
Setalah mengganti pakaiannya, aulia berbaring sedangkan adrian sedang sibuk di ruang kerjanya.
"Aku tidak suka seperti ini,aku ingin keluarga ini kumpul lagi terlihat jelas raut wajah papah menunjukan penyesalan"Aulia bicara pada dirinya mengingat Ridwan.
"Aku harus bisa mengembalikan papah ke dalam keluarga ini, Bagiamana pun papah tetap kepala keluarga dirumah ini jadi sudah sepatutnya dia mendapatkan maaf meski itu akan sangat sulit"lanjut aulia menggigit kukunya.
Ceklek
"kok belum tidur??"tanya adrian ketika mendapati istrinya yang belum tidur.
"Mau tidur dipeluk kamu"jawab aulia manja.
"Tumben manja,ada apa?"tanya adrian menyipitkan matanya.
"salah ya kalo istri kau tidur dipeluk suami??ya udah awas kamu peluk peluk aku"ketus aulia Kemudian berbaring membelakangi adrian yang terkekeh.
"Cup...cup... istriku sekarang gampang baper ya kaya anak kecil jadi makin cinta deh"goda adrian mengelus kepala aulia.
"Gak jadi minta peluk nih??"tanya adrian namun tidak dijawab oleh aulia.
"ya udah kamu tidur ya aku masih harus kerja"ucap adrian ingin bangun tapi aulia berbalik dan mendaratkan kepalanya di dada bidang suaminya.
"diam dan tidur atau ku pukul"ucap aulia membuat adrian bungkam dan memilih untuk tidur memeluk istrinya.
"mas??"panggil aulia.
"hmmm"
"tidak kah sebaiknya kita memaafkan papah?"Aulia mendongak menatap suaminya yang sudah memejamkan matanya.
"sudah malam tidurlah"bukannya menjawab adrian mempererat pelukannya membuat aulia semakin terbenam di dadanya.
Aulia mengerti untuk saat ini adrian tidak mau membicarakan soal Ridwan akhirnya dia masuk ke dalam mimpi bersamaan dengan adrian.
_
_
Keesokan harinya aulia dan Nisa,ini hari pertama mereka mulai mengerjakan skripsi agar cepat bisa menyandang gelar sarjana.
"Li jadi mau ngerjain dimana?"tanya nisa.
"Dirumah aja ya soalnya aku baru pulang dari rumah sakit semalam jadi mas adrian melarang untuk jauh jauh"jawab aulia.
"hah rumah sakit? kamu kenapa?semua baik baik aja kan?"tanya Nisa panik memutar tubuh aulia kesana kemari.
"ishh iya aku gak apa apa cuma gak boleh makan pedes lagi karena itu sangat berbahaya untuk kandungan aku"jawab aulia membuat nisa menyipitkan matanya.
"sudah aku katakan bukan, jangan makan terlalu pedas begini kan jadinya"ucap nisa cepat.
"kau bicara seperti angin saja wushh...."ledek aulia dibalas putaran bola malas oleh nisa.
__ADS_1
"oh iya lia pernikahanku dan han dipercepat menjadi minggu depan"ucap nisa terdengar begitu bahagia.
"Benarkah??ahhh akhirnya sahabatku ini akan menikah dan meninggalkan status jomblo nya"ledek aulia.
"kau jika senang cukup ucapkan selamat jangan sampai membawa bawa status jomblo ku dong"protes nisa.
"iya iya sekarang sudah tidak jomblo deh"ucap aulia membuat nisa tersenyum lebar.
Dirumah, seseorang sedang memandang kamarnya dengan sendu, ingatan awal pernikahan yang bahagia terulang kembali, bagaimana senyuman mereka yang terukir indah kala mendengar kata SAH.
"Kenapa kamu harus berkhianat dari mamah pah?"ucap sarah lirih.
Jauh di dalam lubuk hatinya dia merindukan sosok suami yang menuntun nya menjadi istri yang baik tapi ingatan pengkhianatan yang dilakukan Ridwan selalu menepis rasa rindu itu.
"Tidak,dia sudah berbuat jahat padaku aku tidak mungkin merindukan sosok pria brengsek sepertinya"ucap sarah mengikuti ego nya.
Waktu berjalan dengan cepat,skripsi pertama aulia dan nisa cukup baik hanya tinggal melakukan beberapa revisi saja.
"wehh yang mau nikah 2 hari lagi mesem mesem aja kaya pantat kebo"canda aulia.
"Lia mulut kamu itu, ingat lagi hamil"desis nisa.
