Menikahi Pria Cacat Demi Ayah

Menikahi Pria Cacat Demi Ayah
BAB 119


__ADS_3

Nisa kembali setelah mengantar eva pulang,aulia yang sedang berperang dengan pikirannya bahkan tidak menyadari jika ada nisa disana.


"Sayang??"bisik nisa di belakang aulia yang sedang melamun.


"Mas Adrian"ucap aulia bangun dan menengok ke belakang dengan penuh semangat.


"Hahahaha cup cup yang merindukan suaminya semangat banget bu"ledek nisa tertawa renyah.


"Ishh dasar anak Dajjal"cibir aulia.


"Aulia hati hati kalo ngomong inget kamu lagi hamil"ucap nisa menunjuk perut aulia.


"Astagfirullah baby maafin mamah ya"ucap aulia sadar kemudian mengelus perut nya.


"Wish ada makanan nih,eh btw kapan kamu beli ini?"tanya nisa melihat martabak di meja.


" eh iya sini deh duduk aku mau cerita"ucap Aulia menarik tangan nisa membawanya duduk.


"Ada apaan sih heboh banget kayanya"tanya nisa.


"Tadi tuan bram kesini dan itu martabak dari dia, kamu curiga gak sih sama dia masa tiba tiba bawain martabak gini ke rumah orang apalagi dia tahu suaminya gak ada"ujar aulia.


"Apa sih parno tau gak, seharunya kita terimaksih sama dia kamu lupa kalo dia yang udah nolongin kita waktu itu"balas nisa mengingatkan.


"Iya aku tahu tapi curiga juga kan pasti, takut kalo perampokan waktu itu rencana dia biar bisa deket atau nyusun suatu rencana"ucap aulia tidak percaya.


"Ishh jadi mau gimana?gak mungkin kan dia kasih racun di sini"ucap nisa berdecih.


"Walaupun gitu aku gak mau ah kamu aja yang makan kalo mau"tolak aulia menggelengkan kepalanya.


"Kok aku jadi ikutan takut sih,udah biarin aja deh disini kita ke kamar aja yuk"ajak nisa mulai terpengaruh oleh sahabatnya itu.


"Jangan, nanti dimakan orang kalo ditaro disini mending kasih bibi aja bener kata kamu gak mungkinlah dia kasih racun"ucap aulia menyarankan.


"Terserah deh"saut nisa.


"Bi??"panggil aulia.


"iya non??"saut seorang asisten rumah tangga bernama ina.


"Ini ada martabak kalo suka dimakan kalo gak suka gak apa apa bi buang aja"ucap aulia.

__ADS_1


"Seriusan non?gak lah non gak mungkin di buang biar nanti bibi makan rame rame deh di belakang"ucap bi ina.


"Ya udah bi aku keatas dulu ya"ucap aulia diangguki bi ina.


Prakkk


Ponsel logo apel di gigit itu mencium lantai dengan keras sehingga membuat layar dan bodinya hancur seketika karena amarah seorang yang baru saja mendapatkan kabar mengenai istrinya.


"Berani sekali dia datang menemui istriku padahal dia tahu dengan jelas aku tidak ada disana"ucap adrian meletakkan kedua tangannya di pinggang dengan nafas yang memburu.


"Adrian kau harus sabar, jangan takut anak buah kita pasti akan menjaga Aulia dengan baik"ucap rio berusaha menenangkan adiknya itu.


"Benar tuan anda tidak perlu khawatir jika dia sampai menyentuh nona Aulia sedikit saja anak buah kita pasti akan menghilangkan tangannya dengan cepat"sambung han yang juga berusaha menenangkan bosnya.


"Ini tidak bisa di biarkan, bagaimana jika dia sampai melakukan tindakan lebih pada Aulia,dia benar benar licik semua disusun dengan baik mulai dari rencana kuliah di kampus yang sama sampai aksi perampokan itu"geram Adrian mengepalkan tangannya siap meninju siapapun yang menganggu ketenangan hidupnya.


"Untung saja kau mengetahui semua rencananya sejak awal adrian"ucap rio.


