
" Siapa nama putrimu?" tanya Nayra menatap pada Dimitri.
" Keyla memberinya nama Dila" ujar Dimitri.
" Dila...apa artinya?" tanya nyonya besar penasaran.
"Itu gabungan kata dari nama kami Dimitri Keyla" ujar Dimitri dengan intonasi rendah. membuat semua orang di ruangan pun tertawa mendengar arti dari nama Dila.
" Kenapa tidak Dimkey atau Trikey " ujar Kenzo dengan tertawa sinis.
" Ken..." Nayra pun mencubit pinggang Kenzo dengan sangat kencang hingga membuat Kenzo berteriak kesakitan.
" Jangan kau dengar kan kakak iparmu itu" ujar Nayra pada Dimitri.
" Tentu saja, aku memang tidak pernah mendengarkan nya jika dia sedang berbicara" ujar Dimitri dengan sinis menatap pada kenzo.
" Berani sekali dia mengejek nama putriku, tapi memang sih sedikit norak memberi nama pada anak dengan gabungan nama aku dan Keyla" gumam Dimitri dalam hati.
" Kau berani sekali berbicara seperti itu, mau kupecat sebagai adik iparku" bentak Kenzo hingga membuat baby Dafa pun menangis karena terkaget mendengar teriakan ayah nya.
__ADS_1
" Ken...." bentak Nayra dengan wajah marah nya.
" Ibu tolong gendong putraku" ujar Nayra pada nyonya besar yang hanya diam saja mendengar baby dafa menangis.
" Aku----" nyonya besar pun salah tingkah.
Dokter Ricardo yang melihat nya langsung menggendong baby Dafa dan menenangkan nya.
" Bu, jangan bilang kau tidak bisa menggendong bayi?" ujar Kenzo" kau kan pernah melahirkan aku dan Keyla" Kenzo menatap pada ibu nya itu.
" Ya aku memang melahirkan kalian, tapi yang selalu menggedong dan mengurus kalian kan Nanny " ujar nyonya besar dengan datar nya.
" Ibu itu tidak salah, ayah mu itu mampu membayar sepuluh orang Nanny untuk menjaga kau dan juga Keyla. jadi apa salah nya aku bersantai santai" ujar nyonya besar dengan wajah yang tidak berdosa.
" Ya..ya.." ujar Kenzo tidak ingin berdebat dengan ibu nya.
"Lebih baik kita keluar " ujar Dr. Ricardo tiba tiba.
" Memang nya kenapa kita keluar?" tanya nyonya besar.
__ADS_1
" Maksud ku para pria selain tuan Kenzo tentu nya" Dr
Ricardo menyerahkan baby Dafa pada Nayra.
" Memang kenapa?" tanya Jimy tidak mengerti.
" Jika kau mau mati, silahkan berada di sini. karena nyonya Nayra akan menyusui baby Dafa.
Dr. Ricardo langsung meninggalkan ruangan semenatara Dimitri dan juga Jimy yang awal nya tidak mengerti menatap ke arah Nayra. dan langsung membalikkan badan nya dengan serentak dan berlari kecil meninggalkan ruangan itu.
Kenzo pun melihat kebelakang kearah Nayra dan menatap nya dengan melongo.
" Kenapa kau ceroboh sekali, membuka dada mu itu di depan Jimy dan Dimitri" bentak Kenzo dengan suara yang tertahan karena tidak ingin membuat baby Dafa kembali menangis.
" Mereka belum melihat" ujar Nayra dengan singkat kemudian mencoba menyusui bayi Dafa. sementara Kenzo masih menatap Nayra dan juga baby Dafa dengan menelan saliva nya dengan susah.
" Hey tutup mulut mu itu" bentak nyonya besar pada Kenzo yang masih menatap dada Nayra yang sedang menyusui baby Dafa dengan mulut terbuka.
" Bu, itu kan milik ku" lirih Kenzo masih menatap pada bagian kesukaan nya yang selalu ia mainkan disetiap percintaan nya dengan Nayra.
__ADS_1
" Kau itu..." nyonya besar memukul pada bahu Kenzo." Ibu ingin melihat Baby Dila, kau jaga istri dan anak mu" nyonya besar pun meninggalkan ruangan dengan menggeleng gelengkan kepalanya karena masih melihat tingkah putra nya yang seperti anak kecil yang direbut mainan nya.