Menikahi Pria Cacat Demi Ayah

Menikahi Pria Cacat Demi Ayah
BAB 100


__ADS_3

Setelah makan malam semuanya memutuskan untuk masuk ke dalam kamar masing-masing.


Seperti rencananya nisa mengambil baju yang ia beli tadi kemudian memakainya sedangkan han sibuk dengan laptopnya di ranjang.


Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka memperlihatkan nisa dengan kemeja over size berwana putih tak lupa ia buka 2 kancing kemejanya kemudian memiringkan ya sehingga bahu putih dan mulusnya terekspos dan jangan lupa dengan kaki jenjang dan paha yang ikut terlihat.


"Sayang???"panggil nisa duduk di pinggir ranjang sambil mengibaskan rambutnya.


"Hmmm"han sangat fokus dengan laptopnya Sampai tidak menyadari penampilan istrinya sekarang.


"Ishh kalo ditanya tuh jawab kenapa,bukannya hmmm"Protes nisa menghentakkan kakinya ke lantai.


Han menghentikan ketikan jarinya dan beralih menatap istrinya.Matanya dan mulutnya melotot secara bersamaan melihat penampilan nisa yang membangkitkan hawa panas itu.


"Ssayang??!??"panggil han mulai gugup dan berkeringat.


"Apa sayang Sayang?udah situ urusin aja laptopnya gak usah peduliin aku"ketus nisa kemudian menuju lemari pakaian untuk mengganti baju.


Han cepat cepat turun menghampiri nisa dan memeluknya dari belakang.


"Maaf ya sayang aku cuekin,tadi ada email yang harus aku cek sebentar"ucap han.


"Iya gak apa apa,udah ah lepas"jawab nisa masih kesal.


"Ya udah lanjutin ya"tutur han.


"ya udah sana lanjutin kerjanya aku mau ganti baju"balas nisa.


Han membalik badan nisa hingga kini posisi mereka saling berhadapan.


"bukan pekerjaan sayang....."han menyeringai membuat nisa merinding sendiri. "Tapi lanjutin ini"sambung han menggendong nisa membawanya untuk berbaring di ranjang.


"Aku mau ganti baju"ucap nisa memposisikan tubuhnya duduk dan menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Masa udah mau ganti baju aja sayang, dimulai juga belum"saut han menarik selimut nisa sampai kemejanya naik ke atas perut nisa sampai duarr... terekspos lah paha dan kaki nisa yang putih mulus itu.


"Kamu mau apa??"tanya nisa semakin merapatkan dirinya ke headboard kasur.


"Seperti yang kamu rencanakan tadi"jawab han kemudian mulai menciumi lekukan leher nisa.

__ADS_1


"Sayang"Panggil nisa merasakan tubuhnya berdesir kala merasakan kehangatan bibir han di lehernya.


Han tersenyum senang kemudian memulai permainan panas dan membakar gairah itu.


Sedangkan aulia memandangi pantai dengan deburan ombak yang besar, rasa dingin ia rasakan kala angin menerpa setiap lapisan kulitnya.


"Yakin gak mau kemana-mana?"tanya adrian pada istrinya yang sedang menatap keindahan pantai dari balkon kamarnya.


"Engga mas"jawab aulia menggeleng.


Aulia memejamkan matanya, sampai sekarang dia masih memikirkan ancaman gila jovanka tempo hari, tiba tiba tangan Adrian melingkar dengan sempurna di perut aulia yang besar itu.


"Ehhh"aulia tersentak kaget namun tidak menolak pelukan hangat suaminya.


"Ada apa?"tanya adrian menenggelamkan wajahnya di curuk leher aulia.


"Tidak sayang tidak ada apa apa"jawab aulia berbohong.


"Apa kamu sedang berbohong padaku?"tanya adrian sedikit memajukan wajahnya melihat wajah aulia.


"Tidak suamiku sayang,aku tidak berbohong"jawab aulia membalik badan dan mengalungkan tangannya dileher adrian.


"Jadi mas tau soal jovanka?"tanya aulia terkejut dan melepaskan tangannya yang mengalung di leher adrian.


"Benarkan kamu sedang berbohong,apa yang dilakukan wanita itu sampai kamu kepikiran begini?"tanya adrian.


"Ehh mas,tidak aku hanya salah menyebut namanya saja"jawab aulia cepat.


"Kemarilah"Adrian menarik tangan aulia untuk duduk di pinggir ranjang.


Adrian berjongkok dihadapan aulia sambil menggenggam tangan aulia sesekali mencium nya.


"Ceritakan sayang atau aku sendiri yang akan tanya pada jovanka"ujar adrian lembut menggenggam tangan aulia.


"Jangan mas"tolak aulia.


"Kalo begitu ceritakan sejujurnya jangan ada yang kamu sembunyikan"saut adrian.


"Berjanjilah jangan marah ataupun bertindak yang tidak tidak terhadap jovanka"ucap aulia memberikan jari kelingkingnya.


"Aku tidak bisa berjanji karena wanita itu sudah membuat kamu kepikiran,itu berarti wanita itu sudah mencari masalah denganku"Balas adrian.

__ADS_1


"Kalo gitu aku gak mau cerita"


"Baiklah aku akan langsung bertanya pada wanita itu sekarang"ancam adrian mengambil ponselnya siap mengubungi jovanka.


"Jangan mas, baiklah aku akan cerita"Ujar aulia kemudian mengajak adrian untuk duduk di sampingnya.


Adrian mengikuti aulia duduk di sampingnya kemudian Aulia mulai bercerita mengenai ancaman yang ia dapat di toilet kemarin.


"Aku gak mau kamu kenapa napa mas karena itu aku tidak mau bercerita"ucap Aulia setelah menceritakan semuanya pada suaminya.


"Kurang ajar,akan aku buat dia menyesal karena berani bersikap seperti itu padamu"emosi adrian memuncak setelah mendengar cerita aulia.


"Jangan mas aku mohon"cegah aulia melihat Adrian sudah bersiap menelpon seseorang.


"Sayang ini tidak bisa dibiarkan"Saut adrian.


"Mas jangan!!!!"bentak aulia kemudian mulai menangis.


"Sayang lihat aku"ucap adrian lembut menangkup wajah aulia.


"Aku gak mau kamu kenapa napa mas"Isak aulia.


"Aku tidak akan kenapa napa Sayang, dia tidak akan berani berbuat apapun padaku"balas adrian kemudian memeluk aulia erat.


"hiks aku takut mas"ucap aulia masih terisak.


"Sudah jangan menangis, sekarang tidur ya"tutur adrian diangguki aulia.


"Tapi mau di peluk"ucap aulia manja membuat adrian terkekeh dan mengecup singkat bibir aulia.


"Baiklah ayo"Adrian menggendong aulia dan membaringkannya.


Cup


"Selamat malam sayang"ucap adrian.


"Malam juga mas"balas aulia.


Hingga akhirnya keduanya tertidur dalam keadaan berpelukan ditengah suasana dingin dan romantis ini.


BERSAMBUNG.......

__ADS_1


__ADS_2