
...............................
Nayra yang sedang melangkahkan kaki menuruni anak tangga di buat terkejut ketika melihat seorang pria yang tak asing baginya.
"Pak Li ... ! Kau kah itu?" Tanya nayra
"Iya Nyonya Nayra ... " Jawab PaK Li.
"Ah syukurlah setidaknya ada orang yang aku kenal di rumah sebesar ini." Ucap Nayra dengan tersenyum.
"Nyonya apa anda membutuhkan sesuatu?" Tanya Pak Li.
"Tidak Pak Li, terima kasih. Aku akan pergi keluar sebentar." Jawab Nayra.
"Biklah nyonya hati-hati dijalan." Ujar Pak Li.
Nayra tersenyum pada Pak Li lalu berjalan keluar rumah. Supir diluar sudah langsung menyambut Nayra dengan membukakan pintu mobil, Nayra pun langsung masuk kedalam mobil tersebut.
"Pak ke mall c ya." Ucap Nayra.
"Baik Nyonya."
Nayra hanya terdiam di dalam mobil sambil melihat ke arah jalan melihat dengan seksama karena Nayra harus mengingat jalan dimana ia kini tinggal. Nayra menengok kekanan kiri lalu kebelakang mobil, danmelihat ada mobil hitam yang berjalan dibelakang mobil yang ia tumpangi.
__ADS_1
"Sepertinya itu mobil para bodyguard yang ada di rumah." Gumam Nayra dalam hati menghela nafasnya. Untuk kali ini dirinya tidak boleh gegabah dalam bertindak, Nayra mengeluarkan ponselnya lalu mengetik sebuah pesan pada novi. Untuk menyerahkan pil kb itu di dalam toilet saat nanti bertemu.
.................................
Di mall C.
Nayra memasuki sebuah cafe yang berada di mall c dan mencari keberadaan novi.
"Nay ... !" Teriak Novi melambaikan tangannya pada Nayra. Nayra tersenyum kearah Novi dan memeluk sahabatnya itu lalu duduk di depannya
"Eh gua kangan banget ma lo" Ujar Novi.
"Gua juga kangen Nov sama tepakan tangan lo!" Ujar Nayra sambil tertawa.
"Etdahhh sakit tahu Nov...!" Pekik Nayra mengusap lengannya.
"Abis lo bilang kangen di tepak gue..." Seru Novi dengan tertawa. Tapi tawa itu berhenti saat ada pria berjas hitam langsung mencengkram tangan Novi.
"Nyonya anda baik baik saja?" Tanya salah satu pria berjas hitam kepada Nayra.
"Aduh lepasin!" Teriak Novi.
"Tolong lepasin Pak dia teman ku?" Pinta Nayra.
__ADS_1
"Tapi nyonya. Dia memukul anda!"
"Nay siapa sih mereka?" Tanya Novi.
Nayra hanya menghela nafasnya dengan panjang lalu mengambil ponselnya menghubungi tuan Kenzo. Namu ponsel Tuan kenzo tidak aktif, Nayra kemudian menghubungi Jimy.
"Halo nyonya, ada yang bisa saya bantu?" Tanya Jimy.
"Jimy tolong bilang pada para bodyguard itu agar melepaskan temanku" Pinta Nayra. "Dan bilang pada mereka untuk jauh-jauh dari ku! Atau aku akan melaporkan ini pada tuan Kenzo." Ancam Nayra langsung menutup ponselnya.
"Halo nyonya...!" Jimy terheran-heran ponselnya ditutup. Dengan segera Jimy menghubungi para bodyguardnya. Dan seketika itu juga para pria berjas itu melepaskan Novi dan beranjak pergi menjauh dari nyonya Nayra namun tetap mengawasi nya dari kejauhan.
"Gila lo Nay! Lo pergi di kawal sm bodyguard?" Novi berdecak kagum memandang Nayra.
"Iya tapi bodyguardnya oon sama kaya tuannya si beruang kutub." Ujar Nayra dengan entengnya membuat Novi tertawa.
"Yuk ke toliet." Ajak Nayra.
Di dalam toilet Novi memberikan pil kb itu pada Nayra.
"Lo seriusan mau pake pil ini...?" Tanya Novi.
"Ya iyalah Novi. kalau suntik kan enggak mungkin. Karena pasti ketahan sama si beruang kutub itu." Jawab Nayra menyimpan pil itu ke dalam tasnya kemudian mereka kembali duduk di cafe itu.
__ADS_1