Menikahi Pria Cacat Demi Ayah

Menikahi Pria Cacat Demi Ayah
BAB 67


__ADS_3

Setalah sarapan rio mengajak eva pergi ke kebun teh yang sebelumnya pernah mereka kunjungi.


"Eva aku mau bicara sesuatu padamu"Ucap rio.


"iya pak ada apa?"tanya eva sedikit gugup.


Menarik nafas dengan dalam kemudian memberanikan diri untuk memegang kedua tangan Eva, Eva tampak keringat dingin karena rio menggenggam tangan nya.


"Mungkin kita baru saja mengenal tapi entah kenapa sejak pertama melihatmu aku sudah menyukaimu,aku ingin selalu ada di dekatmu seperti semalam seperti pasangan kekasih"Ucap rio menatap eva sedangkan Eva semakin menunduk mendengar ucapan rio.


"Aku ingin kau menjadi wanita yang mengisi hatiku,aku ingin kau menjadi milikku satu satunya"sambung rio.


Rio memegang dagu eva agar Eva menatapnya.


"mau kan kau menjadi kekasihku?"tanya rio dengan banyak kejujuran dimatanya.


"Pak...mmmm.... aku....aku"Eva tampak gemetar menjawab pertanyaan rio.


"aku akan memberimu waktu, jika kamu tidak mau tidak apa apa jangan memaksa untuk berusaha menerimaku"Ucap rio kemudian pergi meninggalkan Eva.


Rio memutuskan untuk kembali ke rumah karena entah kenapa ketika dia menyatakan untuk Eva menjadi kekasihnya dia berkata dengan sungguh-sungguh seakan itu bukan sandiwara melainkan kebenaran.


"Apa benar aku.....ahh tidak mungkin lagi pula ini hanya hukuman selama 1 bulan"berkali kali rio menggeleng kepala.


Eva masih mematung di tempatnya Sambil memikirkan perkataan rio tadi.


"Apa dia benar benar menyukai ku atau ini hanya mimpi saja??Tapi bagaimana bisa dia menyukai orang lain hanya dalam 2 hari? sungguh kah ini?tapi kenapa tidak buktinya aku juga sudah menyukainya sejak awal bertemu"ucap Eva pada dirinya sendiri.


"Jadi aku harus menerimanya atau tidak?jika menerima tapi aku belum bisa kompromi dengan hatiku tapi jika aku menolak apa aku tidak akan menyesal?"tanya Eva pagi pada dirinya.


"Aku akan bercerita pada Aulia dan Nisa mungkin mereka bisa membantuku"Eva segara melangkah menuju rumah untuk menemui Aulia dan nisa.


Sesampainya di rumah Eva segara masuk ketika melihat ruang tamu ada rio disana pandangan mereka bertemu sontak Eva menundukkan kepalanya karena malu kemudian segara berlari menuju kamar menemui aulia dan Nisa.


"Lia???? panggil eva terengah-engah.


"Kau kenapa seperti orang yang dikejar hantu?"tanya nisa.


Tanpa memperdulikan Pertanyaan nisa, Eva langsung duduk diantara eva dan aulia tepatnya ditengah tengah mereka.


"Eva ada apa?"tanya aulia.


"Aku ingin bercerita denganmu tapi berjanjilah jangan tertawa"ucap eva.

__ADS_1


"Apa ini soal rio dan kau?"tanya aulia diangguki eva.


"Hahahahahhaha"tawa nisa melihat ekspresi Eva.


"jangan tertawa...ya sudah aku tidak jadi bercerita"Eva memangku tangannya didada.


"Baiklah baiklah ayo cepat katakan"ucap nisa sudah menghentikan tawanya.


Eva menarik nafas mencoba menenangkan diri dan ya dia mulai bercerita.


"Tadi pak rio bicara padaku dan dia menyatakan cinta padaku,dia ingin aku menjadi kekasihnya"ucap Eva.


"Bukankah itu baik?selama ini kau tidak pernah dekat siapapun dan kali ini ada yang ingin mendekatimu apalagi aku sangat mengenalnya"ucap Eva.


"Aku bingung harus menjawab apa ya meski dia memberiku waktu tapi aku juga tidak mau menggantung,jadi menurut kalian aku harus apa?"tanya eva pada 2 wanita disampingnya.


