Menikahi Pria Cacat Demi Ayah

Menikahi Pria Cacat Demi Ayah
BAB 141


__ADS_3

4 Tahun berlalu, keluarga besar dierja telah lengkap setelah kelahiran anak aulia dan eva yang mengisi rumah besar itu dengan canda dan tawa ditambah lagi putra Nisa dan han yang tampan.


"Alya???"Panggil aulia seraya celingak-celinguk mencari keberadaan putri kecilnya.


"Mamah,aku disini"Suara menggemaskan itu terdengar dari taman yang ada di belakang rumah besar.


"Oh princess sedang main apa hmm?"Tanya aulia berjongkok di depan putri kecilnya.


"Aku tadi melihat ada kupu-kupu mah dan aku mengejarnya tapi aku tidak bisa menangkapnya"Jawab Alya bocah 4 tahun yang terlihat cantik dengan gaun selutut motif bunga miliknya.


"Sayang ayo makan dulu ini mamah suapin ya"ucap aulia menyendok nasi dan memberikannya kepada Alya.


"Mah aku bisa sendiri,mamah bilang kita harus belajar mandiri dan tidak boleh manja kan?jadi sini biar aku makan sendiri"balas alya kemudian duduk di bangku taman sambil memangku makanan yang dibawa oleh sang ibu.


Aulia tersenyum melihat sikap anaknya yang tidak manja sama sekali bahkan anak manis itu juga begitu ramah dengan pelayan dan para pedangan yang barangnya ia beli.


"kakak??"Tiba tiba suara anak kecil yang memanggil Alya dengan sebutan kakak itu menghampiri mereka.


"Vika,ada apa sayang?"Tanya aulia pada ponakannya yang cantik itu.


"Vika sini makan dulu"Suara Eva yang kencang menginstruksi vika untuk mendekat padanya.


"Mamah aku sudah kenyang, lagipula aku sudah makan dengan banyak"ucap vika sedikit cadel.


"Vika,mamah bilang kita tidak boleh membuang makanan. Jadi kamu makan ya aku juga akan makan makananku"jelas alya dengan nada menggemaskan.


"Dengar kata kakak Alya?jadi ayo buka mulut"pinta Eva menyuapi anaknya.


"Baiklah mah"jawab vika dan mulai memakan kembali suapan ibunya.


"Alya sebentar lagi papah pulang,kamu tahu kan papah tidak suka dengan anak yang menunda mandi?"Tanya aulia mengingatkan.


"Iya mah setelah makan aku akan langsung mandi dan menyambut papah dengan keadaan yang bersih dan wangi"Saut alya tersenyum manis.


"Anak pintar"puji aulia mengacak-acak rambut putrinya.


"Vika,apa kamu mau mandi denganku?"tanya alya dengan kepala yang miring kanan dan kiri.


"Tentu saja kak"jawab Vika senang. "mah aku sudah selesai dan akan mandi.aku sayang mamah"sambung Vika kemudian berlari bersama Alya untuk mandi.


"Va ayo kita harus memasak makan malam, sebentar lagi suami kita pulang"ajak aulia.


"Iya li ayo"


Aulia dan Eva bergegas ke dapur untuk memasak makan malam,sarah dan ridwan datang kemudian menyapa keduanya.


"Masak apa sayang?"Tanya Sarah.


"Bikin ayam geprek mah"jawab eva.


"Tapi anak anak tidak bisa memakan itu bukan?"Tanya Ridwan mengingatkan.


"Aku membuat sup daging dan juga omlete untuk mereka pah,jadi mereka tidak memakan ayam geprek nya"Saut Aulia seraya mengiris sayuran untuk membuat sup.

__ADS_1


"Lalu dimana kedua cucuku?"Tanya Sarah tidak melihat cucunya yang biasa berkeliaran di rumah sambil tertawa.


"Papah tau, pasti mereka sedang mandi kan?"Tebak ridwan.


"Benar sekali pah"balas eva mengangguk.


"Assalamualaikum"salam dari kedua pria tampan yang kini baru kembali dari kantor masing-masing.


"Waalaikumsalam"


"Mas, kamu sudah pulang"aulia menghampiri adrian, mencium tangannya dan mengambil tas kerja milik suaminya.


"Iya sayang,dimana princess ku?"Tanya adrian.


"Sedang mandi dengan vika dikamarnya"jawab aulia menunjuk kamar alya dengan kode matanya.


"Vika??"Panggil rio sedikit kencang.


"Rio jangan berteriak,apa kau tuli tadi aulia sudah mengatakannya bahwa vika sedang mandi dengan Alya dikamar merek"Desis Sarah menggelengkan kepalanya.


Rio hanya nyengir bak kuda balap sebelum akhirnya putri cantik yang ia sayang datang dan berhamburan ke pelukannya.


"Papah??"Vika memeluk paha rio.


"Wahh putri papah sudah cantik, coba sini cium"Rio menggendong anaknya dan menciuminya.


"Papah dimana hadiah yang papah janjikan"Cecar vika dengan wajah polosnya.


"Papah,aku tidak mau tau pokoknya papah harus bawakan untukku"Vika cemberut sambil melipat tangan didada.


