
Sesampainya di rumah sakit Aulia bergegas ke ruangan dokter kandungannya, dilihat banyak sekali yang sedang menunggu giliran untuk diperiksa.
"Permisi nona aulia"ucap seorang perawat menghampiri aulia dan nisa.
"ehh suster ina,ada apa sus?"tanya aulia pada perawat yang dikenalnya.
"Anda sudah di tunggu di dalam oleh dokter jihan"tutur suster ina.
"iya baiklah sus, terimaksih"ucap aulia kemudian segara masuk ke dalam ruangan dokter jihan.
"Sus kenapa dia masuk begitu saja sementara kita semua justru mengantri?"tanya seorang ibu yang sedang hamil besar.
"mohon maaf sebelumnya bu,dia Istri pemilik rumah sakit ini dan lagi dia sudah punya janji sebelumnya dengan dokter jihan"jawab suster ina menjelaskan.
"oh baiklah sus terimaksih"ucap si ibu diangguki suster ina.
Hari ini Aulia akan melakukan USG pada kandungannya,laki atau perempuan baginya sama karena dibuat oleh cintanya dan suaminya yang jauh di sana tepatnya kota pahlawan.
"Baiklah mari kita periksa tuan adrian versi junior"ucap dokter jihan setelah mengoleskan gel di sekitar perut aulia.
"aduhh gak sabar nih pengen tau apa jenis kelamin ponakan ante"ucap nisa tidak sabar.
"Hei dia anakku kenapa jadi kau yang sangat menantikannya"ujar aulia protes.
"Biarin wleee"ledek nisa menjulurkan lidahnya.
Dokter Jihan menggeleng pelan melihat interaksi 2 sahabat itu. Aulia merasakan alat halus dan lembut menyentuh bagian perutnya,alat yang mengeluarkan bunyi gemuruh seperti suara gaduh hingga akhirnya terdengar suara detak jantung.
"Anda mendengarnya nona?"tanya dokter.
"hmm iya dok saya dengar"jawab aulia mengangguk.
"Detak jantungnya baik, mamahnya sangat menjaga pola konsumsi ya"ucap dokter jihan.
"Tentu saja dok karena pasti seorang ibu ingin yang terbaik untuk anaknya"balas aulia.
"Dok ayo kapan periksa jenis kelaminnya"ucap nisa tidak sabar dan ingin cepat mengetahui jenis kelamin anak aulia.
"Waduh ada yang nungguin rupanya,baiklah Ayo kita periksa"ucap dokter mengambil sebuah alat yang terhubung langsung dengan lcd proyektor disamping aulia.
"Anda lihat kan?"tanya dokter menunjuk bulatan hitam dengan bercak putih di sekitarnya.
"Itu hanya bulatan hitam dok,apa yang mau di lihat"jawab Nisa.
__ADS_1
"Haha tidak nona itu adalah anak nona aulia"jelas dokter tertawa kecil.
"Anak saya dok?"tanya aulia tanpa sadar air matanya mengalir terharu melihat sang buah hati andai saja ada adrian dia pasti akan memeluknya dengan erat mencurahkan rasa haru bersama suaminya.
"Iya nona dan jenis kelaminnya adalah perempuan"jawab dokter menyebutkan jenis kelamin anaknya.
"Hah?!!!yeayyy dapet ponakan perempuan"sorak Nisa gembira.
"Princess mamah baik baik ya sayang"ucap aulia memegang perutnya.
"Selamat ya nona aulia,tapi terkadang hasil USG juga bisa tidak akurat jadi berdoa saja ya"tutur dokter.
"hmm iya dok lagipula apapun jenis kelaminnya saya terima dengan penuh kegembiraan"balas aulia tersenyum.
***
Brakkk
"Asikkk dapat ponakan perempuan"sorak Eva girang setelah Aulia memberitahu jenis kelamin anaknya bahkan sampai menggebrak meja membuat orang yang ada di sekitar mereka melihat padanya.
"eh gila?!!"panggil Nisa menarik tangan eva membuat nya kembali duduk.
"Apa sih?!!gila gila, kamu yang gila"cibir Eva.
"Tau ih kaya lagi di meja sidang aja pake acara gebrak meja"Sambung nisa melirik jengah pada eva.
