
keyla yang sudah berada di negara j sedang jalan jalan bersama nyonya besar. nyonya besar yang sudah lama di kurung di dalam mansion sudah seperti orang yang kalap, setiap barang yang ia lihat dan suka langsung di beli nya. keyla yang melihat ibu nya seperti orang yang kesetanan berbelanja barang hanya mengeleng geleng kan kepala nya.
" bu, apa kau masih ingin terus belanja...? lihat lah belanjaan ibu sudah sangat banyak " ujar keyla menunjuk ke arah pengawal pribadi nyonya besar yang sudah membawa banyak sekali tas belanjaan.
nyonya besar menatap ke arah belakang, lalu dengan santai nya tetap berjalan kembali ke sebuah butiq. keyla pun menghembuskan nafas nya dengan berat.
" bu, aku lihat ke sebelah sana dulu ya...! " ujar keyla menunjuk ke arah depan. keyla hanya ingin bisa bernafas dengan lega karena jika terus mengikuti ibu nya keyla seperti sesak nafas melihat ibu nya terus berbelanja.
" oke....!" ujar nyonya besar tanpa mengalihkan pandangan nya pada pakaian yang ia lihat. keyla pun langsung berjalan ke arah depan menjauh dari nyonya besar. tiba tiba pandangan mata nya jatuh pada sosok yang sangat ia rindukan, tengah duduk di sebuah butiq yang menjual tas tas bermerek terkenal di dunia. keyla pun tanpa membuang waktu langsung menghampiri sosok tersebut
" kak dimitri...!" ujar keyla, dimitri yang sedang duduk dengan menyilangkan kaki nya langsung menatap ke arah yang memanggil namanya. dimitri menatap sosok gadis yang kini berdiri di hadapan nya, sosok gadis yang tak asing bagi nya.
" kak, kau lupa pada ku..? aku keyla teman kak jeny...!" ujar keyla kembali. dimitri pun akhirnya mengingat sosok yang ada di hadapan nya adalah gadis yang waktu itu ia temui di club bersama jeny.
" oh ya, maaf aku tidak mengenal mu tadi...!" ujar dimitri yang sudah bangkit dari duduk nya.
" sayang sekali kau melupakan ku, padahal aku sangat merindulan mu...!" ceplos keyla dengan mimik wajah nya yang cemberut. dimitri yang mendengar nya pun terkaget dengan apa yang di katakan keyla.
" kau merindukan ku...?" tanya dimitri. yang di jawab anggukan kepala oleh keyla. membuat dimitri tersenyum kecil menatap dengan tak percaya. gadis yang ada di hadapan nya itu semenjak pertama kali bertemu selalu saja berkata dengan sangat terbuka.
" tapi tidak apa apa, kau melupakan ku. tapi aku tidak akan melupakan mu! karena kau adalah jodoh ku..." ujar keyla lagi dengan ekspresi yang gembira di wajah nya
__ADS_1
"what...? jodoh mu..?" pekik dimitri menatap keyla dengan pandangan tak mengerti
" kau tahu, ada yang berkata padaku. jika kita memang berjodoh dengan pria yang kita suka pasti kita akan di pertemukan lagi walaupun aku tidak tahu no ponsel mu ataupun alamat mansion mu..." ujar keyla lagi. membuat dimitri menggeleng gelengkan kepala nya.
" sayang...!" terdengar sebuah suara dari arah belakang keyla. keyla pun langsung menatap ke arah belakang nya.
" kak jeny...?" ujar keyla dengan tersenyum hangat pada jeny.
" keyla....?" tanya jeny dengan heran melihat gadis yang ternyata sedang berbicara dengan dimitri adalah keyla. " sedang apa kau di sini...?" tanya jeny berjalan memdekati dimitri dan merangkul lengan dimitri dengan manja nya.