"Vika gak boleh ngomong gitu sama papah"ucap eva menasehati.


"Sudah sayang tidak apa,dan Vika sayang kamu marah?coba lihat dimobil papah ada apa"ucap rio membuat Vika menoleh senang.


Vika turun dari gendongan rio dan berlari keluar menuju mobil milik rio dan ternyata Vika meminta boneka berukuran paling besar pada sang ayah yang langsung di turuti.


"Rio, tidak kah kamu terlalu memanjakan anak kita"ucap eva karena selama ini rio selalu memanjakan putri mereka.


"Tidak sayang"jawab rio berlalu mendekati anaknya yang asik bermain dengan boneka barunya.


"Papah??"Alya berteriak dan berlari ke adrian.


"Hei anak papah sudah mandi dan sangat wangi, bagaimana harimu sayang?"Tanya adrian menyelipkan anak rambut Alya ke belakang telinga.


"Menyenangkan pah, hari ini mamah menganakku jalan jalan keliling komplek dengan sepeda"jawab alya sumringah.


"Kenapa tidak ke mall dan membeli sesuatu?"Tanya adrian.


"Tidak ada yang aku butuhkan pah dan lagi kita tidak boleh membuang buang uang"jawab alya bijak.


Adrian melihat pada aulia, dia tahu bahwa semua ini istrinya yang mengajarkan sedangkan Aulia hanya membuang wajahnya.


"Pintar sekali"puji ridwan memegang kepala alya.

__ADS_1


"Aulia anakmu sangat bijak, persis seperti dirimu"ucap Eva melihat sikap anak adik sepupu sekaligus adik iparnya.


"Mas kamu lebih baik mandi dulu setelah itu kita makan malam bersama"ujar aulia diangguki adrian.


"princess, papah mandi dulu ya,kamu diam disini sebentar sama opa dan Oma oke"ucap adrian menurunkan Alya dari gendongan nya.


"Siap papah bos"balas alya memberi hormat.


"Sayang,mamah bantu papah dulu ya"ucap aulia dibalas anggukan dan senyum oleh Alya.


"Mamah??"panggil vika.


"Iya sayang tunggu sebentar"saut eva mengerti jika anaknya mengajaknya bermain.


"Pah,adrian dan rio saling bertolak belakang dalam mendidik anak mereka bukan"ucap sarah sambil mengaduk teh di dalam cangkir.


"Iya mah, Alya yang tumbuh menjadi anak mandiri dan penurut sementara vika yang manja dan suka mengambek"Saut Ridwan menghela nafas menatap Alya yang sedang duduk manis bergantian dengan vika yang asik bermain dengan boneka barunya.


"Sayang, setidaknya ajak Alya sesekali ke mall"Ucap Adrian pada istrinya yang sedang membantunya membuka jas.


"Kenapa bicara begitu?aku sering mengajaknya mas tapi dia tidak pernah membeli boneka ataupun mainan lagi karena baginya semua itu tidak akan berguna"Balas aulia sewot karena perkataan adrian seakan bahwa dirinya adalah ibu kejam dan pelit.


"Iya sayang aku tahu, dia jauh beda dengan vika yang memilki banyak mainan dan boneka sementara dia, hanya memiliki beberapa boneka yang aku berikan"ujar adrian.


"Iya mas,bahkan jika kita tidak membelikannya mainan dia tidak akan meminta sebaliknya jika kita memberikannya tanpa bertanya maka dia akan senang menerimanya"Ucap aulia memasukan jas Adrian ke dalam ranjang baju kotor.


"Sayang aku yakini alya akan tumbuh menjadi wanita seperti mu, sederhana dan mandiri"ucap adrian menarik kesimpulan dari sikap putrinya yang sederhana dan tidak sombong.


"Itu salah satu sifat baik mas,jadi kita harus bersyukur", Titah Aulia mengambil pakaian ganti untuk adrian.


"Oh iya sayang tadi Han bilang, malam ini mereka akan datang berkunjung dengan Zidan"ucap adrian baru ingat.


"Ahh syukurlah aku Sangat merindukan nisa dan juga Zidan"balas Aulia senang.


Dan benar saja ketika makan malam, keluarga han datang dan menikmati makan malam bersama mereka.


"Zidan Sayang bagaimana kabarmu?"Tanya Aulia pada putra han dan nisa yang sangat tampan itu.


"Aku baik tante"jawab zidan dingin.


"Bicaramu dingin sekali,apa kau telah menghabiskan 1 box ice cream?"Tanya Alya bingung.


"Tidak"jawab Zidan singkat.


"Han,sungguh anakmu ini seperti dirimu tanpa kurang 0,1% pun"desis adrian melihat tingkah anak asistennya.


"Hahha benar sekali mas, sikap dan penampilannya bagai pinang dibelah dua"saut aulia terkekeh.


AKU PERCEPAT BIAR CEPAT UNTUK SEASON 2🌟🌟


MUNGKIN BESOK TAMAT JADI MALAM INI AKU NGEBUT UNTUK BEBERAPA BAB TERAKHIR 😊😊


BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2