"Ishh sirik aja detergen"Saut Eva santai. "Lagian li santai aja ini kan kantor keluarga kamu gak akan ada yang berani mencibir"sambung eva berkata pada aulia.
"udahlah yuk pulang,bisa batal puasa aku kalo terus deket sama dia"ajak Nisa.
"ehhh enak aja main ajak ajak, orang aulia masih mau disini"ucap eva melepas tangan nisa di pergelangan tangan aulia.
"ishh kalian berantem mulu, udah ya va aku pulang dulu dan ini ada kue kesukaan kamu sama ayah tapi makan nya nanti ya pas buka"ucap aulia memberikan kantong berisi kue pada eva.
"wah terimaksih banyak ya li,ya udah kamu hati hati kalo mau pulang"tutur Eva. "Bawa mobilnya pelan aja jangan kaya pembalap"ucap eva lagi pada nisa.
"Hmm"balas nisa berdehem.
Setalah itu keduanya pulang,nisa mengantar aulia ke rumah besar sedangkan dia pamit untuk pulang ke apartemen nya.
"nis makasih ya udah mau repot nganter aku periksa"ucap Aulia yang sudah turun dari mobil.
"Iya li santai aja, yaudah aku langsung aja ya mau ke supermarket dulu soalnya"ucap nisa.
__ADS_1
"oke hati hati ya"ucap aulia dibalas klakson mobil oleh nisa pertanda pamit.
Sementara adrian,hari hari di Surabaya di lalui dengan semangat. Bukan karena alasan lain adrian semangat dia ingin cepat selesai dan kembali ke Jakarta bersama istrinya.
"Adrian ini berkas harus kau tanda tangani"ucap rio menyodorkan berkas kepada adrian.
"Rio bukankah pembangunan lebih cepat dari perkiraan?"tanya adrian membaca laporan pembangunan yang terlihat lebih cepat dari rencana dan perkiraan.
"Ya,dan itu sangat bagus karena aku akan cepat kembali dan melamar Eva"jawab rio.
"Kau yakin ingin melamarnya?"tanya adrian menyelidik.
"Kau sakit adrian menanyakan hal yang tidak perlu kau tanyakan?"tanya rio aneh bisa biasanya adrian bertanya menyelidik begitu.
"Heuh sudah 1 Minggu ini aku lihat kau kembali dekat dengan iblis itu, bukankah aku pantas mencurigai bahwa kalian menjalin hubungan lagi"balas adrian tersenyum meremehkan.
"Adrian kau tahu benar apa alasan aku dekat dengannya, lagipula aku rasa dia memang benar-benar sudah berubah"ucap rio membela diri.
"Setelah apa yang dia lakukan kau masih percaya??ckkk cepat pergi ke dukun aku rasa kau telah di guna guna olehnya"Ucap adrian berdecih.
"Terserahlah, yang penting bagiku sekarang dan selamanya hanya Eva yang akan menjadi istriku dan aku yakin itu"ucap rio tajam kemudian pergi.
Sementara itu Han harus pergi memeriksa gudanh penyediaan bahan bangunan pabrik bersama jovanka,astaga jovanka. Mendengar namanya saja han ingin memukul wajahnya.
"Pak??"panggil jovanka melambaikan tangan kepada si penjaga gudang.
"iya Bu?"sautnya.
"Bisa berikan laporan bahan bangunan disini?"tanya jovanka dengan gemulai bak rumput teki itu.
..."Sok lemah lembut, cakep kaga lembek iya" batin han melirik jovanka sebentar....
Selama 1 Minggu ini jovanka seakan lenyap dari bumi dan berganti dengan joviana yang lemah lembut dan sangat sopan tapi justru itulah yang membuat perasaan han dan adrian waspada akan tingkah bunglon nya itu.
"Nona jovanka saya sudah memeriksanya,saya harus menemui tuan adrian. Permisi"ucap han kemudian pergi meninggalkan jovanka.
Jovanka hanya membalas dengan senyuman semanis mungkin namun dalam hitungan detik senyum itu hilang menjadi raut wajah datar.
"Aku harus menemui bela"gumam jovanka kemudian pergi untuk menemui bela.
Salam author receh, jangan lupa di balas ya
Assalamualaikum???
__ADS_1
BERSAMBUNG......