Menikahi Pria Cacat Demi Ayah

Menikahi Pria Cacat Demi Ayah
BAB 81


__ADS_3

Pagi hari tampak cerah, matahari masuk menelusup kamar pasutri yang masih tertidur dibalik tebalnya selimut.


Hoam.....


Aulia menggeliat bangun,matanya langsung membulat melihat jam yang tergantung Cantik dikamarnya.


"mas bangun mas..."Aulia menggerakkan tubuh adrian.


Adrian enggan membuka matanya, rasanya dia masih sangat mengantuk karena dia maupun Aulia baru tidur ketika menjelang subuh tadi.


"mas bangun udah siang,kamu gak kerja?"tanya aulia semakin kencang mengoyak tubuh suaminya.


Adrian membuka matanya dengan pelan, mengucek dan mengelap bibirnya andai saja ada air liur yang mengalir.


"apa sih sayang aku masih ngantuk"rengek adrian mengucek matanya.


"ngantuk, tuh lihat udah jam setengah 8, emang kamu gak kerja?"tanya aulia menangkup wajah suaminya.


"kerja sayang tapi nanti,emang kamu lupa semalam kamu agresif banget sampai.....,"Adrian belum menyelesaikan kata katanya dengan seringai diwajah tampannya aulia sudah memotongnya dengan cepat.


"Udah mas gak usah dibahas mending sekarang kamu mandi"potong aulia.


"mandi bareng yuk"ajak adrian dengan mendelik membuat aulia merinding sendiri.


Tanpa menunggu jawaban Istrinya, Adrian langsung menggendong membawa istrinya ke kamar mandi.Adrian pria normal melihat daging lembut dan mulus membuatnya tidak tahan dan lagi lagi mengajak istrinya bercinta.


_


"Aku capek mas"rengek aulia pada adrian yang sedang memakai pakaiannya.


"capek tapi enak kan sayang?"tanya adrian sengaja menggodanya.


"andai saja dia bukan suamiku,sudah pasti aku melempar mulutnya itu dengan tahu" umpat aulia dalam hati.


Dengan pakaian yang sudah aulia dan Adrian turun menuju meja makan, terlihat meja makan sudah sepi.Ya bagiamana tidak sepi sarapan sudah lewat mungkin saja rio sudah berangkat ke kantor.


"Selamat pagi tuan"sapa si ketua pelayan.


"Dimana semua orang?"tanya adrian seraya duduk setalah aulia menarik kursinya.


"Tuan rio sudah pergi sekitar 30 menit lalu sedangkan nyonya Sarah berada di kamar nya"jawab ketua pelayan pak mun.


"Baiklah kau boleh pergi"ucap adrian.


"tuh gara gara kamu kita terlambat sarapan"kesal aulia tapi tetap mengambil kan makan untuk adrian.


"marah marah mulu kaya ibu ibu arisan"ledek adrian membuat aulia melototkan matanya.


"Kamu tuh"Geram aulia.


"sayang kalo lagi marah gitu makin cantik aja,jadi gak sabar jam makan siang"lagi lagi adrian menggodanya.


"Hari ini aku gak bisa bawain kamu makan siang karena aku harus ke kampus urus beberapa makalah yang sempet tertunda karena kamu"ketus aulia di kalimat terakhirnya.


"Aku suruh kamu cuti kan karena aku khawatir sama kamu yang lagi hamil muda waktu itu lagian kan gak masalah toh Nisa juga ikut kamu buat cuti jadi ada temennya"ucap adrian membela diri.


FLASHBACK ON

__ADS_1


Adrian begitu senang mendengar kabar bahwa istrinya sedang mengandung bahkan dia tidak membiarkan aulia untuk memasak.


"Sayang hari aku akan ikut ke kampus kamu"ucap adrian pada aulia yang sedang memakaikannya dasi.


"kenapa?"tanya Aulia mendongak.


"aku akan meminta cuti untukmu, aku tidak mau kamu lelah memikirkan tebalnya buku persiapan makalah karena kamu sedang hamil"jawab adrian.


"Tapi mas jika aku mengundurnya maka nanti aku....,"Aulia belum selesai mengucapkan kata-katanya tapi Adrian keburu meletakan jari telunjuk tepat dibelahan bibir aulia.


"Nisa juga akan mengambil cuti sayang karena dia juga belum siap menghadapi buku referensi yang tebalnya bisa membuat orang mati jika kena pukul"potong adrian.


"mas pasti bohong"ucap aulia tidak percaya.


"nanti tanya saja langsung dengan nisa"ucap adrian melangkah keluar meninggalkan istrinya yang masih terpaku.


Sesampainya dikampus benar saja Adrian meminta izin cuti dengan alasan karena aulia hamil dan yang lebih mengejutkannya adalah nisa juga ikut andil dalam cuti tersebut, gak apa alasannya???.


