
" Sedang apa kau di sini...?" tanya Novi yang melihat Jimy sedang bersandar di mobilnya dengan menggunakan kacamata hitam yang semakin membuat nya terlihat sangat tampan.
" Aku menjemput mu" Jimy membuka pintu mobil nya.
" Menjemput ku...? hari ini aku tidak butuh supir" ucap Novi mencoba menghindar dari Jimy. dirinya merasakan perasaan tidak enak ketika melihat Jimy.
" Ayo masuklah...!" Jimy mempersilahkan Novi untuk masuk kedalam mobil.
" Kau tidak akan menculik ku kan...?" tanya Novi dengan wajah menyelidik.
" Tentu saja tidak" ujar Jimy dengan tatapan intens yang tidak dapat di lihat oleh Novi karena Jimy mengenakan kacamata hitam.
Novi yang merasa tidak enak menolak tawaran dari Jimy, langsung masuk ke dalam mobil. walaupun hati nya masih merasakan perasaan yang tidak enak.
" Ingat kau harus mengantar ku ke cafe X" ujar Novi yang hanya di jawab sebuah senyuman penuh misteri di wajah Jimy.
Setelah mobil berjalan, novi yang menyadari bahwa jalan yang di lalui nya itu bukanlah jalan menuju cafe X langsung bertanya tanya dengan wajah yang cemas.
" Jim, kenapa kita lewat ke sini? kau mengantarkan ku ke cafe X bukan...! " tanya Novi dengan wajah cemas nya. namun lagi lagi Jimy tidak menjawab pertanyaan dari Novi. membuat Novi semakin berfikiran macam macam.
" Apa Jimy marah padaku, karena semalam aku ikut campur dalam masalah pribadi nya" gumam Novi dalam hati. menatap pada Jimy yang masih terdiam dengan raut wajah nya yang datar.
" Jim, kau tidak berniat menculik ku dan memperkosa ku kan...?" tanya Novi dengan tubuh yang sudah siap siaga untuk menyerang Jimy.
__ADS_1
Namun belum sempat menyerang Jimy, Novi malah mendengar Jimy yang tertawa dengan sangat keras.
" Memperkosa mu...? walaupun kau menyerahkan diri mu pada ku, belum tentu aku mau" ujar Jimy yang kembali tertawa.
" Nah gitu dong kau tertawa, jadi aku kan tidak berfikiran macam macam" ujar Novi yang sudah bisa bernafas dengan lega." tapi tunggu dulu, tadi kau bilang apa....?" tanya Novi dengan wajah yang memerah.
" Aku justru ingin meminta pertanggung jawaban mu" ujar Jimy dengan seringai di wajah nya.
" Tanggung jawab...? tanggung jawab apa" tanya novi tidak mengerti.
" Nanti akan ku jelaskan" Jimy kembali terdiam.
Sementara Novi menebak nebak apa yang akan di lakukan Jimy pada nya dan pertanggung jawaban apa yang di minta nya. mobil yang di kendarai oleh Jimy pun berhenti di sebuah tempat.
" Wah kalau dari dekat besar benget ya " ujar Novi yang semakin maju ke arah pesawat yang kini ada di depan mata nya. sememtara Jimy hanya tersenyum kecil melihat sikap Novi.
" Ini pesawat mu...?" tanya Novi dengan wajah yang terkesima.
" Ini milik tuan Kenzo" jawab Jimy yang masih tersenyum melihat wajah Novi yang terlihat bahagia.
" Ohhh" ujar Novi dengan memajukan bibir nya.
" Ayo.." ajak Jimy kepada Novi.
__ADS_1
" Ayo kemana...?" tanya Novi dengan binggung.
" Kita akan ke mansion orang tua ku " ucap Jimy yang kini membuka kacamata hitam nya.
" Kita...? apa aku tidak salah dengar" tanya Novi dengan binggung.
" Tentu saja kita, aku kan sudah bilang pada mu. aku meminta pertanggung jawaban dari mu" ujar Jimy dengan senyum misteriusnya.
" Pertanggung jawaban apa sih...? aku kan tidak menghamili mu. eh maksud ku apa ya, tuh kan jadi binggung" gerutu Novi dengan wajah panik nya.
" Semalam kau yang menyuruh ku untuk mengakhiri perjanjian ku dengan kedua orang tua ku bukan" tanya Jimy masih dengan senyuman di wajah nya.
" Iya lalu apa hubungan nya dengan ku?" tanya novi dengan binggung.
" Karena kau yang menyuruh ku, maka kau yang akan aku ajak menemui kedua orang tua ku" ujar Jimy dengan seringai di wajah nya.
" Apa...? aku tidak mau" jawab Novi yang langsung berlari menjauh dari Jimy. namun dirinya langsung di hadang oleh orang yang berpakaian jas hitam.
" Jim, kau jangan main main. aku tidak ingin bertemu dengan kedua orang tua mu. lagi pula kita ini tidak punya hubungan apa apa, kenapa aku yang kau bawa bertemu dengan orang tua mu" ujar Novi dengan terus berbicara tanpa henti.
" Diamlah" bentak Jimy yang membuat Novi langsung terdiam. dan tanpa di duga oleh Novi, Jimy langsung menggendongnya dengan kepala nya yang kini ada di punggung Jimy.
" Jim, turunkan aku...!" teriak Novi namun tidak di dengar oleh Jimy, yang sudah membawa masuk Novi ke dalam pesawat pribadi tuan Kenzo.
__ADS_1