
Nisa melepas pelukannya dan menatap Aulia
"nis nih alat medis buat kita,pak Rizky ngasih ke aku tadi"ucap Aulia memberikan kantung berisi alat medis
"oh oke biar aku ya yang simpen?"tanya Nisa dijawab anggukan Aulia
Jam kuliah meraka pun dimulai kebetulan dosen Rizky lah yang sedang mengajar
Rizky menjelaskan bagaimana cara melakukan fisioterapi pada pasien yang mengalami kelumpuhan dan kecil kemungkinan sembuh
"apa ada yang ingin kalian tanyakan?"tanya Rizky setelah selesai menjelaskan
"tidak pak"jawab semua murid
setelah itu Rizky pergi dan Aulia memikirkan penjelasan Rizky mengenai cara cara melakukan fisioterapi pada pasien yang kecil kemungkinan sembuh
"apa aku harus mencobanya untuk manusia tak berhati itu?" Aulia bertanya tanya pada dirinya
"Lia kamu kenapa?"tanya Nisa yang melihat Aulia seperti sedang memikirkan sesuatu
"ahh tidak,oh iya aku laper nih kantin yuk!!"ajak Aulia kemudian menarik tangan nisa
"belom dijawab maen tarik aja kamu,emang aku kambing"protes Nisa sambil terus berjalan mengikuti Aulia
"udahlah sama aja dijawab gak dijawab toh kamu bakal jawab ayok kan?"ucap Aulia
"iyaiya"ucap nisa menyerah
mereka sampai dikantin dan segera memesan makanan
"Bu aku mie ayam sama jus jeruk kaya biasa"ucap Aulia
"aku bakso Bu sama es teh manis"sambung Nisa
sambil menunggu makanan mereka Aulia dan Nisa berbincang bincang
"oh iya nis aku boleh minta tolong gak sama kamu?"tanya Aulia
"iya Li kenapa?"jawab Nisa
"nanti anterin aku pulang kerumah ayah ya aku pengen ketemu sama dia"ucap Aulia air matanya yang sudah menggenang
"Li kamu kaya sama siapa aja,iya nanti aku anter jangan sedih oke"ucap nisa sambil mengelus lembut rambut Aulia
"makasih ya nis kamu emang Sabahat aku yang terbaik"ucap Aulia dijawab senyuman oleh Nisa
Tak lama pesanan mereka datang segera mereka memakannya
"ayo Lia, kamu udah selesai kan?"ajak Nisa
"udah ayo"jawab Aulia
Aulia dan Nisa menuju rumah ayah Aulia
"Aku takut ayah marah"ucap Aulia takut
"kamu tenang aja,jelasin ke om Herman baik baik okeyy"tanggap Aulia
__ADS_1
Meraka pun sampai dirumah ayah Aulia
"assalamualaikum"salam Aulia kemudian masuk
Aulia begitu merindukan rumahnya yang sudah beberapa hari tidak didatanginya
"waalaikumsalam"jawab herman baru selesai solat
"ayah??"ucap Aulia lirih kemudian memeluk Herman
"..... ayah Lia minta maaf,Lia gak bermaksud bohongin ayah...hikss....hikss ..."lanjut Aulia menangis
Herman melepas pelukan Aulia kemudian menatap Aulia dengan sendu
"iya sayang ayah sudah tau semuanya, suamimu sudah menceritakan kepada ayah"ucap Herman lembut
".... ayah minta maaf ya karena jantung ayah kamu harus berkorban"lanjut Herman
"tidak ayah, ayah tidak perlu minta maaf seharusnya Aulia yang minta maaf karena tidak bisa menemani ayah ketika ayah sedang dirumah sakit"ucap Aulia dengan isakan
Herman memeluk putri semata wayangnya itu sedangkan Nisa hanya bisa tersenyum melihat interaksi antara ayah dan anak itu
"aku dicuekin nih"sindir Nisa pada aulia dan Herman
"eh eh anak ayah yang satunya juga hadir,sini nak"ucap Herman sambil merentangkan tangannya
Aulia dan Nisa memeluk Herman dengan sayang.
Herman sudah menganggap Nisa sebagai putrinya juga begitupun sebaliknya orang tua Nisa begitu menyayangi Aulia bahkan terkadang nisa membantu biaya kuliah Aulia.
