
"baiklah semoga kita bisa menjadi partner bisnis yang baik"ucap jovanka mengulurkan tangannya
"Senang sekali"jawab adrian menjawab uluran tangan jovanka
"*dia tampan sekali pasti sudah punya istri"Hati jovanka berkata.
"Tuan bagaimana jika kita makan siang bersama di kafe dekat sini"tawar jovanka
"baiklah kita akan bertemu disana"jawab Adrian
Aulia memeriksa pasien sambil terus memikirkan suaminya,tak terasa buliran air mata jatuh di pipinya
"neng kenapa nangis?"tanya seorang pasien pria
"ahh tidak pak saya tidak apa apa"jawab Aulia tersadar
"Li kamu lagi ada masalah?"tanya Nisa melihat sahabatnya melamun sejak pagi
"Tidak"jawab Aulia tersenyum kecut
"Aulia aku teman mu sejak dulu apa kau tidak percaya dengan ku sampai tidak mau bercerita?"tanya Nisa kecewa
"Bukan begitu nis..."ucap Aulia mencoba menjelaskan
"aku akan ceritakan nanti saat makan siang"ucap Aulia dan nisa mengangguk
Rizky memperhatikan Aulia yang sejak tadi terlihat sedih,ingin rasanya dia memeluk dan menguatkan gadis yang amat dicintainya itu tapi dia juga sadar bahwa sekarang aulia sudah memiliki suami
"aku akan membuatmu mendapatkan kepercayaan suamimu lagi"gumam Rizky
Aulia memeriksa pasien satu persatu hingga ini adalah pasien terakhir sebelum istirahat jam makan siang.
12:00
"Li makan di kafe upnormal yuk"ajak nisa
"Hmm boleh deh"jawab Aulia
Aulia dan Nisa bergegas pergi ke kafe untuk makan siang
"kamu pesen apa?"tanya nisa
"Jus jeruk aja aku gak laper"ucap aulia
"nanti kamu sakit loh li kalo gak makan"ujar nisa
"engga, udah aku jus aja"jawab aulia
Aulia dan Nisa menunggu pesanan mereka tanpa sengaja matanya menatap sosok yang dipikirannya sejak pagi
"mas adrian"panggil Aulia pelan tapi masih bisa di dengar nisa
__ADS_1
Nisa mengikuti arah pandang mata aulia dan terkejut bukan main saat melihat adrian sedang makan bersama seorang gadis cantik nan seksi
"Aku harus kesana"ucap nisa kesal
"nis jangan nis aku mohon"ucap aulia yang sudah berderai air mata
"Lia dia itu suami kamu, sekarang dia lagi sama perempuan lain masa kamu diem aja"jelas nisa
"mungkin itu klien nya nis,ayo duduk"ucap aulia mencoba menenangkannya
Nisa akhirnya duduk, aulia dan Nisa masih terus memperhatikan gerak gerik adrian dan makin lama tangan wanita itu semakin tak bisa dikondisikan
"nis ini udah keterlaluan aku harus kesana"geram nisa saat tangan perempuan itu menyentuh sudut bibir adrian
Aulia tak kuasa menahan nisa,air matanya sudah mengalir dengan deras sambil jalan menghampiri nisa
BRAKKKKKK......
Nisa menggebrak meja dimana adrian dan wanita itu duduk
"heh Lo perempuan murahan bisa bisanya lo ya gangguin laki orang"Ucap nisa menujuk wajah wanita itu
"mulut Lo tuh dijaga ya"ucap wanita itu tak kalah geram
Akhirnya terjadilah adu mulut antara nisa dan wanita itu membuat seisi kafe menatap kearah mereka
"Nis udah ayo pulang"ajak aulia
"buka,....."sebelum aulia menjawab,Adrian sudah menyelanya duluan
"jika kau saja bisa berselingkuh kenapa aku tidak"ucapan adrian bagai ada benda besar yang menghantam dadanya dengan keras
"dengarkan aku dulu mas.."ucap aulia gemetar menahan tangisnya
"ayo pergi"ajak adrian pada jovanka
pengunjung kafe mulai mencibir aulia ketika mendengar perkataan adrian yang mengatainya selingkuh duluan.
"Li ayo kita pergi"ajak nisa yang juga menitihkan air mata melihat sahabatnya menangis
Aulia mengangguk lemah, pikirannya sudah tidak bisa diajak kompromi,mata bengkak dan wajah pucat
"li kamu pucet banget,kamu sakit?"tanya Nisa sambil memegang kening aulia
"engga nis,aku cuma butuh istirahat aja"jawab aulia
"Li sudah Jangan dipikirkan lagi"ucap nisa tau bahwa kini aulia sedang memikirkan adrian
"kenapa semuanya jadi kacau begini... hiks...hiks..."ucap aulia dengan tangis
Nisa menepikan mobilnya dipinggir jalan kemudian dia memeluk aulia dengan erat
__ADS_1
"nis tenang kita akan cari jalan keluarnya,kau Jangan menangis"ucap nisa mengelus punggung aulia
Dikantor drjgroup ๐
"nona jovanka saya minta maaf untuk kejadian beberapa saat lalu"ucap adrian
"tidak masalah tuan Adrian, boleh saya tau siapa wanita tadi?"tanya jovanka
"dia istriku dan juga temannya"jawab adrian
"sepertinya rumah tangga mereka sedang dalam masalah,ini kesempatan ku untuk mendapatkan Adrian" ucapan licik jovanka keluar dihatinya
"Baiklah kalo gitu saya permisi"ucap jovanka
"terimakasih untuk siang ini"jawab Adrian menjabat tangan jovanka
Setelah kepergian jovanka,Adrian termenung memikirkan aulia
"Kenapa hati ku begitu sakit melihatnya menangis seperti itu"ucap Adrian sambil memegangi dadanya
Tiba tiba pintu ruang adrian terbuka dengan kasar
brakk....
Adrian terkejut bukan main saat melihat seorang pria yang dia kenal dari sudut pandang benci dihadapannya
"maaf tuan saya sudah mencegahnya masuk tapi dia memaksa"Ucap Han
"tidak apa,kau pergilah"perintah Adrian
Pria itu mendekati adrian perlahan namun pasti
"Mau apa kau disini?"tanya adrian tanpa menatap pria itu
"untuk meluruskan permasalah antara kau dan aulia"ucap pria itu yang tak lain adalah rizky
"tidak perlu ada yang diluruskan semua sudah tidak beraturan karena ulah mu"jawab adrian
"Aku ingin bicara baik-baik denganmu"ucap rizky pelan
"Tapi aku tidak mau bicara padamu, sekarang keluar!!"bentak adrian
"dengarkan penjelasan ku dulu,aulia tidak pernah mengkhianati mu sama sekali,dia,....."ucapan Rizky dipotong oleh bentakan adrian
"keluar!!!"Bentak adrian
"Aku harap kau tidak akan menyesal"ucap rizky sebelum akhirnya keluar dari ruang adrian
BERSAMBUNG.........
Aku up lagi nih ... jangan cuma komen up dong,lama nih up nya๐ tolong bantu like sama vote ya...plisss๐๐
__ADS_1
Happy reading ๐โค๏ธ