
Apartemen Jimy
"Kalian kenapa?" tanya Nyonya Jenita
Karena dari tadi Novi dan Jimy saling diam tidak bersuara sama sekali, mungkin kalau putranya diam itu sudah tidak aneh bagi Nyonya Jenita. tapi seorang Novi menantu yang dikenalnya sering berceloteh tanpa henti kini diam seribu bahasa itu baru namanya aneh.
"Kami tidak papa Mom" jawab Novi karena dari tadi Jimy diam tidak menjawab pertanyaan Mom Jenita.
"Kalian itu kenapa, katakan saja pada Mommy. siapa tahu Mommy bisa membantu kalian" tanya Nyonya Jenita kembali.
Jimy yang sudah selesai makan, langsung pergi dari meja makan tanpa menjawab pertanyaan Mom nya.
"Mom, Jimy itu sedang PMS" jawab Novi dengan setengah berbisik pada ibu mertuanya.
"What....! PMS?" pekik Nyonya Jenita dengan wajah yang terkejut. "Menantunku hobi sekali bercanda, mana mungkin putraku PMS. putraku itu pria sejati" Seru Nyonya Jenita menggelengkan kepalanya.
"Hehehe" Novi hanya terkekeh mendengar perkataan nyonya Jenita.
__ADS_1
"Mom boleh aku bertanya sesuatu?"
"Mau bertanya apa? katakanlah" ujar Nyonya Jenita.
"Kenapa Mom dan Dad tidak menyetujui hubungan Jimy dan Ana? jika karena alasannya Ana dari keluarga kurang mampu, aku bahkan lebih miskin darinya" tanya Novi dengan hati hati karena tidak ingin menyinggung mertuanya.
Mendengar pertanyaan Novi, Nyonya Jenita menatap pada pintu kamar putranya lalu menghela nafasnya dengan panjang.
"Aku akan menceritakannya padamu, tapi tidak sekarang. besok hari liburmu kerjakan?" tanya Nyonya Jenita.
"Ya Mom"
"Baiklah Mom, aku masuk dulu" ucap Novi yang di jawab anggukan kepala oleh Nyonya Jenita.
Novi yang kini berada di dalam kamar, melihat Jimy yang sedang tiduran di atas sofa. "Perasaan yang seharusnya marah itu kan aku, kenapa jadi dia yang mendiamkan ku" gumam Novi dalam hati berjalan mendekati tempat tidur.
"Ah...akhirnya aku bisa tidur dengan bebas" teriak Novi dengan tubuh yang sudah direbahkan dengan tangan dan kaki yang digerakkan kesana kesini dengan sesekali berguling guling di atas tempat tidur.
__ADS_1
Jimy yang diatas sofa hanya terdiam tanpa reaksi apa pun dengan tingkah Novi yang masih berguling guling di atas tempat tidur. merasa tidak mendapatkan respon apa pun dari Jimy, Novi kembali diam dan menghela nafasnya dengan berat. lalu memejamkan matanya untuk tertidur. namun baru saja memejamkan matanya lima menit.
"Minggir....!" bentak Jimy dengan memukulkan bantal guling kearah pantat Novi.
"Aw.... ! Aku kira kau tidur di sofa?" Novi menatap Jimy yang kini sudah berada di sampingnya.
"Kau pikir aku akan membiarkanmu tidur dengan nyaman di atas tempat tidurku ini" seru Jimy dengan wajah datarnya
"Dasar suami egois" gerutu Novi lalu kembali memejamkan matanya untuk tidur.
Dan seperti malam sebelumnya, Jimy kembali tidak bisa tertidur dengan nyaman. Novi yang tidur kesana kemari tidak memberikan ruang sama sekali untuk dirinya, dengan kesal Jimy menghempaskan tangan Novi yang berada di wajahnya.
"Kenapa justru aku yang tidak bisa tidur dengan nyaman" gumam Jimy menatap Novi yang tertidur dengan sangat pulas.
........................
Di Cafe S
__ADS_1
Seperti janjinya kemarin malam, Nyonya Jenita pun menceritakan semuanya tentang Ana pada Novi. tentang penyakit Ana yang membuat Ana meninggalkan Jimy.