"oh iya astagfirullah anak mamah jangan tiru ucapan mamah barusan ya"Aulia mengelus perutnya yang mulai membesar.
Pernikahan nisa dan han akan diadakan 2 hari lagi semua sudah dipersiapkan atas keputusan calon pengantin pernikahan hanya akan diadakan dengan sederhana dan dihadiri beberapa kerabat saja.
"Sayang ayo"ajak adrian pada istrinya yang sedang tertawa.
"sudah selesai pilih bunga nya?"tanya aulia karena saat ini mereka sedang ada di wo memilih bunga yang akan di pakai ketika pernikahan nisa dan han.
"Lily sayang karena aku tahu kamu suka bunga Lily"jawab han.
"kamu yang terbaik sayang"puji Nisa tersenyum manis.
"udah kali mesra mesraan nya nanti aja"sindir aulia.
"Iri bilang asisten"saut nisa.
"Korban zaman"Cibir Aulia.
Setalah pulang dari wo mereka memutuskan untuk makan siang di kafe tempat biasa aulia dan nisa. Karena hari ini hari libur mereka mengajak rio serta eva untuk nimbrung disana.
"Va???"Aulia melambaikan tangan ketika melihat orang yang ia kenal.
Rio datang bersama eva sang kekasih yang ia dapat dari sebuah permainan receh dan hari ini tepat 1 bulan setalah permainan.Itu artinya rio harus mengakhiri hubungan pura pura nya dengan eva.
Adrian dan han memiliki rencana untuk membuat rio mengakui jika dirinya telah benar-benar jatuh cinta pada eva dengan memaksanya mengakhiri hubungan dengan eva.
"Lia aku merindukanmu"Eva memeluk aulia dari samping.
"kau tidak rindu padaku?"tanya nisa menyindir.
__ADS_1
"Tidak"jawab eva langsung membuat nisa melototkan matanya.
"hahaha aku hanya bercanda,iya iya aku merindukanmu"eva beralih memeluk nisa.
"Sudah berpelukan sekarang bisakah kita memesan makanan"ucap adrian.
Sambil menunggu makanan mereka berbincang,3 pria itu saling pandang dan berbisik.
"Rio ini sudah 1 bulan jadi.....,"ucap adrian berhenti semoga saja rio mengerti maksud kata kata nya.
"Aku tidak bisa"jawab rio yang mengerti perkataan adiknya.
"Kenapa tidak mau?apa anda sudah.....,"Han juga mengentikan katanya.
"Tidak!"jawab rio ketus.
"Sebenarnya apa yang sedang kalian bicarakan? kenapa bicara putus putus begitu kaya sinyal di gunung"tanya aulia yang sejak tadi memperhatikan 3 pria didepannya.
"Tidak ada sayang hanya pembicaraan kantor"jawab adrian.
"Semua baik baik saja kan?"tanya eva.
"iya sayang semua baik baik saja"jawab rio.
"Sayang nanti kamu dan yang lain pulang naik mobilku ya kami bertiga ada urusan sebentar"ucap han.
"Ada apa? kenapa tiba tiba?"tanya nisa.
"Iya Nisa semua baik baik saja,aku titip Aulia sebentar atau jika kalian ingin kalian bisa shopping"jawab adrian.
"ahhh benar ide bagus, ayo kita shopping sudah lama kita tidak shopping"ajak eva diangguki keduanya.
pesanan mereka datang,mereka segara melahapnya dan seperti rencana tadi ketiga wanita itu memutuskan untuk shopping dan meninggalkan pasangan mereka.
"Rio ini sudah 1 bulan setelah permainan itu"ucap Adrian membuka percakapan setelah istri dan yang lain pergi.
"lalu?"tanya rio mengaduk kopi espresso nya.
"Jadi anda bisa mengakhiri hubungan anda dengan eva tuan"saut han.
"Aku tidak bisa"jawab rio.
"kenapa?apa kau sudah jatuh cinta dengan nya?"tanya adrian sengaja memancing.
"hubunganku dan eva hanya karena permainan dan itu semua sandiwara belaka jadi sampai kapanpun aku tidak akan jatuh cinta dengannya"jawab rio.
prakkkkk......
Suara itu membuat ketiganya menoleh ke belakang,mata rio membulat melihat siapa yang ada disana.Dapat dilihat dari wajahnya jika dia mendengar perkataan nya tadi.
"Dengarkan aku dulu, aku bisa menjelaskan nya"ucap rio meraih tangan wanita dihadapannya.
__ADS_1
Yahh gantung 😢lanjut gak nih????"
BERSAMBUNG........