" aku dan ibu sedang jalan jalan...!" ujar keyla dengan nada yang di buat senormal mungkin karena pada kenyataan nya hati nya entah mengapa kecewa kesal melihat kak jeny merangkul mesra tangan dimitri. apalagi tadi kak jeny memanggil kak dimtri dengan sebutan sayang.
" ohh...!" ujar jeny lalu jeny menatap pada dimitri. " sayang aku ingin tas yang ini..." ujar jeny memperlihat kan tas yang sudah ia pilih. " bagaimana bagus tidak...?" ujar jeny dengan manja nya
" apa kak jeny sudah berpacaran dengan kak dimitri ..?" tanya keyla tiba tiba membuat dimitri dan jeny langsung melihat ke arah keyla
" kami ---- !" belum sempat di jawab oleh jeny. dimitri sudah merangkul pinggang jeny dengan sangat mesra.
" ya kami sudah berpacaran...!" ujar dimitri tersenyum kearah jeny. keyla yang mendengar bahwa dimitri kini berpacaran dengan kak jeny pun langsung terdiam.
" kau lihat sendiri kan key...?" ujar jeny dengan wajah sombong nya lalu mencium pipi dimitri dengan sengaja membuat keyla agar tau akan posisinya. sebenar nya sejak pertama kali memperkenalkan dimitri pada keyla , jeny tahu keyla menyukai dimitri dan takut keyla akan merusak hubungan nya dengan dimitri.
__ADS_1
keyla yang tadi terdiam, langsung tersenyum pada jeny dan juga dimitri.
" kalian kan baru berpacaran...! kalian belum menikah...?" ujar keyla masih dengan senyuman di wajah nya.
" memang nya kenapa jika kami masih berpacaran dan belum menikah...?" tanya jeny heran dengan
sikap keyla.
" aku yakin kak dimitri itu jodoh ku ..! jadi aku tidak akan menyerah.." ujar keyla memandang wajah dimitri. lalu berjalan pergi keluar dari boutiq itu dengan perasaan yang sangat terluka." ahh ternyata patah hati itu sakit sekali rasanya..." guman keyla dalam hati memegang dada nya yang terasa sangat sesak tidak bisa bernafas.
entah kekutan dari mana tadi keyla berani berbicara seperti itu di depan dimitri dan juga jeny. yang keyla tau apa yang keyla rasakan harus keyla utarakan. keyla benar benat yakin bahwa dimitri adalah jodoh nya dan ia akan berusaha untuk membuktikan itu semua.
dimitri yang menatap keyla pun hanya terdiam. sebenar nya dimitri sengaja berbicara bahwa ia berpacaran dengan jeny. karena tidak ingin keyla berharap lebih dari nya. dimitri merasa keyla benar benar gadis yang baik dan polos bisa mendapat kan pria yang lebih baik dari nya.
namun setelah mendengar perkataan keyla yang terakhir membuat dimitri tak bisa berkata kata dimitri merasa sikap keyla itu sama persis dengan sikap alexa saat mencintai kenzo. dimitri merasa ke depan nya pasti akan di buat susah oleh seorang keyla.
" sayang, benar kah kata kata mu tadi...?" tanya jeny dengan wajah bahagia nya
" kata kata yang mana...?" tanya dimitri
" yang tadi bahwa kau bilang kita berpacaran...?" tanya jeny kembali.
__ADS_1
"aku tadi hanya berpura pura...! sudah cepat bayar tas mu..." ujar dimitri sambil mengambil dompet di saku nya mengeluarkan kartu nya dan menyerah kan pada jeny.
jeny pun mengambil kartu yang di berikan dimitri dengan wajah kesal. tadi nya dia berharap bahwa yang di katakan oleh dimitri itu benar, tapi ternyata itu semua hanya lah pura pura. jeny juga tadi merasa emosi mendengar perkataan keyla, tapi jeny tidak menganggap penting perkataan keyla karena jeny merasa dimitri tidak akan tertarik pada seorang keyla gadis yang polos yang tidak punya pengalaman sama sekali dalam percintaan.