"Ini semua soal asmara mu jika memang kau merasakan getaran ketika dekat dengannya sudah pasti kau mencintainya tapi untuk soal terima atau tidak itu menjadi keputusan mu"jawab aulia.


"iya va aku yakin keputusan mu adalah yang terbaik kau bukan anak anak lagi yang akan bermain main... pikirkanlah jika memang itu baik untukmu terima saja tapi semuanya kembali pada keputusanmu"sambung nisa.


"Aku bingung ya memang benar seperti katamu lia aku memang selalu merasakan getaran jika dekat dengannya tapi aku juga belum bisa berkompromi dengan hatiku aku takut ini semua hanya mimpi"ucap Eva meremas jarinya.


"Pikirkan saja dulu jangan terlalu buru buru"ucap Aulia diangguki Nisa tanda memiliki pendapat yang sama.


"Sama sama bawel"jawab Nisa dan aulia kompak.


Mereka sudah siap untuk kembali ke Jakarta, tak lupa aulia mengunci pintu masuk dan pintu gerbang kemudian masuk ke dalam mobil suaminya sedangkan Nisa dan yang lain menaiki mobil yang berbeda.


"Han nanti kita pergi ke pusat oleh-oleh jadi kau yang jalan lebih dulu karena aku tidak tahu dimana pusat oleh-oleh disini"ucap adrian.


"Baik tuan"jawab Han.


Mobil Han melaju lebih dulu di susul oleh mobil adrian.


"Mas kapan kapan kita kesini lagi ya"ucap aulia memandang luasnya kebun teh dan gunung yang masih tertutup kabut.


"iya sayang dan sepertinya nanti ketika kita kesini,dia sudah ikut bersama kita"ujar adrian mengelus perut aulia.


"hehe iya mas"Aulia memegang tangan Adrian yang menempel diperut nya.


Eva dan rio duduk dengan posisi sama seperti ketika berangkat yaitu duduk di kursi belakang.


"Nis bukankah gunung itu sangat indah"ucap eva gugup karena sedari tadi rio memperhatikannya.

__ADS_1


Han hanya bisa menahan tawa melihat eva yang gemetaran dan mencoba mencari topik pembicaraan sehingga mobil tidak terasa hening.


"va kenapa suaramu gugup begitu seperti orang yang sedang ujian"goda Nisa.


memang aku sedang ujian cantik namanya ujian perasaan.... aduhh kenapa dia terus memandangi ku sih bikin jantung maraton aja


Ucap Eva dalam hati.


gadis ini lucu juga lihat bagaimana dia mencoba untuk mencari topik pembicaraan Bahakan suaranya itu lucu sekali baru aku lihatin sudah begini apa lagi aku cium,hahahaha


ucap rio dalam hati terkikik geli.


Mereka sampai di pusat oleh-oleh kota Bogor, Aulia tampak bersemangat membeli setiap makanan yang tertata rapi di rak.


"mas aku mau beli Asinan dan manisan"rengek Aulia yang sedang bergelayut manja di lengan suaminya.


"Iya sayang beli lah apapun yang kamu mau"ucap adrian mengacak acak rambut istrinya.


Nisa dan Han melakukan hal yang sama berbelanja sambil bermesraan.


Eva dan Rio menyusuri toko oleh-oleh tanpa ada yang bicara sedikitpun, hingga akhirnya rio menggenggam tangan eva.


"Ayo kita kesana"ajak rio dan Eva hanya mengangguk dengan bibir yang gemetar.


"Kau mau beli apa?"tanya rio lembut.


"apa pun yang Anda ambil saya ikut saja"jawab Eva masih dengan mode gugup.


Ya ampun dia pegang tangan ku begini apa dia tidak merasakan tanganku yang keringat dingin ini...ya Allah kuatkan godaan ini


Rio mengambil beberapa jenis makanan khas bogor kemudian segara ke kasir untuk membayar.


"Berapa mba?"tanya rio.


"246rb pak"jawab kasir itu.


Rio merogoh kantong mengambil dompetnya dan membayarnya dengan uang cash 2 Lembar seratus ribu dan 1 lembar lima puluh ribu.


"kembaliannya ambil aja mba"ucap rio kemudian mengambil belanjaanya.


apa tanganku mengandung lem sampai dia tidak mau melepaskan genggaman nya.


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN POSITIF UNTUK MEMBUATKU SEMANGAT YA SAYY 😘😘❤️

__ADS_1


BERSAMBUNG........


__ADS_2