Menikahi Jd Yg Ke 2

Menikahi Jd Yg Ke 2
Part 260


__ADS_3

"Bagaimana permasalahan anak cabang perusahaan mu yang di Amerika?" tanya Kenzo memecah keheningan.


"Semua sudah hampir selesai, itu semua berkat ilmu yang telah kau ajarkan padaku," jawab Jimy.


"Bagus Jim, kau membuatku bangga." Kenzo tersenyum pada mantan orang kepercayaannya itu.


"Tuan, bagaimana cara anda menaklukan Nyonya Nayra dan membuatnya mengerti akan dirimu?" tanya Jimy membuat Kenzo yang sedang minum langsung tersedak.


"Kau bertanya padaku, apa aku tidak salah dengar?" Kenzo tertawa keras. " Kau tahu sendiri justru aku yang di taklukan oleh Nayra," ujar Kenzo masih dengan tertawa keras.


"Kenapa wanita itu sulit di pahami?" ujar Jimy dengan mengerutkan keningnya.


"Kau benar, tapi yang lebih sulit di pahami lagi adalah kau yang menikah dengan Novi. aku sampai dengan detik ini masih tidak menyangka, kau bisa bersama dengan sahabat istriku" Kenzo kembali tertawa.


"Aku pun tidak pernah menyangka akan bisa mencintainya," Jimy tersenyum mengingat semua kenangannya bersama Novi.


Kenzo dan Jimy pun saling berbincang mengenai urusan pribadi dan juga bisnis, dan tak terasa waktu pun semakin larut. Kini hanya ada Jimy di dalam Aparteman nya seorang diri menatap langit langit kamarnya, Jimy kembali mengingat semua perkataan yang di keluarkan Novi padanya. Baru kali ini dirinya melihat Novi yang mengutarakan semua yang dirasakan dihatinya secara langsung padanya.

__ADS_1


"Apa aku sudah terlalu menyakitimu?" gumam Jimy masih menatap langit langit di kamarnya. "Tapi aku melakukan semua ini, hanya rasa kemanusian ku pada Ana. aku merasa punya tanggung jawab untuk berada disisinya karena selama ini Ana berjuang sendiri menghadapi penyakitnya, hanya karena dirinya tidak ingin menyusahkan ku. Apa aku salah lebih mengutamakan seseorang yang sedang sakit keras?" gumam Jimy kembali dengan menghela nafasnya sangat panjang.


Keesokan harinya,


Jimy yang sudah berada di rumah Novi, duduk berhadapan dengan kedua orang tua Novi. Dengan wajah datarnya Jimy mendapatkan tatapan tajam dari Ibu Nani. sementara Bapak Anto hanya diam seribu bahasa menatap wajah menantunya itu.


"Sudah ingat pada istrimu?" tanya Ibu Nani menyindir menantunya itu.


"Maaf Bu, saya kemari dengan tujuan ingin menjemput Novi pulang," ucap Jimy.


"Aku tidak mau pulang," seru Novi yang sudah memakai pakaian kerjanya keluar dari kamarnya. "Rumah ku disini," ucap Novi duduk disebelah Ibunya.


Novi yang mendengar perkataan Ibunya langsung merasa terharu, ternyata Ibunya sangat membela dirinya. dan tidak terpengaruh sama sekali dengan keberadaan jimy, yang merupakan menantunya yang sangat kaya raya baginya.


"Bu, aku punya sesuatu untukmu," ucap Jimy menyuruh anak buahnya menyerahkan sebuah paper bag berukuran sedang pada Ibu mertuanya itu. "Dan untuk Bapak juga ada," ucap Jimy pada Bapak mertuanya namun Bapak Anto masih dengan diamnya.


"Aku tidak butuh ini," ucap Ibu Nani menyerahkan kembali paper bag itu pada menantunya.

__ADS_1


"Bu, terima kasih," Novi langsung memeluk Ibunya itu, Novi benar benar sangat bahagia melihat sikap Ibunya yang ternyata tidak matre sama sekali. walaupun sudah di beri barang oleh Jimy.


"Ibu belum melihat isi di dalamnya," ujar Jimy mengeluarkan isi paperbag tersebut. dan memperlihatkan isinya pada Ibu mertuanya.


"Sudahlah Jim, Ibuku sudah bilang tidak akan mengijinkan ku pergi. ya kan Bu?" tanya Novi menatap pada Ibunya yang terlihat terkejut pada sesuatu.


Novi yang penasaran langsung menatap Jimy yang kini sedang memegang satu set perhiasan yang berkilauan kearah Ibunya.


"Bu, " seru Novi mengguncang tubuh Ibunya, yang masih terlihat diam dengan bola mata yang berbinar.


"Ibu setuju, kau bawalah putriku!" ucap Ibu Nani langsung menyambar perhiasan yang di pegang oleh Jimy, membuat Novi menelan Ludah nya sendiri atas kelakuan Ibunya tersebut.


Sementara Jimy sudah tersenyum penuh kemenangan pada Novi.


"Pak," lirih Novi meminta pertolongan pada Bapaknya.


"Bapak minta, kalian bicarakan semuanya dengan baik baik. dan Bu kembalikan perhiasan itu!" perintah Bapak Anto pada istrinya.

__ADS_1


"Tidak mau Pak, ini sudah untukku," ujar Ibu Nani memeluk kotak perhiasan itu dan tidak ingin melepaskannya.


"Jim, kau sudah memberikan perhiasan itu pada Ibu kan? jadi biar Ibu ku saja, yang kau bawa ke Paris!" ucap Novi langsung berdiri meninggalkan ruang tamu dengan wajah kesalnya, atas kelakuan matre Ibunya.


__ADS_2