
"Jim, apa kau masih mencari keberadaan Ana?" tanya Kenzo pada Jimy yang berdiri dihadapannya.
"Ya, dan aku akan terus mencari keberadaannya" jawab Jimy dengan wajah datarnya.
Kenzo yang semula sibuk dengan berkas yang ditandatanganinya langsung menaruh semua berkas itu diatas meja. "Jim, kau itu sudah kuanggap sebagai saudaraku. aku merasa tindakanmu kali ini sungguh sangat keterlaluan." ujar Kenzo dengan menarik nafasnya dengan sangat berat.
"Apa maksud anda tuan?" tanya Jimy tak mengerti dengan ucapan tuannya.
"Dengar, aku ini orang yang tidak pernah mau mengurusi hidup orang lain ataupun perasaan orang lain. tapi ini menyangkut orang yang paling dekat dengan istriku, apa kau sadar tindakanmu yang mencari Ana melukai istrimu sendiri. dan jika kau melukai istrimu otomatis kau pun menyakiti istriku" Kenzo berkata panjang lebar pada asisten nya itu, suatu hal yang tidak pernah dirinya lakukan selama ini.
"Aku tidak pernah melukai Novi tuan, karena sejak awal Novi sudah tahu bahwa wanita yang ada dihati ku itu adalah Ana" jawab Jimy masih dengan wajah datarnya.
"Damn , kau itu membuatku kesal saja...!" bentak Kenzo yang mendengarkan jawaban Jimy.
"Jika tuan tidak mau kesal, tuan tidak usah memperdulikan lagi urusan pribadiku" ucap Jimy masih dengan datarnya.
"Jim, kau mau mati ya....!" bentak Kenzo dengan tatapan tajamnya, karena Kenzo merasa kecewa dengan kelakuan asisten sekaligus sahabat baiknya itu.
__ADS_1
"Saya belum mau mati tuan, sebelum saya menemukan Ana" jawab Jimy, membuat kenzo semakin emosi.
"Kau itu..." bentak Kenzo dengan suara tertahan menatap tajam pada Jimy. "Ingat baik baik perkataan ku ini, kau akan merasakan penyesalan yang dalam setelah orang yang kau sia siakan pergi dari hidupmu untuk selamanya" ucap Kenzo dengan suara penuh penekanan, membuat Jimy terdiam dan tidak bisa berkata apa apa.
Tiga hari kemudian, Novi yang merasa semakin hampa dalam hidupnya memutuskan untuk pergi jalan jalan, ia merasa sangat sesak jika terus berada di apartemen seorang diri. karena Jimy selalu sibuk mencari Ana dan selalu pergi keluar kota atau keluar negeri jika mendapatkan info tentang Ana.
Seperti sekarang ini, Jimy langsung pergi keluar kota begitu mendapatkan info tentang Ana tanpa mempedulikan apa pun.
Dengan langkah gontai Novi berjalan tak menentu arah, karena pikiran dan hatinya penuh dengan luka yang tidak berdarah. dan saat ini dirinya yang sedang menyeberang jalan tak melihat ada mobil yang berjalan dengan kecepatan penuh dari arah samping kanan nya.
................
"Jim kau dimana?" teriak Nayra dengan suara yang cemas. sambil berlari didalam ruangan rumah sakit.
"Aku ada dikota Y " jawab Jimy
"Kau harus pulang sekarang...! Novi, Novi..." Nayra tidak melanjutkan perkataan dan hanya terdengar suara tangis dari ponselnya, membuat Jimy cemas seketika.
__ADS_1
"Novi...! ada apa dengan Novi?" tanya Jimy yang berusaha untuk tenang.
"Novi kecelakaan, dia...dia ditabrak mobil" jawab Nayra yang semakin kencang menangis, menatap pintu ruang IGD yang ada di depan matanya.
"Apa....!" pekik Jimy dengan tubuh yang serasa langsung lemas begitu mendengar kabar Novi kecelakaan.
"Bagaimana keadaan Novi sekarang?" tanya Jimy. "Hallo, nyonya Nayra. bagaimana keadaan Novi sekarang?" teriak Jimy dengan keras karena tidak mendapatkan jawaban dari nyonya nya itu.
Dilihatnya ponselnya yang kini dalam keadaan mati, karena Jimy lupa mencharger ponselnya. dan powerbank nya pun mati karena sudah seharian ini dirinya berada di luar dan belum diisi kembali.
"Sial" umpat Jimy dengan kesal.
Dengan terburu buru Jimy pun menaiki mobilnya untuk kembali ke kota nya, Jimy merasa sangat khawatir pada Novi. sampai dirinya melupakan tujuan nya datang ke kota Y untuk ke Rumah Sakit tempat dimana Ana berada yang dia ketahui dari informannya.
Dengan kecepatan penuh Jimy mengendari mobilnya. dirinya merasa tidak tenang, entah mengapa hati nya benar benar takut begitu mendengar Novi kecelakaan.
Jimy teringat kembali perkataan tuan Kenzo padanya tiga hari yang lalu. dan semua perkataan itu membuat Jimy semakin ketakutan, takut akan kehilangan wanita yang selama ini menemani hari hatinya. takut akan kehilangan wanita yang selalu membuatnya kesal, marah, dan tertawa. dan takut akan kehilangan wanita yang tanpa disadarinya telah mencuri relung hatinya yang terdalam.
__ADS_1