"nis kok kamu ambil cuti juga sama kaya aku dan apa alasan sampai rektor menyetujuinya?"tanya Aulia kepo.


"tanyakan pada Asisten suami kamu"ketus nisa.


"Han bilang Nisa dan dirinya akan menikah dan demi persiapan kehamilan han ingin istrinya cuti agar tidak membuatnya lelah"jelas adrian.


"Wahh benarkah???ahhh sangat romantis"ucap nisa menyatukan kedua tangannya dan memangku dagunya.


"Nona tapi itu semua hanya sandiwara tidak kenyataan"ucap han.


"kenyataan juga tidak masalah toh kalian sama sama belum menikah"saut aulia.


FLASHBACK OFF


"Tapi itu justru akan mempermudah ujian kamu sayang"ucap adrian.


"kenapa bisa begitu?"aulia melepaskan lipatan tangan didadanya.


"karena rektor akan kasihan padamu dan mempermudah makalahmu"jawab adrian.


"ahh iya benar juga, terimaksih mas"aulia mencium pipi suaminya membuat adrian tersenyum lebar.


Setalah sarapan aulia mengantar suaminya keluar, dilihat han dan nisa sedang duduk di anak tangga yang ada dirumah besar itu.


"Nisa???"panggil aulia membuat nisa maupun han sama sama terkejut.


Nisa dan han sama sama berdiri,han memberi hormat pada bos yang sudah seperti keluarga untuknya.


"Selamat pagi tuan"sapa han.


"bagaimana han?"tanya adrian.


"semua baik tuan"jawab han.


"Nisa aku senang sekali sebentar lagi kau akan menyusul ku menikah"ucap aulia yang memang sudah tahu soal hubungan han dan nisa yang akan menginjak jenjang yang lebih serius.


"Aku juga senang lia, aku tidak menyangka pria yang aku suka sejak pertama melihatnya ternyata dia adalah orang yang aku cari dan insyaallah akan menjadi imamku"bisik nisa dikata terakhirnya.


"hahah"tawa Aulia.

__ADS_1


"Sayang aku berangkat dulu ya, nanti hati hati ya"ucap adrian mencium kening aulia.


"iya mas,kamu juga hati hati ya nanti jika keburu aku akan mampir ke kantor"saut aulia mencium punggung tangan adrian.


Adrian mengangguk, sedangkan nisa dan han saling pandang.Nisa menganggukan kepalanya mengerti jika han pamit untuk bekerja.


"Nis aku takut deh"ucap aulia yang berjalan berdampingan dengan nisa menuju ruang tamu.


"takut kenapa?"tanya nisa.


"aku takut dapet rektor galak nanti ujungnya aku kena revisi puluhan kali"jawab aulia.


"sama sih aku juga, ternyata rugi juga ya ambil cuti jadi gak bisa nyontek sama yang lain"ucap nisa lemas.


"ya sudahlah kita terima saja dan berdoa semoga rektor kita baik hati dan tidak sombong"ucap aulia.


"dan rajin menabung"Sambung nisa..


Pukul 10:00 aulia dan nisa sudah rapih bersiap untuk berangkat ke kampus setalah beberapa bulan mereka cuti.


"J&A universitas i'm come back"teriak nisa ketika mobilnya sudah memasuki gerbang kampus.


"Dasar tidak waras"umpat aulia.


***


"Aduh inikah yang namanya cinta, kenapa aku jadi deg degan gini sih mau ketemu rektor"canda aulia.


"mulutmu itu li kalo suami kamu sampai denger aduh bisa abis kamu"ucap nisa menujuk wajah aulia.


"yailah bercanda doang"sungut aulia.


Ketika sedang berjalan menuju ruangan para dosen, tanpa sengaja aulia menabrak seseorang yang juga tidak fokus.


"aduh maaf maaf"ucap aulia memunguti buku yang berserak karena ulahnya.


"tidak apa nona, seharusnya saya yang meminta maaf"ucap orang yang aulia tabrak.


Aulia mendongak melihat pria didepannya,merasa kenal aulia memanggilnya namanya begitupun sebaliknya.


"Tuan Bram???"ucap aulia.


"nona Aulia???"ucap pria itu yang ternyata adalah Bram.


"Sedang apa anda disini?"tanya Bram.


"saya melanjutkan kuliah saya yang sempat tertunda, bagaimana dengan anda?"tanya aulia balik.


"Saya melanjutkan S3 saya"jawab Bram.


"oh iya kenalkan ini teman saya nisa"aulia memperkenalkan nisa.


Mereka berdua saling menjabat tangan, kemudian aulia pamit karena dia sudah hampir terlambat untuk menemui dosen yang akan membantu mereka bertemu rektor.


"Sangat cantik"gumam Bram.


HAYOOOO KIRA KIRA BUAT SIAPA TUH KATA KATA BRAM????

__ADS_1


BERSAMBUNG.......


__ADS_2