
"Bukan sayang, maksudku bukan seperti itu!" ujar Jimy dengan wajah bingungnya.
"Malam ini kau tidur diluar!" ucap Novi yang langsung berdiri dari duduknya dan pergi dari ruang makan.
Kenzo pun langsung tertawa dengan sangat keras ketika mendengar perkataan Novi.
"Kenapa kau tertawa?" tanya Nayra.
"Kau tidak dengar? tadi itu sangat lucu. temanmu itu menyuruh Jimy tidur di luar," ujar Kenzo yang kembali tertawa dengan kencang. Sementara Jimy hanya bisa menghela nafasnya dengan berat.
"Lucu ya? kalau lucu malam ini kau juga tidur di luar!" ucap Nayra yang langsung pergi menyusul Novi.
Jimy yang mendengar perkataan Nyonya Nayra kini gantian menertawakan Tuan Kenzo, "Tuan nasib kita sama," ujar Jimy yang kembali tertawa keras.
"Jim, mulai hari ini gaji mu aku potong!" bentak Kenzo dengan suara beratnya.
"Tuan, kau lupa aku sudah tidak bekerja denganmu.!" ujar Jimy yang semakin tertawa dengan keras.
"Jim, Kau mau mati ya... !" bentak Kenzo membuat Jimy langsung terdiam.
Malam harinya Kenzo dan juga Jimy akhirnya terpaksa tidur diluar kamar. Jimy tidur di sofa ruang Apartemennya, sementara Kenzo tidur di salah satu kamar yang ada di dalam mansion.
..............
Lima bulan kemudian.
"Bagaimana Dok?" tanya Jimy dengan cemas.
"Kandunganya baik-baik saja, hanya saja air ketubanya sudah sedikit. jadi saya sarankan untuk di lakukan operasi caesar." ujar Dokter Ryan.
__ADS_1
"Ya sudah Dok, lakukan saja!" ucap Jimy yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Novi.
"Aku tidak mau dioperasi Dok, aku ingin melahirkan normal!" seru Novi
"Tapi usia kandungan Nyonya sudah empat puluh satu minggu dan sudah melewati HPL nya, kalau tidak juga ada pembukaan maka harus segera melakukan operasi Caesar karena air ketuban Nyonya sudah berkurang." Ucap Dokter Ryan.
"Sayang, kau harus mendengarkan apa kata Dokter!" seru Jimy.
"Jadi kapan operasinya?" tanya Jimy dengan semangat.
"Lebih cepat lebih baik." jawab Dokter Ryan.
"Kalau begitu sekarang saja!" ujar Jimy.
"Jim.... " teriak Novi dengan memukul tangan Jimy.
"Baiklah," ucap Dokter yang lansgung memangil perawatnya untuk menyiapkan ruang rawat.
Jimy dan Novi pun mengikuti perawat tadi, dan sekarang Novi sudah berada diatas tempat tidur di salah satu ruang kamar rawat vvip.
"Kenapa kau semangat sekali agar aku segera di operasi caesar?" tanya Novi dengan wajah menyelidik.
"Tentu saja aku semangat, karena aku sudah tidak sabar untuk melihat jagoan ku ini." ujar Jimy mengelus perut Novi. membuat Novi sangat terharu mendengar perkataan Jimy.
"Ah... akhirnya aku tidak akan merasakan apa yang di rasakan oleh Tuan Kenzo dan juga Tuan Dimitri." gumam Jimy dalam hati tersenyum bahagia.
Jimy masih mengingat betul bagaimana Tuan Kenzo dan juga Tuan Dimitri yang habis babak belur oleh kelakuan para istri mereka saat akan melahirkan.
"Tapi Jim, kenapa perutku sakit ya!" ujar Novi yang merasakan perutnya seperti diaduk aduk.
__ADS_1
"Sakit bagaimana?" tanya Jimy.
"Ah, tidak papa." ujar Novi yang merasakan sakit perutnya itu sudah hilang. sudah dari kemarin Novi merasakan sakit di perutnya yang kadang datang dan hilang dengan sendirinya. tapi ini jauh lebih lama dan lebih sakit.
"Berbaringlah!" ucap Jimy yang melihat wajah Novi pucat.
"Jangan khawatir, operasi Caesar itu tidak sakit!" ucap Jimy mengelus perut Novi.
"Dari mana kau tahu tidak sakit? memangnya kau itu pernah melakukan operasi cesar?" tanya Novi dengan tertawa.
"Aku baca dari internet," ujar Jimy masih mengelus perut Novi yang sangat besar.
"Aw... " pekik Novi dengan mencengkram tangan Jimy.
"Kau kenapa?" tanya Jimy yang melihat wajah Novi terlihat kesakitan.
"Perutku sakit," ucap Novi masih mencengkram tangan Jimy.
"Sebentar aku panggil Dokter," Jimy hendak pergi tapi tangan Novi langsung ditarik oleh Novi.
"Jangan, sudah tidak sakit kok." ucap Novi.
"Benar sudah tidak sakit?" tanya Jimy memastikan pada Istrinya.
"Iya." Novi pun berusaha untuk tertidur agar rasa sakit di perutnya menghilang.
"Sebentar aku keluar dulu untuk menghubungi Mom dan Dad, dan juga Ibu dan Bapakmu." ujar Jimy.
Jimy pun langsung keluar dari ruang rawat, sementara Novi kembali merintih saat merasakan sakit di perutnya itu.
__ADS_1
"Kenapa rasa sakitnya jadi lebih terasa dan lebih sering?" gumam Novi mengelus perutnya dengan perasaan cemas.