mom," jawab Novi.
"Mom, apa Jimy ada?" tanya Novi dengan hati hati tidak ingin membuat mertuanya curiga. karena Novi pulang kenegaranya dengan alasan rindu pada kedua orang tuanya.
"Jimy?" tanya balik Nyonya Jenita. "Apa kau tidak tahu Jimy sekarang berada di Amerika" ujar Nyonya Jenita.
"Amerika?" seru Novi.
__ADS_1
"Ya, dia bilang sedang mengobati temannya yang sakit. dan kebutulan cabang perusahaan Daddy nya yang di Amerika juga sedang ada masalah yang perlu penangan langsung darinya."
"Mengobati," gumam Novi dalam hati.
"Sayang, are you oke?" tanya Nyonya Jenita.
"Aku baik baik saja Mom," ucap Novi.
Setelah menutup ponselnya, Novi hanya terdiam memandang langit langit kamarnya dan tak terasa air matanya menetes di pipinya.
"Di dalam hubungan ini, kenapa aku merasa aku terus yang berjuang seorang diri." lirih Novi yang terus menangis. "Nov, sudah cukup kau menangisinya. kau harus memikirkan anak yang ada dalam kandunganmu" gumam Novi dalam hati.
Dengan mengusap air matanya, Novi pun sudah memutuskan mulai besok dirinya akan mulai menata hidupnya seorang diri bersama anak yang dikandungnya. sudah cukup baginya terus berjuang di dalam hubungan nya dengan Jimy. Novi pun sudah tidak mempedulikan perkataan Jimy yang akan menjemputnya setelah semuanya selesai. yang ada di pikirannya kini hanyalah anak yang ada dalam kandungannya.
.................
Perusahaan MRO
"Bagaimana?" tanya Dion pada Novi yang duduk dikursi kerjanya.
"Kenapa susah sekali," ucap Novi yang kewalahan di dunia pekerjaan yang baru saja dijalaninya.
"Kau pasti bisa," ujar Dion menyemangati Novi.
"Aku bekerja dibagian yang lain saja, boleh tidak?" tanya Novi.
"Tidak boleh, kau harus menjadi sekertarisku. karena aku butuh orang yang bisa dipercaya, dan aku hanya percaya padamu saja."
__ADS_1
"Kau itu tidak di Cafe tidak disini selalu saja menyusahkan karyawanmu." gerutu Novi dengan mengerucutkan bibirnya, membuat Dion tertawa.
"Aku ingin kau menjadi wanita yang tangguh dan sukses di dalam karirmu" gumam Dion dalam hati menatap Novi yang masih saja mengoceh tidak karuan dengan sesekali mengetuk layar laptop. membuat Dion kembali tertawa dengan tingkah konyol Novi.