FLASHBACK ON


2 bulan yang lalu....


"Han kau sudah mengatur pertemuanku dengannya kan?"tanya adrian seraya melangkah masuk ke dalam kantor.


"Tentu tuan,dia tahu pertemuan itu dilakukan besok jadi dia tidak akan tahu jika anda datang hari ini"jawab han.


"Periksa dan berikan laporan latar belakang perusahaan ini padaku besok"titah Adrian tegas sambil terus berjalan mengantungi tangannya di dalam saku.


"Baik tuan"jawab han cepat.


Beberapa karyawan menatap bingung kedatangan orang dengan setelah kantor yang mahal,ada yang mengenali adrian namun ada juga beberapa yang tidak tahu tentang pengusaha muda itu.


"Hei siapa mereka astaga mereka tampan sekali"ucap seorang karyawan wanita terkagum melihat ketampanan adrian dan han.


"Aku juga tidak tahu pasti dia klien baru,oh ya ampun semoga divisi kita di percaya menangani tender orang itu"saut temannya berharap.


Dengan menggunakan tangga, adrian dan han sampai di lantai 3 tempat dimana sang owner alias pemilik perusahaan menengah itu berada.


"Permisi"ucap han pada seorang wanita yang duduk sambil menulis sesuatu di bukunya.


"Selamat siang,ada yang bisa saya bantu?"tanya Wanita itu.

__ADS_1


"Apa tuan bram aguna ada di tempat?"tanya han.


"Maaf tapi bapak sedang keluar mungkin sebentar lagi kembali,jika berkenan kalian bisa menunggu disana"ucap sekretaris itu menunjuk ruang tunggu di pojok koridor.


"Baiklah tidak masalah kami akan kembali besok"ucap han kemudian pergi setelah adrian lebih dulu menjauhi meja sekretaris itu.


"Han ini sudah siang lebih baik kita makan dulu"ucap adrian.


"Baiklah tuan"saut han.


Han memakirkan mobilnya di sebuah restoran yang lokasinya tidak jauh dari kantor B'crop tadi.


Han menuliskan pesanan adrian dan juga pesanannya namun ketika sedang menunggu indera pendengaran mereka menangkal sesuatu yang dikenali keduanya.


"Ya dia nona aulia dierja,aku jatuh hati ketika pertama melihatnya dibandung dulu"ucap seorang pria yang tampaknya sedang mengobrol dengan rekan kerjanya.


"anda gila tuan, anda tahu siapa adrian dierja itu kan?anda bisa kehilangan nyawa jika sampai tahu anda menyukai istrinya"saut orang yang asing bagi Adrian.


"Kalo begitu jangan sampai suaminya tau,aku benar-benar dibuat gila oleh aulia bahkan aku rela menempuh pendidikan ku kembali di kampus yang sama olehnya agar bisa terus melihatnya dan lagi perusahaan ku mengajukan kontrak dengan perusahaan suaminya agar aku sesekali dapat bertemu aulia lagi rasanya belum cukup jika hanya bertemu di kampus saja"ucap bram sambil tertawa kecil.


"Saya hanya bisa bilang hati hati dan semoga sukses"saut temannya.


"********,akan aku habisi kau"batin Adrian geram ingin berbalik namun dihentikan oleh han.


"Tuan lebih baik kita ikuti permainannya"Saran han.


Adrian mengangguk mengerti. Sejak saat itu hari demi hari Adrian meminta anak buahnya mengawasi seorang bram aguna sampai ketika dia tahu tentang rencana perampokan yang di susun oleh bram.


"Bayar berapapun perampoknya dan kau gantikan posisinya jangan sampai melukai Istriku sedikit saja"ucap adrian pada anak buah yang memberikan informasi padanya.


"Baik tuan"jawab sang kepercayaan adrian.


FLASHBACK OFF


"Dia tidak akan berhenti menganggu Aulia sampai tujuannya benar benar tercapai"ucap adrian dengan tekanan.


"Yakinlah pada orang orang kita Rian"pesan rio.


BAGAIMANA KELANJUTANNYA??


BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2