"ayah udah makan?"tanya Aulia sambil melepas pelukan nya
"yaudah biar Aulia masakin ya,ayah tunggu aja didepak sama Nisa"ucap Aulia
"yaudah li kamu masak aja biar om sama aku ya"ucap nisa kemudian mengajak herman ke ruangan tamu
Aulia membuat bubur kesukaan ayahnya dan segera Aulia memanggil Nisa dan herman
"ayah ayo makan dulu"ajak Aulia
"ayo om"sambung Nisa
"kalian tidak makan?"tanya Herman ketika melihat Aulia dan Nisa tidak makan
"tidak ayah kami sudah makan tadi dikantin"jelas Aulia
Aulia pamit kepada ayahnya untuk kembali ke rumah Adrian
"nak,jagalah pernikahan kalian sampai maut memisahkan jangan biarkan ada celah untuk kalian bertengkar apalagi sampai berpisan"nasihat Herman pada Aulia
"... jangan pernah berfikir bahwa suamimu itu kejam,dia adalah pria yang baik nak ayah yakin itu. Jadi berjanjilah kau akan mempertahankan pernikahan mu apapun yang terjadi!demi ayah Lia"lanjut herman
Aulia memikirkan perkataan ayahnya dan bagaimana mungkin seorang Adrian dinilai baik oleh herman padahal dia sendiri yang membuat hampir kehilangan nyawa.
"iya ayah Li janji,ini semua demi ayah!"ucap Aulia sambil tersenyum
"...yaudah kami pamit ya ayah"pamit Vina kemudian mencium tangan herman bergantian dengan Nisa
__ADS_1
Nisa mengantar Aulia pulang kerumah Adrian
"jadi ini rumah pria brengsek itu?"tanya Nisa
"jangan bicara seperti itu tentang suamiku"ucap Aulia
"wahhh sepertinya kau sudah mulai mencintai suamimu"ucap nisa tak menyangka dengan apa yang Aulia katakan
"tidak,aku hanya melakukannya demi ayah"jelas Aulia
"Baiklah,aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untukmu"ucap nisa kemudian Aulia turun dan masuk kedalam rumah
"assalamualaikum"salam Aulia
"waalaikumsalam"jawab Sarah
"mah apa mas Adrian sudah pulang?"tanya Aulia
"belum nak,kau mandilah dulu setelah itu kita masak bersama"ucap Sarah kemudian Aulia pamit ke kamarnya
"hari ini aku akan menyambut mu suamiku"gumam Aulia
setelah selesai mandi dia segera memakai pakaiannya dan memoles wajahnya dengan make-up tipis.
"ahh sepertinya dia sudah pulang aku akan segera turun"ucap Aulia saat mendengar suara mobil yang masuk garasi
Aulia turun dan segera membuka pintu terlihat Adrian,Han,Rio dan Ridwan
"assalamualaikum"salam Ridwan dan yang lainnya
"waalaikumsalam,ayo masuk"ajak aulia pada semua orang
"maaf biar aku saja yang membantu suamiku untuk ke atas"ucap Aulia pada han
"aku akan antar kamu ke kamar ya"ucap Aulia membuat Adrian terkejut dengan perubahan sikap Aulia
Aulia membantu Adrian masuk ke kamar mandi dan mengisi bathub nya dengan air hangat.
"nanti kalo udah selesai panggil aku ya mas"ucap Aulia sambil tersenyum manis
"Apa yang terjadi dengan wanita itu?"tanya Adrian melihat perubahan sikap Aulia 180Β°
Aulia menyiapkan pakaian tidur untuk adrian, tak lama pintu kamar mandi terbuka.
Aulia begitu terpana melihat perut kotak kotak Adrian
"tutup mulutmu dan hapus ilermu itu"ucap Adrian dan betapa bodohnya Aulia percaya dan mengelapi mulutnya
"kau tampan sekali"ucap Aulia tidak sadar
"apa kau baru menyadari nya?"tanya adrian dan Aulia hanya mengangguk
"jadi mau sampai kapan kau melihatku?"tanya Adrian datar membuyarkan lamunan Aulia
"eehhhh ehh tidak,cepat pakai pakaian mu mas"ucap Aulia
bersambung.......
__ADS_1
hayy hay hayyy apa kabarrrrr????π€π«ini merupakan novel kedua ku dan yang pertama adalah "my boss my sweet husband" jangan lupa baca yaπππ terimaksih
HAPPY READING ALL πΊβ¨β€οΈ